Part 7: Kejutan Kecil

1099 Words
Setelah menyerahkan diri masing-masing pada subuh pertama mereka. Keesokan harinya Nayla dan Ridwan berangkat ke Jogja untuk honeymoon. Sekalian mampir ke Jepara ketempat ayah dan ibu Ridwan. Ridwan sudah menawarkan honeymoon ke luar negeri tapi Nayla menolak karena memikirkan anaknya--Danar. Nayla tidak ingin meninggalkan Danar terlalu lama. Kalaupun mereka jadi keluar negeri pasti memakan waktu seminggu lebih dan lelah diperjalanan. Di Indonesia juga banyak destinasi wisata yang luar biasa indah. Akhirnya diputuskan mereka akan ke Jogjakarta. Banyak tempat dan destinasi wisata yang mereka kunjungi selama di Jogja. Apalagi ketika sampai di Malioboro, Nayla langsung kalap membeli banyak oleh-oleh daster dan batik untuk sahabat dan teman-temannya di klinik tempatnya bekerja. Mereka juga pergi ke Gunung Kidul untuk menikmati wisata pantainya. Hampir 3 hari berkeliling di kota Jogjakarta, rencananya 2 hari kedepan mereka akan ke Jepara untuk bertemu ayah dan ibu Ridwan. Nayla dan Ridwan masih bergelung di tempat tidur kamar hotel yang mereka pesan selama honeymoon ini. Nayla yang hanya memakai selimut untuk menutupi tubuh polosnya menggeliat karena tangan kekar sang suami yang memeluk posesif pinggangnya terasa sesak. Ia melihat jam weker di atas nakas, sudah pukul setengah lima pagi, Nayla segera bangkit. Belum juga bangkit sang suami seketika menarik tubuhnya. "Mau kemana Nay?" Tanya Ridwan dengan suara serak khas orang bangun tidur. "Udah subuh mas mau mandi terus sholat" ucap Nayla masih berusaha melepaskan pelukan Ridwan. "Sebentar, Aku masih pengen peluk kamu" Ridwan semakin erat memeluk Nayla. "Kan semalem udah mas, malah lebih dari peluk" aku Nayla sambil tertawa. Semenjak mereka menikah hampir setiap malam mereka melakukan olahraga serta ibadah malam. Apalagi Ridwan yang hampir 5 tahun menduda, butuh kasih sayang extra. Ditambah stamina suaminya yang berlebihan karena rutin olahraga di gym. Seakan tak rela, Ridwan mengerucutkan bibirnya seperti anak kecil. Salah satu sifat Ridwan yang baru di ketahui Nayla semenjak menikah adalah sifat manjanya. Jika sudah seperti ini Nayla tau bagaimana menjinakkan sifat manja sang suami. Ia menciumi seluruh wajah Ridwan dan mengecupi bibirnya. "Nanti kan masih bisa mas, aku mau mandi terus sholat dulu" Ridwan mau tak mau melepaskan rengkuhan tubuh Nayla. Perjalanan ke Jepara dari Jogja memakan waktu kurang lebih 5 Jam. Tadinya Nayla ingin menggantikan Ridwan menyetir mobil tapi Ridwan tentu saja menolak dan berkata masih sanggup. Rumah ayah dan ibu Ridwan di Jepara sangat unik karena banyak menggunakan ukiran kayu jati juga sangat asri. Sang ibu banyak menanam kebun bunga. Meskipun sang ibunda Ridwan berasal dari Turki tapi kemampuan bahasa Indonesianya sangatlah baik--maklum sudah berpuluh-puluh tahun menetap di sini. Awal mula pertemuan ayah dan ibudanya, saat sang ayah mengikuti program pertukaran pelajar ke Turki. Kebetulan sang ibu--Hansa mengikuti program pendidikan yang sama. Dari sanalah tumbuh benih-benih cinta diantara keduanya. Mereka menikah dan sang ibu menetap di Indonesia setelahnya. Kedua orang tua Ridwan sangat menerima dan menyayangi Nayla. Ridwan anak kedua dari tiga bersaudara. Sang kakak, Yusuf Al Ghifari berada di Australia bersama sang istri dan anak-anaknya. Saat resepsi pernikahan mereka, sang kakak datang bersama keluarga kecilnya. Saat melamar Nayla pun sang kakak ikut datang. Adik bungsunya Fauzan Al Ghifari tidak dapat hadir saat resepsi karena sedang berada di tanah kelahiran sang ibunda, Turki. Nayla belum pernah bertemu Fauzan. Hanya melihat lewat foto Saja. Nayla dan Hansa sedang sibuk di dapur. Hansa mengajari Nayla membuat pindang serani makanan khas Jepara. "Ini makanan kesukaan Ridwan, dia kalau pulang ke Jepara pasti request suruh masakin ini sama ibu" Nayla mengamati sang mertua dengan seksama. Mempelajari makanan apa saja yang disukai sang suami. Dilihat sang suami sedang asyik mengobrol dengan sang ayah. "Nay, panggil ayah dan Ridwan buat makan siang, kalau ngobrol suka gak inget waktu" kata sang ibu mertua. Nayla segera memanggil sang suami dan ayah mertua untuk makan siang. Suasana hangat dan kekeluargaan membuat Nayla betah. Ridwan juga mengajak Nayla mengelilingi kota Jepara. Juga mengunjungi galeri kayu jati milik ayahnya. Tak terasa sudah dua hari,waktunya Nayla dan Ridwan kembali ke ibu kota. Nayla sangatlah bersyukur mendapat suami seperti Ridwan. Danar sang anak juga sudah menerima Nayla sebagai ibu. Keluarga kecil mereka membuat Nayla bahagia. Apalagi komunikasi yang baik membuat mereka tidak canggung lagi. Saat Ridwan meminta haknya-pun Nayla sudah bisa membaca dari gesture tubuh sang suami yang malah terlihat lucu dan menambah keharmonisan rumah tangga mereka. Pernikahan mereka sudah hampir satu bulan berjalan, sejauh ini semuanya baik, malah sangat baik. Nayla masih bekerja di klinik,meskipun ia mengurangi jadwal kerjanya. Sebisa mungkin ia menemani Danar untuk terapi dan mengunjungi yayasan. "Nay, Alhamdulillah aku hamil, seminggu yang lalu aku cek hasilnya positif" kata Salsa. "Alhamdulillah, selamat ya Sal aku ikut bahagia" Nayla segera memeluk sang sahabat. Pernikahan mereka berdua berdekatan hanya selisih 2 Minggu. "Kamu gimana? Belum cek?" "Aku malah lupa belum ngecek"kata Nayla jujur. "Tapi usaha jalan terus dong" kata Salsa menggoda Nayla. Nayla hanya menggelengkan kepala melihat tingkah sang sahabat yang menggodanya. Nayla tiba-tiba mengingat sesuatu "Astaghfirullah Ini tanggal 20 kan? Aku telat lima hari sal. Biasanya aku mens tanggal 15" "Jangan-jangan kamu hamil Nay. Ayo aku temenin ke apotek buat beli testpack" Nayla tak berhenti bersyukur atas nikmat dari Allah yang terus menerus memberikan kebahagian untuknya. Menikah dan langsung diberi titipan berupa calon buah hati. Selama perjalanan pulang Nayla tak hentinya tersenyum. Ia sengaja ingin memberikan kejutan untuk sang suami. "Assalamualaikum istriku cantik" kata Ridwan seraya memeluk sang istri dari belakang. Saat ini Nayla sedang memasak makan malam untuk Ridwan. Ia tidak mengetahui kalau sang suami ternyata baru saja pulang. "Ya Allah mas ngagetin aja" "Maaf, kamu sih sibuk masak, sampai suami pulang gak tau" Ridwan segera memeluk dan mencium pelipis sang istri. Nayla kemudian membalas dengan mengecup bibir Ridwan. Tapi yang namanya Ridwan tentu saja kecupan saja tidak cukup. Mereka cukup lama saling mengecap bibir masing-masing. Sampai Nayla memutuskan pagutannya. "Mas ada yang mau aku omongin" "Apa?" Tanya Ridwan penasaran "Nanti aja di kamar" jawab Nayla. Ridwan menunggu Nayla di kamar mereka berdua. Ia penasaran apa yang akan Nayla bicarakan padanya. Nayla sengaja berlama-lama untuk tidak segera masuk ke kamar. Sengaja menyiapkan kejutan untuk Ridwan. Ia membawa testpack dibelakang punggungnya. Nayla membuka pintu dan perlahan-lahan mendekati sang suami. "Mas kamu bakalan jadi ayah lagi" kata Nayla seraya memberikan testpack kepada Ridwan. Ridwan terkejut tapi setelah itu senyum tak henti mengembang di bibirnya. "Alhamdulillah,makasih Nay, makasih istriku sayang" Ridwan segera memeluk Nayla dan berlutut untuk mencium perut Nayla. "Hallo sayang, ini ayah" Ridwan mengelus perut Nayla. Nayla bisa melihat Ridwan sangat bahagia. "Baru 4 Minggu mas, tadi udah cek ke dokter. Sengaja sama salsa soalnya buat kejutan buat mas" kata Nayla. Buru-buru Ridwan memberi kabar ayah dan ibunya serta Abah dan kakak-kakak Nayla. Semua keluarga, sahabat dan teman-teman Nayla ikut bahagia mendengar kabar kehamilan Nayla.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD