Hika dengan wajah babak belur duduk di kursi sambil menundukkan kepalanya meminta maaf terhadap roses.
"Pelakor katamu hehehe..... Jangan bercanda woi! "Roses melotot dengan mata seperti hewan buas.
"Maafkan hamba nyonya roses "hika menundukkan kepalanya.
Roses mengelus kepalanya karena merasa amat kesal, "baiklah, mau bagaimana lagi "kata roses.
Hika tersenyum senang namun dia tetap gemetar karena roses masih merasa tidak mood dengan sebenarnya apa yang terjadi.
"Nona saya masuk "terdengar suara orang yg mengetuk pintu.
Pintu langsung terbuka dan terlihat wanita dengan pakaian maid dengan rambut hitam panjang, dan poni yang menutupi keningnya.
Wanita itu mendadak terkejut saat melihat roses, dia langsung berlari menuju roses dan mengecek seluruh tubuhnya.
"Nona anda sudah sadar"dia dengan gelisah dengan mata yang penuh ke khawatiran
Roses menyadari bahwa mungkin wanita ini dulu dekat dengannya, rasa gelisah dan tidak ingin kehilangan orang yang dia sayangi terasa karena tangannya gemetaran.
Tak beberapa lama kemudian dokter datang dan mengecek tubuh roses, terlihat senyuman di bibir dokter tersebut.
"Bagaimana kondisi nona"kata maid tersebut dengan pandangan mata tenang namun kedua tangan yang gemetar.
"Dia sudah pulih, hanya saja.... "Dokter tersebut mulai berbicara dengan maid tersebut empat mata saja diluar.
Roses melihat keluar pintu, dan Terlihat maid tersebut terkejut dengan apa yang di katakan dokter, dia memegang bahu maid tersebut sambil menggelengkan kepalanya.
"Aku hilang ingatan katanya"roses duduk di kursi kamarnya.
"Benar itu yang menguntungkan kita, jadi kau dapat mengenal orang-orang baru bukan"hika tersenyum kecil.
Tak beberapa lama maid tersebut datang dan masuk ke dalam kamar roses, dia gemetar dan gelisah dan tidak berani melihat roses.
"Tenang saja semua akan baik-baik saja"kata roses.
Dia melihat ke arah roses dengan senyuman senang di bibirnya, maid tersebut berjalan dan bertekuk lutut menangis di kaki roses.
Tak beberapa lama maid tersebut mulai tenang namun dengan mata yang agak membengkak.
"Baik kalau begitu, bagaimana jika anda memperkenalkan nama anda terlebih dahulu? "roses mengarahkan tangannya ke arah maid terebut.
"Namaku adalah marry, anda yang memberikan nama tersebut saat saya berada di jalan dan hampir mati"kata marry dengan senyuman kecil di bibirnya.
"Begitu ya, tadi kalau tidak salah namaku roses bukan.... "Roses melirik marry.
"Benar nama anda adalah roses rosemary Putri dari duke dan duchess kerajaan Aquila"marry membungkuk menghormati nya.
"Begitu ya, jadi rosemary nama belakang yang Indah.... Tapi satu hal yang pasti kenapa tubuh ini lemah sekali "roses melihat tangan kanannya.
"Nona tidak sadarkan diri selama 2 minggu, wajar jika tubuh anda lemah"kata marry dengan pandangan mata tenang.
Roses berpikir sejenak dan berdiri dari kursinya, "baik ayo kita pergi jalan-jalan.... Hika kau juga ikutan"roses tersenyum senang.
Marry bingung dan hika menunjukan raut wajah amat senang, namun mendadak marry menghentikan langkah kaki roses karena pakaiannya.
Tanpa roses memberikan perintah marry langsung membuka lemari pakaian dengan banyak macam-macam gaun yang berbeda-beda.
"(Apa-apaan ini jijik banget!) "roses dengan ekspresi wajah menggelikan saat melihat sesuatu.
"Hahahaha"hika tertawa terbahak-bahak di samping roses.
Bersambung.
.