Bab. 41

2019 Words

 Angin pantai berembus kencang. Dinginnya sampai ketulang. Beberapa anak buah Sam maju, bersiap menyerang Ben. “Saya tidak menyangka pengkhianat sepertimu berani main keroyok.” Ben menggenggam pedangnya kuat-kuat. Lihatnya wajah sinis Sam lalu menatap orang-orang di hadapannya dengan buas. Ben tidak keberatan untuk melibas batang leher para mafia itu. Satu-satu mereka menyerang, menggerakkan pedang ke arah Ben. Ben tak perlu berpikir panjang untuk menghabisi semuanya. Gerakan cepat dan tepat, ia berhasil melukai dua orang sekaligus dalam satu gerakan. Mereka semakin tak terkendali, saat itu Noel muncul, ia melompat di belakan Ben mengacungkan pedangnya. “Noel?” Sam terkejut, dilihatnya Noel tersenyum miring. “Dasar pengkhianat!” Noel tidak menjawab. Ia tak bermaksud menyakiti Sam, ia h

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD