Hoooooaaaammm.. Ya Allah nikmatnya. Andai dikota kayak dikampung begini kan enak bangun pagi berasa seger, hawanya bikin tenang" pagi itu Gea bangun tidur dengan perasaan bahagia ia tersenyum sambil membuka jendela dan menghirup udara segar sebanyak-banyaknya. Setelah merasa puas Gea berniat ingin mandi ketika melewati dapur Gea kaget dengan kehadiran sodara-sodara nya.
"Eh anak gadis baru bangun" sapa bik inem
"Hehehe iya nih bik, bibik kapan nyampenya? Ada apa kok tumben kesini pagi-pagi bik" Gea berjalan menuju bik inem dan kemudian ia menyalami wanita yang seperti ibunya itu.
"Eh nduk kok kayak gitu kamu nanya nya sama bibik, ibu yang suruh bik inem kesini pagi-pagi" bukannya bik inem yang menjawab pertanyaan Gea tapi ibunya sendiri.
"Ya kan Gea nanya aja Bu, kan selama ini gak pernah bik inem bertamu pagi-pagi"
"Ya kenapa memangnya kalo bik inem bertamu pagi-pagi begini, apa ada masalah sama kamu? Bukannya langsung mandi malah banyak nanya! Usah sana pergi mandi"
Tanpa menjawab Gea langsung pergi meninggalkan ibunya yang masih ngoceh dan menuju ke kamar mandi. Setelah selesai mandi Gea langsung disuruh ibunya kepasar membeli perlengkapan makanan yang ingin dimasak.
"Bu, ini kok banyak banget belanjanya kayak mau ada acara aja" Gea kaget mendapati daftar belanja yang cukup komplit ditangan nya dan sangat cukup membuatnya bingung.
"Jangan banyak tanya nduk, kamu beli aja semuanya jangan sampe ada satupun yang ketinggalan"
"Hmm nanyapun gak boleh" Gea berlalu meninggalkan ibunya dan segera pergi ke pasar.
"Gea..Gea.. bangun nak"
"Hmmm nantilah Bu bentar lagi, masih ngantuk"
"Eeehh bukannya bangun malah tarik selimut lagi, cepatan bangun kamu siap-siap sekarang"
"Siap-siap mau kemana Bu?"
"Udah bangun ih jangan kebanyakan tanya, sana mandi cepat"
"Iya Bu iyaaa"
Gea langsung menjalani perintah yang telah diberikan oleh ibunya soalnya kalo gak dijalani dan lama makin panjang ocehan dari ibunya.
Ketika Gea mandi ibunya telah menyiapkan pakaian dan segala pernak-pernik untuk Gea gunakan.
"Sini sayang, kamu pake ini baju ini" baju berwarna putih yang sangat cantik telah dibuat sebelumnya oleh ibunya.
"Mau kemana Bu kok pake baju kayak gitu?" Gea heran dengan ibunya.
"Udah kamu pake aja nduk jangan banyak protes".
Gea hanya bisa menurut apa yang disuruh ibunya tanpa banyak bicara karena rasanya juga percuma semua pertanyaan Gea tidak pernah dijawab oleh ibunya.
POV Reza
"Pa, ma kita mau kemana? Aku mau dirumah aja pa istirahat capek banget rasanya pegel-pegel satu badan"
"Udah gak usah banyak tanya kamu ikut aja, nanti kamu istirahatnya dijalan aja"
"Memangnya kita mau kemana" Reza masih bertanya dengan soalan yang sama kepada papa nya.
"Udah za kamu ikut aja apa kata papa kamu sebelum papa kamu marah, nih bajunya kamu pake yang cepat ya bentar lagi kita berangkat" bukannya mendapatkan jawaban dari pertanyaan malah dikasih baju sama mamanya.
Sepanjang perjalanan Reza hanya diam, banyak pertanyaan yang ingin ia ajukan tapi percuma kepalanya terasa sakit memikirkan pertanyaan-pertanyaan itu dan ia memilih untuk tidur. Setelah 4 jam perjalanan akhirnya mereka tiba ditempat yang menjadi tujuan utama mereka.
"Za..za.. bangun kita udah nyampe" mama Reza membangunkan anaknya itu dengan sangat lembut.
Reza langsung terbangun mendengar suara lembut itu. Dan ketika keluar mobil ia sangat kaget dan hanya diam mematung ditempat. Bagaimana tidak ternyata tujuannya papa nya Reza adalah rumah gadis yang diam-diam ia sukai itu. Reza masih mengucek matanya dan mencubit tangannya sendiri rasanya ini semua seperti mimpi.
"Za ayok masuk kita udah ditungguin, kok malah ngelamun disitu" pak Rizal membangunkan Reza dari lamunannya.
"oohhh i-iya pa" Reza tersentak kemudian mengikuti langkah kedua orangtuanya.
Setelah selesai menyapa dan menyalami semua orang, keluarga besar Reza kemudian duduk ditempat yang telah disediakan.
"Pah, kapan papa menyiapkan semua ini" Reza bertanya sambil berbisik kepada papanya.
"Kenapa memangnya? Tapi kamu suka kan?" Pak Rizal balik nanya dan malah menggoda anaknya itu.
"Ya kalo tau kesini aku buat persiapan yang lebih dari ini lah pah, ni muka aku lecek baru bangun tidur" Reza menyampaikan protes kepada papanya itu tapi hanya dibalas senyuman oleh papanya.
"Ya Allah cantik banget gadisnya ibu" ibu Gea sangat terpesona melihat anaknya selesai di make-up.
"Ya kan Gea memang cantik Bu hehhe"
"Iya-iya anak ibu memang luar biasa, eh itu kayaknya tamunya udah nyampe deh" ibu Gea mengintip kearah jendela tanpa sengaja Gea bangun dan coba mengintip juga tapi jendela kamarnya langsung ditutup oleh ibunya.
"Udah kamu duduk aja diam disini. Nanti kalo udah disuruh keluar baru boleh keluar"
"Memangnya ada apa sih Bu?"
"Bentar lagi kamu juga bakalan tau, udah kamu duduk diam dan tunggu disini. Ibu mau keluar sebentar mau nyambut tamu".
Gea pasrah dengan semua rencana yang telah disediakan oleh kedua orangtuanya. Mau menolak pun rasanya percuma bagi Gea ketika melihat kedua orangtuanya bahagia ia pun akan merasa bahagia.
"Nduk.. ayok keluar" ibu Gea datang menjemput anaknya untuk segera bergabung dengan para tamu yang telah hadir. Gea hanya menurut dan mengikuti langkah ibunya. Sepanjang rangkaian acara Gea hanya menundukkan kepalanya kebawah, ia sangat takut untuk melihat orang yang berada disekelilingnya. Ketika sampai pada acara pemasangan cincin Gea sangat nervous tubuhnya mengeluarkan keringat dingin. Ia sangat takut karena Gea tidak pernah memikirkan soal ini sebelumnya. Ketika diberikan segala pertanyaan pun ia hanya menjawab dengan anggukan kepala.
Reza yang melihat tingkah Gea yang kaku seperti itu hanya tersenyum dan menggelengkan kepalanya. Reza yang awalnya cemberut karena pertanyaan tidak dijawab oleh kedua orangtuanya, kini tersenyum lebar ketika mengetahui tujuan orang tuanya adalah ke kediaman wanita yang memang sangat ingin ia miliki.
"Kok dingin sekali tangan kamu nak"
Suara lembut itu sangat tidak asing ditelinga Gea, ia kemudian mengangkat kepalanya dan melihat kearah suara lembut tersebut dan benar saja itu adalah suara Mama nya reza. Barulah Gea sadar dan tau ternyata yang datang kerumah untuk melamar nya adalah keluarga Reza.
Tanpa sadar Gea mengeluarkan airmata nya, Gea masih tidak menyangka bahwa itu benar-benar nyata. Kini ia telah terikat dan sebentar lagi ia akan memiliki tanggung jawab sebagai seorang istri. Melihat Gea menangis mamanya Reza kemudian memeluk tubuh Gea dan menghapus air matanya gea. Gea membalas pelukan yang diberikan oleh mamanya Reza kepadanya, ia melihat kearah Reza dan tersenyum. Kemudian Setelah acara selesai Gea menyalami kedua orangtuanya Reza dan seluruh keluarganya.
"Gimana perasaan kamu" Reza bertanya kepada Gea
"Perasaan aku ya biasa aja sih, kenapa memangnya?" Gea kembali bertanya kepada Reza.
"Gak ada aku nanya aja, kirain kamu bahagia sama kayak aku" Reza memanyunkan bibirnya.
Gea hanya tersenyum melihat tingkah laku Reza.
Kemudian semua keluarga Reza pamit untuk pulang kepada keluarga besar Gea.
Sebelum pergi Reza menghampiri Gea dan membisikkan sesuatu ketelinga Gea.
"Aaa-aapa maksud kamu" Gea terperangah dan tidak percaya dengan apa yang dibisikkan oleh Reza.
Reza hanya tersenyum melihat ekspresi wajah Gea dan berlalu meninggalkannya yang masih terlihat bingung itu.
.