Kediaman 2

474 Words
Waktu berlalu macam-macam gaun telah di kenakan rose, dibantu dengan marry yang mengenakannya namun terlihat raut wajahnya merasa tidak nyaman dan amat kesal. Langsung saja rose melepaskan gaun yang dia kenakan dan melemparnya ke lantai"Jangan bercanda woi! "Kata rose. "Tapi nona anda harus mengenakan gaun, atau tidak keluar sama sekali! "Marry dengan pandangan tenang namun penuh ancaman. "Kau bercanda, apa-apaan juga matamu itu! "Rose berteriak histeris. Hika yang tadi menahan tawa terbahak-bahak karena semua gaun yang telah di gunakan rose tidak cocok sama sekali. "Berisik kau hika! "Rose membentak hika membuat tawanya makin menjadi. Marry bingung ,"anda bicara dengan siapa nona? "Kata marry. Rose terkejut dan terdiam sebentar dia melirik ke arah hika, "marry kau tidak bisa melihatnya? "Rose menunjuk ke arah hika. Marry berpikir sejenak dan paham, "teman imajinasi ya, tenang saja nona saya juga memilikinya saat masih kecil namanya rebi kelinci besar"marry dengan pandangan tenang. "(Kau pikir aku nge halu huh?) "rose dengan tatapan bodoh. "Hahaha"hika tertawa terbahak-bahak melihat ekspresi rose, "oh ya aku sampai lupa bilang, di dunia ini hanya kau yang dapat melihat wujudku tehee"hika memukul pelan kepalanya. Pukulan cukup kuat mengenai kepala hika sampai dia terpingsan dan terbaring di tanah. "(Bilang dari tadi somplak) "rose dengan mata berkedut sambil menahan amarahnya. Marry yang tadi melihat rose tetap menunjukan pandangan mata kosong dan tenang. "Sedang bermain teman imajinasi ya"kata marry. "Bukan! "Rose menahan amarahnya. "Hahahaha"hika makin tertawa terbahak-bahak. "Tenang saja nona saya juga memilikinya ,iya kan rebi (Bagus aku harus ikut permainan nona muda) "kata roses sambil membayangkan menyentuh seseorang di sampingnya. Rose bertekuk lutut dengan mata kosong tanpa semangat, "terserahlah pokoknya aku enggak mau pakai gaun itu, jijik banget"roses memeluk kakinya. Marry dengan pandangan mata tenang dia mencari sesuatu lagi di dalam lemari, dan terlihat sebuah koper yang tertutup amat rapat. Marry membuka koper tersebut dan terlihat asap menyembul, bukanlah debu tapi seperti bahan pengawet agar suatu benda tidak dapat di makan rayap maupun lapuk termakan usia. "Wow! "Rose terkagum melihat pakaian set lengkap seperti prajurit. "Bagiamana nona ini saya membuatnya sendiri"marry langsung mengukur tubuh rose. Tak beberapa lama kemudian marry mulai mengenakan pakaian tersebut kepada rose, dan hasilnya membuat mata rose terbuka lebar dan kagum karena pakaian ini sangatlah pas di tubuhnya dan nyaman. "Aku ambil ini, bagaimana sekarang kita keluar ya"rose dengan penuh semangat. Marry menganggukkan kepalanya dan mulai mengantar jalan-jalan rose mengelilingi kediaman ini. Dia mulai menjelaskan berbagai macam tempat, agar ingatan rose kembali namun itu sia-sia saja. Dan tak beberapa lama kemudian terdengar suara pedang kayu beradu, dan gesekan sepatu yang mengenai tanah. Karena merasa suara tersebut akan menghiburnya, rose berjalan sendiri ke arah sana namun marry tetap berada di belangnya mengikuti dia. Terlihat tempat pelatihan yang di penuhi para prajurit yang berlatih amat serius. "Aku suka tempat yang ini "rose tersenyum senang karena mengingat saat masa dia masih memegang pedang di dunianya dulu. Bersambung.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD