Rose menuju tempat latihan para prajurit tersebut namun, dengan amat cepat marry menutup jalannya menghentikan rose.
"Nona, anda tidak diperbolehkan berada di sana! "Marry dengan pandangan mata tenang namun amat tegas.
"Ayolah marry, lihat otot-otot ku menangis"rose dengan wajah malas.
"Tetap tidak boleh! "Marry dengan aura yang amat kuat.
Rose duduk di tanah dan berpikir sejenak, marry merasa curiga dan mewaspadai segala tindakan yang akan di lakukan nona mudahnya.
Langsung saja rose berdiri dan menunjuk ke sampingnya, "lihat ada pegasus! "Kata rose.
Marry terkejut dengan perkataan rose dan menghadap ke sampingnya, dan dia tidak melihat apapun di sana.
Marry menghadap ke depan lagi dan rose setelah menghilang, dan ternyata di telah berada di dekat para prajurit yang sedang berlatih.
Terlihat beberapa prajurit dengan amat cepat mengayunkan pedangnya berkali-kali, namun rose berjalan di depannya dengan amat tenang tanpa terkena serangan pedang prajurit tersebut.
Prajurit tersebut tersadar dan melihat ke arah rose yang sudah berada di depan perlengkapan pedang kayu.
"Menarik sekali"rose menilai segala macam pedang kayu yang memikatnya.
"Anu, nona kecil siapa anda dan apa yang anda inginkan disini? "Terlihat seorang prajurit muda dengan wajah manis melihat rose.
Rose menundukkan sedikit kepalanya, "namaku roses rosemary, saya berada disini karena saya merasa tertarik dengan latihan kalian semua"kata rose.
"Oh begitu...... Tunggu nona muda roses, apakah anda sudah sembuh! "Prajurit muda tersebut terkejut.
Semua prajurit yang lain terkejut dengan perkataan temannya yang syok karena melihat nona mudahnya berada di tempat latihan seperti ini.
Semua prajurit langsung bertekuk lutut menghormati rose sambil menundukkan kepalanya.
"Maaf kami tidak menyapa anda nona muda roses! "Kata seluruh prajurit.
"Santi saja lagipula, aku kesini karena ingin sparing dengan kalian"rose langsung mengambil pedang kayu sedang dan memutar-mutar nya.
Para prajurit terkejut dengan perkataan rose namun tepat di samping rose, marry dengan mata tenang namun agak kesal melihat rose.
"Hentikan nona anda baru sembuh hari ini paham! "Langsung saja marry menarik pipi rose sampai melebar.
"Berisik, sudah aku bilang lihat otot-otot ku menangis lihat"rose menggulung lengan bajunya.
"Tetap tidak b-o-l-e-h"marry makin menarik bibirnya.
"Aduh-aduh hentikan pipiku bisa melebar... "Marry langsung melepaskan cubitan di kedua pipi rose.
Rose mengelus pipinya yang agak memerah, "aku mohon marry "terlihat rose menundukkan sedikit kepalanya.
Marry yang berhati baja yang keras kepala mulai melunak sambil menarik nafasnya.
"Baik tapi jangan memaksakan diri "marry menunduk sambil mengelus kepala rose.
Rose tersenyum kecil dan menundukkan kepalanya, "baik kalau begitu para prajurit terhormat, siapakah di antara kalian yang dapat bertarung denganku "marry menghadap melihat seluruh prajurit.
"Bagaimana dengan saya aja nona muda"kata prajurit muda tadi tersenyum senang.
"Baik kalau begitu ambil pedangmu "rose langsung berjalan menuju area pertarungan.
Tak beberapa lama kemudian, rose yang telah bersiap memukul pelan lantai dengan pedang kayunya, dan prajurit muda tersebut telah siap dengan kuda-kuda nya.
"Gunakan serangan terbaikmu atau kau akan pingsan satu serangan saja "kata rose yang melompat-lompat.
"Baik nona"prajurit muda tersebut tersenyum lucu.
Para prajurit yang lain ikut tertawa, marry yang telah menjadi juri memberikan aba-aba kepada dua pertarungan.
"Kalian siap mulai! "Saat tangan marry turun ke bawah sebuah bayangan yang bergerak amat cepat melewat di depannya.
Dan pukulan pedang kayu telak mengenai leher bagian kiri prajurit muda tersebut sampai membuatnya tak sadarkan diri.
Semua mata prajurit terbuka lebar dan merasa syok saat temannya yang telah kalah telak dengan satu pukulan saja.
Bersambung