“Nayla mana?” tanya Hadi pada Willona yang hendak bersiap pergi ke lokasi syuting. Ia agak terburu-buru karena takut terlambat, bisa-bisa ia kena semprot lagi kalau mengundur waktu. Dunia artis tak selalu enak, pemain sinetron sepertinya sering juga didamprat kalau dianggap tidak profesional. “Tuh, ada di kamarnya. Lagi murung.” “Murung kenapa?” Kedua alis tebal Hadi bertaut. Dibalas Willona dengan mengendikkan kedua bahu. “Jagain, ya. Aku buru-buru, nih. Dah!” Willona melangkah cepat keluar rumah, Pak Rahmat dan Hendra sang Bodyguard sudah menunggunya sejak tadi. “Katanya buru-buru, tapi kok lama?” Hendra membukakan pintu mobil untuk Willona. Setelah gadis itu masuk, ia segera buru-buru masuk mobil, duduk di samping Willona. “Nayla bad mood. Mungkin cemburu saat aku bilang kalo aku d

