Sekarang “Jadi, siapa pria itu?” tanya Jane sambil kembali menggoreskan pecahan kaca yang di pegangnya dan sekarang lebih dalam dari sebelumnya. Tidak ada jawaban yang keluar dari bibir Daniel. Dia hanya dapat meringis kesakitan tak mampu menahan setiap luka yang di torehkan oleh Jane. Semakin Daniel tidak mau memberikan jawaban, maka semakin dalam juga luka yang di goreskan oleh Jane. “Kamu mau bicara atau membiarkan pecahan kaca ini yang bicara?” tanya Jane sambil mengalihkan pecahan kaca itu ke wajah tampan Daniel. “Jane, kumohon Jane jangan lakukan ini padaku,” kata Daniel. Tidak ada kata yang keluar dari bibir Jane, dia hanya tertawa terbahak mendengar suara permohonan Daniel. Semakin lama suaranya semakin tinggi hingga membuat dia mengeluarkan butir-butir bening di ujung matanya

