Penyerangan 2

1010 Words

Melihat Fika terluka membuat sang Ayah spontan keluar dari mobilnya dan berlari ke arah Fika. "Fika, kamu nggak apa-apa, Nak?" tanya sang Ayah khawatir. Fika sedikit kaget dengan kehadiran Ayahnya. Meskipun tinggal 5 orang, mereka tidak bisa di remehkan apalagi tenaga Fika mulai terkuras, Fika sangat khawatir terjadi apa-apa dengan sang Ayah. "Fika nggak apa-apa, Yah. Kenapa Ayah keluar?" tanya Fika. "Kamu terluka, Ayah nggak bisa diam saja di mobil melihat anak Ayah terluka gini!" bantah sang Ayah khawatir. Fika tersenyum lalu mendongak. Matanya terbelalak tatkala melihat pistol yang teracung mengarah ke Ayahnya. Sang Ayah tidak sadar karena posisinya membelakangi mereka. "AYAAHHHH!" DOR!! DOR!! DOR!! Fika menghembuskan nafasnya lelah sementara sang Ayah masih diam mematung. Unt

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD