Tamparan

2104 Words

Niswah pov Aku masih terkapar tidak berdaya diruangan persegi ini, nuansa putih dan aroma obat langsung menyambutku dikala aku membuka mata,kulirik ke samping terdengar dua manusia yang saling bercengkerama dan itu suara Nabila, tidak salah lagi, lalu apa dia yang menangis? Menangis kenapa? Ah! Kepalaku sangat sakit. "Eunggh..." eranganku berhasil mengalihkan perhatian keduanya, Nabila langsung berlari menubruk tubuhku, memelukku sangat erat sampai membuat aku sesak, lalu terdengar lagi isakan yang tadi sempat aku dengar. Aku bingung, tentu saja. Kutatap Mas Lukman meminta sebuah penjelasan apa yang terjadi dengan sahabatku, dan sepertinya Mas Lukman paham akan tatapanku. "Niswah, ada hal yang harus Mas sampaikan padamu,ada dua kabar, satu kabar baik dan satu lagi kabar buruk, kau akan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD