8. Dilo

477 Words
Krieeek. Jendela di seberang terbuka setelah beberapa hari tertutup. Dilo mengintip sedikit ke bagian dalam kamar tetangganya itu. Cewek itu ada, pakai kaus lengan pendek berwarna emas. Dia terlihat manis. Sama seperti dulu. Dilo jadi Ingat kejadian 10 tahun yang lalu. Waktu itu, dia memanggil Lupin dengan sebutan 'SETAN OMPONG. Akibatnya, selama dua bulan lebih, jendela tertutup. Bahkan, di sekolah, cewek itu terus menghindarinya. Sampai akhirnya, setelah berhari-hari menunggu jendela itu terbuka, sebuah kepala muncul membuka gigi yang besar dan maju ke depan. Terang aja itu mengejutkan dan teriak kesulitan. "MAAA ... ADA SETAN BONENG!" DULU, memang dia nggak suka melihat Lupin. DULU, memang dia selalu usil dan suka membuat Lupin nangis. Ganti anak itu sehari-hari, ganti uring-uringan. Seperti anak kecil yang kehilangan mainan kesukaannya. Tapi, itu DULU. Setelah tiga tahun pindah ke Jerman. Sebuah surat yang mengingatkannya dengan cewek itu. Dear Dilo Kau bintang di hatiku ... Sinari setiap hariku… Kau matahariku ... Maukah kau jadi pangeran kuda putihku? “Cewek boneng, gendut, hitam, bau! Bagaimana kabarmu? ”Katanya dan tertawa setiap mengingat wajah Lupin. Surat itu dia pajang di kamarnya. Dan setiap dia membaca surat itu, senyum di mengembang. “Bagaimana kabarmu?” - ketika beranjak berumur 14 tahun. “Apa sekarang kamu sudah jadi gadis yang cantik? ”-Ketika beranjak berumur 16 tahun. "Apa kabar? Masih mengingatku? ”- ketika beranjak berumur 17 tahun. “Berjuanglah! Bukan untukku, tapi untukmu ... " - ketika beranjak berumur 19 tahun. Di usia yang menginjak 20 tahun. Dilo masih menanyakan hal yang sama pada surat itu.  Sampai akhirnya, ada sesuatu yang meminta curiga dan bertanya-tanya. Di media sosial milik Danola penuh foto-foto seorang gadis cantik. Dari semua gambarnya, Dilo tau itu foto yang diambil Danola diam-diam. Ada satu foto yang membuat Danola mewujudkan siapa gadis itu. Foto saat gadis memeluk boneka kelinci putih. Hari itu juga, dia memutuskan untuk pulang ke Indonesia. Dan untuk pertama kalinya, saat dia melihat Lupin setelah 10 tahun lamanya. Hatinya bergetar hebat. Dia dan foto itu nggak ada bedanya. Dia tumbuh jadi gadis yang cantik. Dia menepati janjinya. "10 tahun lagi, kamu akan jatuh cinta sama aku …………." Dan kebodohan yang terlanjur dilakukannyai adalah, berpura-pura dihadapan Lupin dan Danola… Sekarang apa? Membiarkan Lupin bersama Danola? Lagipula, Lupin sepertinya… tidak menyukainya lagi… Dilo terkekeh. Tentu saja! Cewek itu pasti membencinya karna kejadian 10 tahun yang lalu. Dilo udah mempermalukannya di depan semua orang. Dilo bahkan liat cewek itu menangis sesunggukan di dalam kamar. Sebenarnya, saat melihat Lupin menangis, ingin merasa meminta maaf, tapi niat itu diurungkannya karna malu dan gengsi. "Ehem ..." Dilo sengaja berdehem saat melihat Lupin nongol di depan jendela. Cewek itu menengok malas-malasan. "..." "A-ada bg Rey, nggak di rumah?" "Ada, di kamarnya." "Oh, oke." kata Dilo lalu pergi. “Nggak jelas!” Kata cewek itu lalu keluar dari balkon kamarnya. ♡
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD