Sesampainya dikantor pagi itu Gea kaget kenapa hanya ia yang hadir sendirian. Gea berniat ingin bertanya soal teman-temannya kepada pak rizal. Ketika masuk keruangan pak Rizal ia malah dimarahi oleh pak Rizal. Tanpa sepengetahuan Gea, pak Rizal dan rekan kerjanya telah menyiapkan sebuah rencana untuknya.
"Gea, kenapa selama ini kamu bohongin saya!"
"Bohong? Saya gak pernah bohong kok sama bapak"
"Saya lagi serius Gea. Kenapa ada masalah seperti ini sekarang!"
"Masalah apa pak, saya gak pernah melakukan kesalahan dan saya juga tidak pernah berbohong kepada bapak"
"Kenapa kamu gak bilang kalau sekarang adalah hari ulang tahun kamu"
"Haa??"
Tiba-tiba semua rekan kerjanya masuk dengan membawa sebuah kue dan menyanyikan lagu ulang tahun untuk Gea.
Gea kaget ada perasaan haru dan juga bahagia
"Terimakasih pak Rizal, sudah merayakan hari ulang tahun saya"
"Iya, sebenarnya saya gak tau tapi Reza memberitahu kepada saya kalau hari ini ulang tahun kamu"
"Terimakasih semuanya" Gea tersenyum dan sangat bahagia mendapat kejutan dari bos sekalian rekan kerjanya.
"O iya Gea nanti setelah selesai acara makan-makannya kamu segera temui saya diruangan kerja saya".
"Baik pak, sekali lagi terimakasih"
Pak Rizal tersenyum kemudian berlalu meninggalkan Gea dan juga rekan kerjanya yang lain. Setelah acara selesai Gea kembali ke ruangannya dan menelpon Reza
"Assalamualaikum" sapa Gea
"Waalaikumsalam wanita yang sedang berbahagia. Saya orang pertama kan yang ngucapin happy birthday untuk kamu. Jangan bilang malah aku orang terkahir yang ngucapinnya" jawab Reza
"Hmm kamu orang pertama yang ngasih ucapan itu untuk aku. Terimakasih ya za, karena kamu telah membuat surprise untukku dikantor"
"Iya sama-sama. Banyak kamu dapat hadiah?"
"Hmm.. banyak.. banyak banget malahan. O iya kamu lagi ada dimana?"
"Kenapa kangen ya sama aku"
"Hahha kamu jangan GeEr Reza mana ada aku kangen sama kamu. Pede banget jadi orang"
"Hmm iyalah aku sadar diri kok gea. Siapalah diri ini"
"Kamu berapa lama diluar kota za?"
"Kamu kalo kangen bilang aja Gea pake acara pura-pura segala. Nanti kalo aku udah pulang dari luar kota kita rayain ulang tahun kamu sama-sama mau gak? Kita pergi makan keluar atau kemana yang kamu mau. Gimana boleh?"
"Hmm boleh, o iya udah dulu ya aku mau habisin kue yang aku makan nanti aku mau ketemu sama pak Rizal diruangannya"
"Oke, ya udah selamat menikmati kue nya. Daa assalamualaikum"
"Iya, waalaikumsalam za"
"Assalamualaikum pak"
"Waalaikumsalam, silahkan masuk" pak Rizal tersenyum melihat Gea memasuki ruangan nya.
"Ada apa ya pak? Kenapa bapak memanggil saya?" Gea bertanya heran kepada pak bos nya
"Mulai hari ini, kamu saya berhentikan dari pekerjaan kamu yang sekarang!"
"Haaa??? Ma..maksud bapak apa? Kenapa tiba-tiba pak, saya tidak melakukan kesalahan apapun, saya juga tidak korupsi".
"Dan mulai hari ini juga kamu bukan lagi manager SDM diperusahaan ini".
"Terus saya mau kerja apa kalo diberhentikan dari perusahaan ini pak? Dihari ulang tahun saya ini bapak mau berhentikan saya pak?" Gea mulai takut dan mengeluarkan air mata nya.
"Gea, saya belum habis ngomong. Kalo saya ngomong tuh di dengerin sampai selesai"
Gea hanya menundukkan kepalanya, ia benar-benar takut jika harus dikeluarkan dari perusahaan tersebut. Yang ia tau zaman sekarang sangat sulit untuk mendapatkan pekerjaan baru.
"Mulai hari ini kamu akan di promosikan sebagai manager perencanaan kota dan regional perusahaan".
"Bapak serius? Gak lagi ngeprank saya kan pak?" Gea melihat pak Rizal dengan wajah yang serius
"Saya serius, ngapain juga saya ngeprank kamu Gea. Nih kamu ambil surat penugasan nya. Anggap ini adalah hadiah ulangtahun dari perusahaan untuk kamu".
"Pak, serius kan? Ya Allah, Alhamdulillah" Gea mengambil surat dari tangan pak Rizal dengan gemetar ia masih tidak menyangka jika ia dapat hadiah yang luar biasa dari boss nya itu.
"Terimakasih banyak pak, saya masih gak percaya. Saya berasa kayak mimpi. Terimakasih juga dari awal saya bekerja bapak sudah menunjukkan saya sebagai manager SDM diperusahaan. Sekali lagi terimakasih pak. Saya berjanji akan memberikan yang terbaik untuk perusahaan kita"
Pak Rizal hanya tersenyum melihat tingkah Gea. Ia sudah menganggap Gea seperti anaknya. Dan merekapun saling berjabat tangan.
Ketika sampai dirumah Gea sudah tidak sabar membuka semua hadiah yang telah diberikan oleh rekan kerjanya. Dengan perasaan bahagia ia membuka satu persatu hadiah yang telah diberikan untuknya. Ketika ia membuka hadiah yang pertama Gea kaget sebab itu adalah lukisan yang pernah ia lihat disalah satu tempat pameran dan pelukisnya bernama "GeZa". Gea teringat ketika ia sedang berada dalam ruangan tersebut ternyata Reza juga berada di sana tapi Gea tidak tau bahwa pelukisnya adalah Reza sendiri. Ketika Gea sedang mengingat-ingat kembali kejadian di pameran tiba-tiba saja Reza menelpon dirinya.
"Assalamualaikum" sapa Reza
"Waalaikumsalam"
"Kamu lagi apa Gea?"
"Aku lagi buka hadiah ni za"
"Apa hadiahnya?"
"Lukisan, ini beneran dari kamu?"
"Kenapa kamu gak percaya ya aku bisa ngelukis"
"Gak bukan gitu masih gak nyangka aja kamu bisa ngelukis secantik ini. Hmm tapi kapan kamu dapat ide membuat lukisan ini za"
"Itu udah lama banget Gea. Kemarin waktu aku pulang kampung aku gak sengaja liat kamu di tepi sungai. Aku takut mau deketin kamu jadi aku foto kamu diam-diam kemudian baru aku lukis. Lukisan itu mengekspresikan perasaan aku sama kamu Gea"
"Itu artinya kamu adalah fans aku dong za selama ini? Walau bagaimanapun terimakasih ya za, aku suka sama lukisan ini. Cantik"
Diujung telpon sana tampak Reza yang sangat bahagia mendapati Gea menyukai hadiah yang ia berikan.
Akhir pekan Gea memutuskan untuk pulang kerumah orangtuanya dikampung. Ketika sampai dirumah Gea melihat gelagat aneh dari kedua orangtuanya. Tanpa sepengetahuan Gea, ayah dan ibu gea telah menyiapkan sesuatu untuk anak kesayangan mereka itu.
"Assalamualaikum ayah, ibu"
"Waalaikumsalam nduk udah nyampe kamu nak" ibu nya menghampiri Gea dan langsung memeluknya.
"Iya ibu, Gea masuk kedalam dulu ya Bu, capek mau istirahat"
"Iya kamu segera istirahat, soalnya nanti ada acara.. upps" ibunya gea kelepasan dan langsung ditatap marah oleh suaminya.
"Acara? Acara apa Bu?" Gea penasaran dengan apa yang telah disampaikan oleh ibunya.
"Iya nanti ada acara selamatan dirumahnya pak Sahrul" ayah Gea yang menjawab pertanyaan dari Gea.
"Oooh. Kirain acara apa, ya udah yah,ibu Gea masuk kedalam dulu ya"
"Iya..iya.. kamu istirahat yang cukup ya nduk"
"Is kamu ini ngomongnya gak dijaga hampir aja kan ketahuan sama Gea" setelah kepergian Gea. Ayah Gea lantas memarahi ibunya.
"Ya kan aku gak sengaja bang keceplosan"
"Makanya lain kali hati-hati"
Bersambung...