82 - Keluarga Besar,Katanya

2127 Words

“Engga papa,Nin.” Bisik Alga padaku sebelum kami berjalan berdampingan memasuki rumah mewah didepan sana,bukan rumah Ayah tetapi milik kakekku katanya. Hanya saja aku tak mau mengetahui Namanya,aku kadang tak mau tau soal apapun. Sepanjang masuk aku disambut dengan banyaknya pelayan yang membungkuk hormat padaku. Alga juga masih menggenggam tanganku. Sesekali menunduk menatapku sembari tersenyum. “Mama senang banget pas tau kamu anaknya siapa,langsung dikasi restu. Tapi Nin,tanpa identitas kamu ini kayaknya mama sudah setuju dengan hubungan kita. Dia agak takut melihatku pas kamu hilang setahun kemarin. Identitas kamu ini hanya pendukung keraguan 20%-nya aja” aku mendengus kesal mendengarnya. Jangan katakan aku jarang bertemu dengan Khansa,malahan sudah biasa sekali. Semenjak aku kembal

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD