7. Be my girl

1278 Words
Bab ini berantakan sejak dicopas ke sini. Belum sempat revisi. Harap maklum. Bahasa berubah dan tak beraturan. Pagi Sunshineeee! Gue melompat senang melewati jembatan cinta. Di ufuk timur, Sang Mentari mulai menyinari penjuri bumi. Wah, cantiknya. Gue merapatkan jaket dan syal yang gue pakai. Di sepanjang jembatan menuju pulau tidung kecil, gue bisa melihat ada beberapa orang bergandengan tangan. Ada juga anak-anak kecil berlarian yang menunggu orangtuanya yang udah jauh di depan. Ikan-ikan mulai bermunculan dan ombak menyapa dengan lembut di pagi ini. Gue jadi teringat kejadian semalam. Ditempatkan ini hampir sama dengan yang lain Danola yang nolongin gue. Ini semua gara-gara Dilo! Coba aja mereka nggak ciuman di depan gue. Tapi, itu hak mereka. Namanya juga orang pacaran. Tapi, kenapa rasanya enak ya setiap ingat kejadian itu. "Pin?" Gue menoleh ke belakang. Tebakan gue benar, itu Danola. Dia terlihat keren dengan sweeter putih. Danola emang selalu keren, tahu aja yang baru sadar kali ya? "Hem ... hmmmmm ..." Danola menggaruk-garuk seperti orang kebingungan. Tangan gratis ada di belakang belakang. Gue diangkat alis bingung. Kenapa Danola jadi kayak pengasinan gini sih? "Danola lo kenapa?" anya gue bingung. Danola makin asin, keliatan dari mulutnya yang mangap-mangap nggak jelas. "Gue ... hmmm?" Danola mengangkat sebelah alisnya bingung. Wah, dia manis banget kalo kayak gitu * _ * "Hemmm?" Gue ikut mengangkat alis bingung. “Okeh!” Danola menarik nafas dalam lalu maju selangkah. Dia menarik tangan kanannya yang tadi ada dibelakang punggung. Dia menyodorkan toples kaca berisi kupu-kupu cantik. Itukan kupu-kupu yang waktu itu ... "Lupin cantik ... mau ngasih tau sesuatu sama lo ..." katanya hati-hati. Sekarang, bola berwarna cokelat itu menatap gue dalam-dalam. "... Ya?" "Tau kenapa gue suka kupu-kupu?" "Hemm? Karna lo kan calon dokter hewan. ”Jawab gue. "Haha." Danola tertawa kecil. Dia meletakkan kaca itu ditelapak tangan gue. "Hem… suka kupu-kupu karna lo ..." kata Danola sambil tersenyum manis. Sebelum gue membalas, dia diangkat meminta tanda untuk gue diam dulu. “Selama ini, lebih baik untuk orang yang lebih baik. Lo jatuh bangun untuk jadi diri lo yang sekarang. Hari demi hari lo belajar dan bersabar melewati masa-masa sulit itu. Lo dan kupu-kupu ini sama, melewati proses panjang untuk bisa terbang dan menentukan pada semua kalo kalian itu… cantik. ”Kata Danola sambil tersenyum. ..... Gue tertegun. Mencoba mencerna apa yang dimaksudkan dengan ucapan Danola. Sementara itu, sinar matahari mulai meninggi dan menerangi tempat kami berdiri. "Pin ... lewat kupu-kupu ini, gue mau bilang kalau ... gue ..." Danola menyetujui tangan gue dengan lembut. "Gue suka sama lo ... pliss ... Jadilah GADIS SAYA ... Jadilah KUPU-KUPUU ..." kata Danola dengan mata berbinar-binar. ……………. DANOLA NEMBAK GUEEEEEEEEE ???? SERIUS? BENERAN? HAAAAAAAAA? Oo DANOLA SUKA SAMA GUEEEEE? SEJAK KAPAAAAAAAAAAAN? “Oke… mungkin masih bingung. Gue janji akan jelasin ini nanti. Gue juga nggak minta lo jawab sekarang. Gue mau lo jawab lewat kupu-kupu ini ... ”kata Danola lagi. Membuat mulut gue makin mangap-mangap nggak jelas. “Kalau lo terima gue, lepasin kupu-kupu ini sebagai tanda lo mau buka hati lo buat gue. Tapi, kalo nggak… kembaliin kupu-kupu ini ke gue. Saat itu, gue tau hati lo buat buat gue… ”kata Danola masih dengan senyum manis. "Berapa lama?" Tanya gue mengedip bingung. "Secepatnya kalo bisa ..." jawab Danola dan senyumnya melebar. Danola suka sama gue? Harusnya gue sadar itu dari dulu karna selama ini Danola selalu ada disaat gue butuh. Ingatan kembali memutar masa-masa saat bersama bersama Danola. Setiap dibuka jendela kamar, maka yang pertama kali gue lihat adalah senyumnya. Danola selalu bisa membuat gue tertawa. Dia bisa membuat gue menjadi terlindungi. Dia memperlakukan dengan sangat baik! Harusnya gue sadar dari awal! Danola juga udah menyelamatkan gue malam itu! Mungkin ini sudah berakhir untuk gue jatuh cinta lagi. Danola pasti orang yang tepat! “Danola biar gue jawab sekarang!” Kata gue saat Danola mau beranjak pergi. "Nggak, Pin. Kita nggak tau apa yang terjadi nanti, besok, dan besoknya lagi. Jawab dengan hati. Jangan dengan logis. ”Kata Danola lalu pergi. Masih tertegun setelah Danola pergi. Gue memandangi kupu-kupu cantik bercorak kuning di dalam toples yang Danola terima kasih. “Danola gue mau jadi pacar lo!” Kata gue karna diterima Danola kembali. Zzzzzz @ # @ $ #% $ # ^% Kenapa malah cowok itu yang nongol siiiih? **** "Danola gue mau jadi pacar lo!" Diloentikan langkahnya. Lupin berdiri di hadapannya sambil memegang botol berisi kupu-kupu. Sebenarnya, dia udah lama berada di tempat ini. Sejak pertama kali Danola datang, dia udah duduk disisi jembatan. Kadang mereka bertapa hanya sebentar. Dan dia juga mendengarkan apa aja yang Danola dinilai ke Lupin. Mendengarnya saja udah cukup menyakitkan. "...." "...." Berkaitan dengan saling untuk beberapa lama. “Ngapain lo disini?” Tanya cewek itu galak. Dilo menaikkan satu alisnya. “Nggak, mau cuma mau tanya aja, lo ngapain semalam nyebur kalo nggak bisa berenang?” Tanya Dilo sambil tertawa kecil. “Gue jatuh.” Jawab cewek itu nggak minat. Keningnya mengerut kesal. Membicarakan dia benci berbicara dengan Dilo. "Oh ..." “Membiarkan ada Danola yang nolongin gue, kalo nggak gue pasti akan mati! Ikatan batin gue sama Danola emang nggak diragukan lagi. Kapanpun butuh dia, dia selalu ada. Setiap gue buka mata ... ”kata Lupin tersenyum lebar. Dilo menarik nafas dalam. "Oh ... iya gue juga liat dia nolongin lo sampe mencoba kehabisan nafas ..." kata Dilo menatap Lupin lekat-lekat. Cewek itu menyeringai. Dia tersenyum sombong lalu pergi. “Gimana?” Seseorang menepuk pundaknya. Dilo tau itu siapa. Kenny, cewek itu bersandar di sebelahnya dengan senyum manis. Angin menerpa memecahkan yang putih bersih. “Udah terlambat. Lebih baik kita biarin mereka bahagia ... ”kata Dilo menerawang langit. "Belum! Aku nggak mau perjodohan aku sama Danola batal gitu aja. 7 tahun aku nunggu waktu ini. Jika tahun ini Danola nggak pulang ke Jerman, perjodohan itu akan dibatalkan! Aku nggak mau itu terjadi! Apa pun, aku akan membawa Danola pulang! ”Kata Kenny sambil meremas kalung yang dipakainya. Kalung yang dulu menjadi tanda dia dan Danola adalah SATU. Tapi, karna kesalahan yang dilakukan Kenny, Danola pergi meninggalkannya dan mengatakan lewat telpon jika perjodohan mereka harus dibatalkan. “Bukannya melihat orang yang kita sukai, itu lebih dari cukup?” Tanya Dilo. Kenny bungkam dan terlihat membingungkan untuk dijawab. "Aku akan berhenti ... setelah aku berjuang habis-habisan ..." kata Kenny dengan senyum manis yang penuh keraguan. **** “WOAAAAAAAH! KAK DANOLA TELANJAAAANG! ”Pekik Alodia dengan mulut mangap penuh iler. Gita yang sedang asik menikmati mie rebusnya langsung dan menarik tubuh pendek Alodia. Dia berjinjit sedikit dan mengintip Danola dari tembok yang menggantikan mereka dengan kamar mandi di sebelah. Kamar mandi yang lebih mirip pemandian air panas. Gita mangap-mangap kaget. Ilernya menetes-netes menerima pengaruh yang berkedut penuh minat. "IIIH KAGIT PORNOOOOOO!" Teriak Alodia sambil menjambak-jambak rambut ikal Gita. “Apaan sih lo cebol!” Bentak Gita merasa terganggu BANGET. “KAGIT TUKANG NGINTIIIIP!” Teriak Alodia mencak-mencak. “SEKSIIII BANGET GILAK!” Kata Gita menggebu-gebu. Di seberang sana, Danola sedang… yaaa… .sedang… $ # @ $ # @% # @% Sedang berendam di kolam renang sedang yang airnya hangat. : P “KAK DANOLAAA KAGIT NGIN_hmmmfffuuffu hmpp!” Gita buru-buru membekap mulut bocor Alodia dengan berteriak. “Lo mau liat jugakan?” Bisik Gita. Alodia manggut-manggut penuh minat. Dua cewek akhirnya diambil dari bangku yang ada di sudut ruangan lalu naik ke atas. Sesekali mereka menunduk jika Danola melihat ke Arah mereka. “SEKSI BIIIIINGIIIIIIT!” Geram Alodia dengan gigi gemertakan. “Suara lo cebol!” Kata Gita sambil meremas b****g Alodia yang ada di sebelahnya. Menyetujui menatap Danola penuh minat. Mereka memutuskan setiap gerakan Danola. Saat Danola menggerakkan gayung. Saat Danola mengacak-ngacak rambutnya yang penuh busa. Saat Danola sikat gigi dan saat Danola mulai beranjak dari tempat kedua cewek itu semakin heboh. "Ka ,,, kagit ... A ... Alodia ... nggak bisa nafas nih!" Kata Alodia sambil mengibas-ngibaskan tangan di depan hidungnya. Dia melihat Gita yang melotot penuh minat. "Ngapain kalian?" Tiba-tiba suara itu muncul mengangetkan mereka. Dilo, cowok itu berdiri berkacak pinggang tepat di pinggir tembok. "Ngintip ya? Gue bilang Danola nih? ”Ancam Dilo sambil geleng-geleng kepala. "Ja ... jangan kak!" Mohon Alodia. “Danolaaaa… ada yang ngintipin lo dari tadi niiih!” Teriak Dilo yang otomatis membuat Alodia dan Gita merunduk. BUKKH. GUBRAKK Lebih oleng dan jatuh membentur lantai. “Aaaaaa Dilo resek!” Maki Gita kesal. “Kualat! Makanya, jangan suka ngintip! ” kata Dilo sambil mendongakkan, melihat Gita dan Alodia yang jatuh tengkurap. “.....” keduanya terdiam. Terlalu malu untuk menjawab.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD