Kediaman 4

690 Words
Prajurit muda tersebut terbaring dan tak sadarkan diri tepat di bawah kaki rose, seluruh prajurit terkejut dan merasa amat gelisah. Amat terasa aura gadis kecil yang amat menekan, hanya karena pandangan mata rose yang tajam seluruh prajurit terdiam. "Prajurit tingkat menengah di kalahkan satu pukulan saja"salah satu prajurit menelan ludah dengan tubuh di banjir rin keringat. "Kan sudah aku bilang serius "rose mengelus kepalanya merasa amat malas. "(Sudah aku duga, tadi itu bukan sengaja.... Nona muda memang berbakat) "marry tersenyum kecil dengan bangga melihat rose. "Baik tingkatan levenya sedikit 2 orang maju sekaligus! "Kata rose dengan senyuman senang. "Hahaha, ini baru tontonan ayo pengikut ku! "Hika meneriaki rose dengan penuh semangat. "Nona, hentikan 2 prajurit itu berlebihan! "Marry langsung memegang tangan kanan rose yang menggenggam pedang kayu. "Tenang saja, lagipula ini latihan iya kan semua! "Rose tersenyum manis. Namun terlihat kesunyian di seluruh prajurit, mereka tidak berani mengatakan apapun dan hanya diam membisu saja. Rose mengelus kepalanya, "jangan takut aku tidak menggigitku kok! "Rose tersenyum dengan aura memancar di seluruh tubuhnya. Namun para prajurit tetap dia membisu, "baik kalau begitu kau... Kau, maju"rose menunjuk 2 prajurit. Mereka langsung berdiri dan mulai menenangkan dirinya, dan saat di atas arena pertarungan terlihat mereka dengan kuda-kuda yang berbeda bersiaga. Rose langsung menggunakan kuda-kuda nya juga, terlihat marry melihat kedua sisi lawan dan mulai memberikan siaga. "(Tetap saja di gadis kecil, mana mungkin dia dapat mengalahkan 2 prajurit tingkat menengah seperti kami) "kata prajurit dengan kepala botak. Marry langsung menurunkan tangannya dan salah satu prajurit bergerak ke arah rose untuk menebas nya. Rose melompat menghindari prajurit tersebut, dan menjadikan tubuh prajurit tersebut menjadi pijakannya. Langsung saja lompatan yang cukup jauh mengarah ke pada prajurit kepala botak tersebut. Aduan pedang yang amat kuat antara rose dan prajurit tersebut, dan tidak disitu saja rose mendaratkan serangan bertubi-tubi kepadanya tanpa henti. Tubuh prajurit botak terkena serangan bertubi-tubi rose, dan dia mulai mencoba menebas rose. Rose melompat dan menghindari serangan, poni rose terkena sedikit tebasan prajurit tersebut. Namun mata prajurit tersebut terbuka lebar karena rose yang berputar di udara ternyata, telah bersiap menghantam pedang kayunya tepat di pipi prajurit tersebut. Prajurit tersebut tersenyum dan sadar karena tidak dapat menghindari serangannya. Tubuh prajurit terhempas keluar arena dan menyisakan satu prajurit yang berada di arena. Tanpa memperlambat waktu rose langsung mendaratkan pukulan ke pipi bagian kanan prajurit tersebut sampai dia terhempas juga keluar arena. "Fiuhhhh, nyaman nya! "Rose tersenyum senang. "Nona tanganmu berdarah! "Marry terkejut melihat tangan rose yang lecet. "Tenang saja, pakai air ludah pasti sembuh kok.... Selanjutnya! "Rose berteriak dengan penuh semangat. "Nona!... "Rose terdiam karena telah melihat seseorang naik ke arena. "Izinkan saya ikut nona"prajurit dengan pakaian yang agak menonjol tersenyum. "Wakil kapten! "Para prajurit terkejut. "Oh, ikan besar akhirnya muncul ayo! "Rose langsung melompat ke arah prajurit tersebut. "Tunggu nona! "Marry mencoba menghentikan rose namun sia-sia karena prajurit tersebut telah beradu pedang dengan rose. Rose dan prajurit tersebut beradu pedang amat cepat membuat seluruh orang tercengah, karena melihat pertarungan wakil kapten mereka. Namun karena tubuh rose merasa amat lelah dia lengah dan pukulan mengenai tangan kanan rose. "Nona! "Marry berteriak namun rose mengacungkan jempolnya. Rose tertawa amat senang dan mereka beradu serangan lagi, dan pukulan rose berhasil mengenai wajah prajurit tersebut sampai berdarah. Prajurit tersebut langsung menyerang bertubi-tubi kepada rose sampai dia terhempas dan terbaring di tanah. Prajurit tersebut dengan nafas terengah-engah, "(sudah lama aku tidak merasa kelelahan seperti ini) "wakil kapten tersebut mencoba meninggalkan rose. Namun dia terdiam karena rose masih sadar dan berdiri, terlihat senyuman mengerikan di wajah rose. Prajurit tersebut entah kenapa terkejut tubuhnya di banjirin keringat dan rasa takut karena merasa suatu sosok yang amat mengerikan. Rose melompat dan berada di depan prajurit tersebut, karena prajurit tersebut yang sudah merasakan hawa berbahaya. Dia langsung mendaratkan sebuah sihir bola api cukup besar tepat di depan rose. Rose terkejut dan menghindar walaupun bahu kanannya terkena serangan bola api tersebut. Tanpa di sadari prajurit tersebut, marry telah di belakangnya entah kenapa matanya melotot dengan pandangan mengerikan aura membunuh amat terasa di sekitarnya. Prajurit tersebut mencoba berbalik dan pukulan amat kuat mengenai tulang iga nya, prajurit tersebut merasakan 3 atau 4 tulang iganya yang patah. Bersambung.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD