Hari ini Ambar mengajak sang ibu makan di restorannya, dia akan memperkenalkan ibu ke banyak orang. Bahwa dia memiliki ibu yang baik hati dan mau berkorban untuknya. Menyayangi dirinya tanpa cela. Mengingat bagaimana perjuangan sang ibu selama ini turut membuat Ambar sedih. Namun, adakalanya dia mengerti bahwa semua ini mungkin sudah takdirnya. Dia tak bisa berkata apa-apa lagi kali ini. "Kita makan dulu di rumah, nanti makan di restoran Ambar," ucap Ambar dengan bahagia. Dia membuatkan sandwich untuk sang ibu sejak pagi tadi. Kini sudah jam 8 dan dia akan bersiap-siap. Ambar membantu sang ibu makan, menyuapinya dengan telaten. Karena memang terkadang masih merasa lemas untuk melakukan apa saja. Namun, dia sangat beruntung sang ibu sudah bersama dirinya sehingga dia bisa merawatnya deng

