Seiring berjalannya waktu tanpa terasa hubungan Gea dan Reza semakin dekat. Benih-benih cinta itu mulai tumbuh dihati Gea. Bagaimana tidak Reza membuktikan dengan sikap dan perilakunya bahwa ia memang benar-benar telah berubah.
Gea mulai yakin kepada Reza ketika Reza menyelamatkan dirinya dari begal ketika ia di perjalanan pulang kerumah. Reza rela mengorbankan dirinya asalkan Gea selamat.
Rumah sakit sentosa..
Gea, Andin dan juga suaminya siang itu pergi kerumah sakit untuk melihat kondisi Reza.
"Assalamualaikum" sapa Gea dan Andin secara bersamaan.
"Waalaikumsalam" Reza kaget dengan kedatangan Gea.
"Gimana keadaan kamu sekarang za? Udah baikan?" Gea bertanya dengan raut wajah yang agak sedikit cemas.
"Aku Alhamdulillah udah baikan kok, wajah kamu kenapa kayak gitu Gea?"
"Aku minta maaf gara-gara aku, kamu sampai kayak gini" Gea berbicara tanpa melihat kearah Reza.
"Ya udah gak apa-apa kok, yang penting kamu gak kenapa-kenapa. Jangan merasa bersalah kayak gitu Gea". Reza memandang lekat kewajah Gea. Reza tau ada ketakutan yang terpancar di wajahnya.
Dan mereka berempat pun mengobrol kisah waktu sekolah dulu sambil tertawa bersama. Tanpa mereka sadar Jam besuk pun sudah habis dan mereka berpamitan kepada Reza untuk segera pulang. Ketika mereka mau pergi tiba-tiba Reza menggapai tangan Gea. Gea yang kaget langsung menoleh kearah Reza dan juga menatap tangannya yang dipegang Reza.
"Gea aku mau ngomong berdua bentar boleh?"
Gea melihat kearah Andin dan suaminya, mereka mengerti maksud Gea jadi mereka segera keluar.
"Kamu mau ngomong apa?" Gea melepas tangannya dari genggaman Reza.
"Aku minta maaf atas kejadian dulu semasa kita disekolah" Reza menatap wajah Gea dengan penuh penyesalan.
"Aku udah maafin kok, ya udah jangan di ingat-ingat lagian kejadian itu udah lama za"
"Iya aku tau tapi aku masih merasa bersalah jika belum mendapatkan maaf dari kamu"
"Ya kan aku udah bilang tadi udah maafin kamu za, udah ah jangan kayak gitu"
"O iya Gea ada satu hal lagi, kamu mau gak jadi istri aku?"
"Apaa?? Kamu jangan mengada-ada deh za"
"Aku serius Gea"
"Iiihh apaan si kamu za"
Gea langsung pergi dari dalam kamar Reza dan segera menemui sahabatnya. Reza hanya diam melihat kepergian Gea.
"Huuuh kenapa sih susah banget mau ngedapatin hatinya"
"Kenapa sih xa ngedumel kayak gitu" tanpa Reza sadar papa nya masuk kedalam kamar.
"Pa, aku mau ngomong serius"
"Ya udah ngomong aja"
"Aku mau jadiin Gea istriku pa, tapi Gea kayaknya gak mau Nerima aku gimana nih caranya agar dia mau terima aku pa"
"Oohh masalah itu mah gampang, kamu serahin aja semuanya sama papa". Papa reza tersenyum kearahnya, entah apa yang telah direncanakan oleh papanya.
Pagi itu Gea sedang fokus mengerjakan pekerjaannya.
Drrrttt... Drrrtt....
"Assalamualaikum bidadari ku"
"Waalaikumsalam nduk"
"Kamu lagi apa? Kamu lagi di kantor ya itu?"
"Iya Bu, Gea lagi dikantor. Kenapa tu?"
"Ini ibu mau bilang, ibu mau pergi belanja nih sama ayah kepasar sekalian mau beli perlengkapan untuk ngadain sukuran hari Minggu besok, kamu bisa pulang kan nduk?"
"Ya Allah ibu, untung ibu telpon Gea kalo gak Gea lupa bu. Iya Bu, insyaallah Gea pulang nanti kerumah"
"Eh kamu ini masa lupa sih, ibu udah undang sodara-sodara, para tetangga juga. O iya nduk kamu sekalian undang Bos sama keluarganya untuk datang kerumah ya"
"Gak usah Bu, kita buat acaranya sama kita-kita aja gak usah pake acara undang bos Gea"
"Apa salahnya sih nduk kalo kita undang mereka untuk hadir Hitung-hitung mempererat tali silaturahmi, kan anaknya udah nyelamatin kamu kemarin nduk. Kamu dengerin ajalah apa yang ibu bilang nduk gak baik kayak gitu"
"Iya Bu nanti Gea sampein sama mereka, assalamualaikum ibu"
"Iya nduk, waalaikumsalam "
"Hmm iya sih bener juga kata ibu, kan Reza udah nyelamatin aku kemarin ya udah deh mau ngebantah juga percuma"
Gea langsung menuju keruangan bos nya untuk menyampaikan pesan ibunya.
"Assalamualaikum pak Rizal"
"Waalaikumsalam Gea, iya ada apa?"
" Saya mau menyampaikan salam dari ibu saya, ibu saya mengundang bapak sekeluarga untuk datang kerumah hari Minggu besok ada ada syukuran kecil-kecilan. Tapi kalo bapak gak bisa hadir juga gak apa-apa saya juga mengerti dengan kesibukan bapak".
"Insyaallah saya akan hadir bersama dengan keluarga saya"
"Bener ini pak? Biasanya kan setiap Minggu bapak punya acara sama keluarga bapak? Gea takut menganggu acara bapak"
"Halah gak apa-apa kok Gea kan sesekali aja. Semua acara bisa saya cencel dan saya tolak. Kami akan datang besok kerumah kamu"
"Hmm okelah pak kalo kayak gitu saya permisi dulu"
"Silahkan "
Tanpa sepengetahuan Gea dan Reza ternyata kedua orang tua mereka telah merencanakan sesuatu untuk mereka.
"Andin terimakasih ya udah datang, terimakasih juga udah bantuin aku. Kalo gak ada kamu duh bisa capek aku ngerjainnya sendiri"
"Oloolo iya gak apa-apa sekalian belajar nanti untuk acara pernikahan kamu"
"Eh jaga ucapan kamu ya Ndin, itu masih lama. Udah ah jangan buat masalah"
"Kamu kan tau ucapan itu adalah doa gea. Ya mana tau segala yang aku ucapkan ini akan terwujud. Kan bagus untu kamu"
"Kamu simpan ajalah doanya untuk aku Ndin".
Ketika sampai didepan rumah Andin bertemu dengan ayah dan ibu Gea. Ia izin pamit untuk segera pulang kerumah.
"Nduk, bos kamu kemana ya kok gak nyampe-nyampe dari tadi"
"Eeh iya kan Bu masa gak nyampe dari tadi katanya udah tau rumah Gea dimana. Tapi serius ya ibu, Gea udah undang mereka untuk hadir. Gea gak bohong sama ayah ibu. Biasakan Bu kalo hari libur kayak gini mereka tuh pergi jalan-jalan sekeluarga. Tapi gak apa-apa lah Bu udah sore lagian makanan nya udah habis juga kan?"
"Eh kamu ini mana ada habis, ibu udah simpankan untuk mereka. Kamu udah telpon mereka?"
"Belum ayah ibu, Gea takut menganggu acara mereka"
Keluarga pak Rizal usah tiba dirumah Gea dan disambut hangat oleh kedua orang tua Gea.
"Semoga makanan ini sesuai dengan selera bapak sama ibu"
"Ngeliat hidangan ini aja udah menggugah selera, Gea masak sendiri ya"
"Iya Bu cuman dikit aja Gea masak tadi"
"Eh Gea mana gulai ikan gabus yang kamu masak tadi katanya kami masak spesial untuk Reza" ibu Gea nyeletuk hingga membuat Gea salah tingkah.
"Kamu memasak untuk aku Gea" Reza menyodorkan pertanyaan itu kepada Gea. Bagi Reza rasanya tidak mungkin seorang Gea mau memasak untuknya.
"Kan itu bagus untuk penyembuhan luka yang di derita Reza makanya Gea masak itu, eh nduk malah diam aja sana pergi ambil Gulainya nanti dingin gak enak"
Gea langsung pergi kedapur mengambil gulai yang dibilang oleh ibunya. Sesampainya di dapur Gea ngedumel
"Entah sejak kapan aku masak gulai itu, ibu yang masak bisa aku yang dibilangnya iiss menjengkelkan".
Siang itu Gea, Reza, Andin dan juga suaminya nostalgia pergi ke sungai tempat mereka sering main dulu.. Reza sibuk dengan kegiatan memancing ikan, Gea menyiapkan bakar-bakaran untuk nanti mereka membakar ikan, jagung dan sosis sedangkan Andin dan suaminya mereka asyik bercengkrama maklumlah udah suami istri. Andin dan suaminya sedang asyik ngobrol masalah pernikahan tiba-tiba Gea nyeletuk
"Tidak perlulah membahas soal-soal suami. Aku terlalu malas mau mendengarkan soal itu"
"Ha kamu dengar sendiri kan sayang masa dia kayak gitu" Andin mengadu kepada suaminya.
"Kalo bahas soal suami, Gea sering menghindar. Apa si yang kamu takutin gea nih liat kami baik-baik aja kok" sindir Andin kepadanya.
"Banyak yang aku takutin Ndin, aku kalo udah percaya, aku akan percaya sepenuhnya. Yang paling aku takutkan cuma pengkhianatan dan kekerasan Ndin. Hmm udahlah jangan dibahas Ndin aku gak pernah kepikiran sama sekali untuk menikah dalam waktu dekat".
Tengah asyik mereka menikmati makanan yang telah dibakar tiba-tiba ada tamu yang tak diundang datang. Mereka sangat kaget dengan kedatangan Danu.
"Hay semua" sapa Danu kepada semuanya.
"Eh Hay bro, sini gabung" Reza tersenyum dan melambai kearah Danu untuk bergabung dimana tempat mereka berada.
Danu langsung menuju kearah mereka tapi kedatangan Danu tidak diharapkan oleh Gea. Gea terlihat kesal dan malah menyibukkan diri dengan bakar-bakarannya.
"Kamu kapan pulang kampung za? Tanya Danu kepada Reza
"Aku kemaren sore nyampenye, aku sama kedua orang tuaku pulang kesini danu"
"Kamu nginap dirumah almarhum kakek kamu za"
"Oh gak aku nginap dirumahnya Gea Danu"
"Oo" Danu hanya bisa menjawab seperti itu.
Dan mereka mengobrol seputaran yang terjadi dalam kehidupan mereka masing-masing. Tanpa sadar hari pun sudah sore jadi mereka memutuskan untuk segera pulang.
"Ayah...Ibu.. maksud semua ini apa?"
"Gea.." ayah dan ibu Gea melihat kearah Gea secara bersamaan.
"Maksudnya apa ini Bu, yah? Kenapa ada ini semua?" Gea masih kaget ketika mendengarkan pembicaraan ayah dan ibunya.
Tidak lama Reza pun masuk kedalam rumah, dan Reza pun tercengang melihat keadaan yang terjadi dirumah.
"Pa, ma, ini semua kenapa. Kenapa ada hiasan seperti ini. Untuk siapa? Bukan untuk Reza kan pa,ma?"
"Jangan bilang untuk kami?" Reza dan Gea menyahut secara bersamaan.