• AKU BERTEMU TANPA SENGAJA (2)

594 Words
Flashback on Azril POV             Hari ini aku sedang berada di pusat perbelanjaan tepatnya di stand foodcurt. Hari ini aku sedang hangout bersama teman-teman kampusku. Maklum menikmati masa libur sebelum mengospek adek tingkat. Oh ya kita belum kenal. Aku Azril Alli Zaflan seorang mahasiswa semester 5 jurusan Muamalat/Hukum Perdata dan Bisnis Islam, Fakultas Syariah. Aku bagian dari cerita ini. bisa dibilang aku tokoh peraganya. Entah mengapa penulis memakai aku sebagai tokoh ceritanya. Apapun alasannya ya aku bersyukur saja. Back to the story, sampai mana tadi? Ah ya......aku ingat. Aku hangout bersama teman-temanku di salah satu foodcurt yang ada di sana. Aku dan teman-temanku membicarakan banyak hal. Dari program ospek hingga rencana hangout selanjutnya.         Aku hangout dari pukul 10.00 WIB. Sekarang pukul 12.45 WIB. “Astaughfirullah belum sholat dhuhur.” Pekikku lirih setelah melihat jam tangan. “Eh bro liat jam sekarang!!” seruku. Teman-temanku langsung melihat jam tangan atau jam yang tetera di hp canggih mereka. “Jam 12.45.” jawab Dafa. “kalian endak nyadar kita udah nglewatin apa ?” “Apa? film atau bidadari surga.” Jawab mereka. “Duh......astaughfirullah bukan, kita belum sholat dhuhur.” Kataku. “Lho........ya Allah iyo yo wis ayo sholat.” Kata Rian. “Yo wis kalian duluan saja, biar ini aku yang bayar.” “Ok....thank you lho bro..” “hem.” Jawabku sambil melangkah ke kasir. Ku bayar semua tagihan yang kami pesan. Setelah dari kasir ku lihat teman-temanku sudah tidak ada. Ku segerakan langkah kakiku untuk menyusul mereka. Namun kemudian “Brukk...” aku menabrak seseorang dan barang belanjaan beserta dompet orang itu terjatuh. Orang itu mengucap istigfar. “Eh maaf-maaf...” kataku. “Eh iya mas endak papa..saya yang salah.” Aku dan dia (perempuan yang aku tabrak) memunguti barang-barang yang jatuh. Kemudian ada laki-laki yang datang membantu. Ku kira mungkin dia suami wanita berkerudung itu. Laki-laki itu langsung mengucap terimakasih setelah barang-barangnya masuk ke dalam tas semula. “Syukron mas udah bantu, maaf ya...” “Iya mas endak papa kok...lagian tadi saya juga salah.” Kataku. “Ya udah mas kami duluan yah.” “Assalamu’alaikum.” Kata kedua orang itu bersama-sama. “Wa’alaikumussalam.” Jawabku. Setelah itu mereka pergi dan aku melihat kebawah hendak melangkah ada sebuah cincin. Kuambil hendak ku kembalikan pada kedua orang tadi. Baru saja aku menoleh, mereka sudah tidak terlihat. Begitu cepat mereka melangkah. Ku lihat cincin itu, kuperhatikan ukiran di cincin itu. Indah, cincin emas putih dengan ukiran nama Azrina. ‘Mungkin ini nama si pemilik cicncin itu. Semoga aku bertemu lagi dengan mereka biar bisa ku kembalikan cincin ini.’  Kukantongi cincin itu agar tak hilang. Cincin ini harus aku jaga sampai aku bertemu pemiliknya dan kemudian mengembalikannya. Aku teringat dengan tujuanku tadi. “Ah ya...sholat dhuhur.” Kataku dan kemudian mempercepat langkahku agar segera sampai mushola dan langsung sholat. teman-temanku sudah mengambil wudlu. Mereka sudah bersiap-siap untuk sholat dhuhur. Mereka sholat dengan diimami oleh Dafa. Aku datang mereka baru masuk rakaat pertama. segera ku bergabung dan menjadi makmum masbuk. (Makmum masbuk adalah makmum yang tetap mengikuti sholat berjamaah namun sebelumnya terlambat mengikuti dari awal gerakan sholat. makmum masbuk peun wajib menambah gerakan sholatnya di akhir sholat.) Dua salam telah selesai dilakukan dan doa pun kemudian di panjatkan. Keluar mushola, aku mendapat pesan singkat untuk ke kampus memepersiapkan hal-hal yang diperlukan sekaligus rapat untuk acara ospek. Sebenarnya aku ketua BEM Fakultas Syaria’ah. Berhubung ospek pertama ini adalah ospek universitas. Maka seluruh anggota BEM fakultas yang ada harus ikut andil dalam ospek pertama ini. ♥♥♥♥
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD