"Alhamdulillah" ucap mas Ridwan seketika. Aku yang melihatnya bahagia langsung tersenyum lebar.
Karena Nayla menerima lamaran dari Ridwan akhirnya diputuskan pertemuan keluarga tetap diadakan pada hari Sabtu. Pertemuan itupun berjalan lancar dan hasilnya pesta pernikahan akan diadakan sebulan lagi. Karena dari pihak keluarga ingin cepat menyegerakan hal yang baik. Sebenarnya Nayla ingin resepsi pernikahan yang sederhana Saja. Asalkan sah Di mata agama dan negara sudah cukup. Tapi dari keluarga mas Ridwan yang mana memiliki banyak kolega bisnis akhirnya diputuskan bahwa resepsi pernikahan diadakan di Ballroom Hotel bintang lima.
"Ngelamun aja nih calon manten" celetuk Adrian. Nayla yang terkejut segera memutar bola matanya melihat kedatangan sahabatnya.
"Udah mau nikah beberapa hari lagi masih aja kerja. Aku merasa kayak bos yang gak punya hati" kata Adrian. Memang benar rencananya Nayla baru akan cuti h-3.
"Aku udah ada janji sama pasien aku dri. Gak enak kalau batalin janji. Ini udah pada aku kabari kalau aku mau cuti sementara" Nayla segera membereskan tas dan snelli-nya.
"Aku pulang dulu ya dri. Udah ada janji sama mas Ridwan"
"Oke take care dan lancar sampai hari h pokoknya. Salsa juga besok rencana mau ke rumahmu"
"Oke.Wassalamu'alaikum"
"Waalaikumsalam"
Mas Ridwan yang sudah stand-by didepan Klinik segera melambaikan tangan ke arah Nayla. Wajah tampan dan senyum manisnya membuat hati Nayla berdesir.
"Udah dari tadi mas? Kok gak masuk aja" ucap Nayla.
"Baru aja kok Nay, tadi habis ada acara diluar, terus ngedrop Danar dulu kerumah"
"Ini mau langsung ke mall dulu ambil cincin?"
"Iya Nay, kamu ada yang mau dituju?"
"Aku lapar mas" kata Nayla sambil mengelus perutnya. Karena hari ini hari terakhirnya di klinik sebelum cuti dua minggu, Nayla harus mengurus semua pekerjaannya.
"Ya udah makan dulu aja, Mau soto?" Tawar Ridwan.
"Boleh mas" akhirnya diputuskan makan soto langganan mereka berdua. Selesai makan, Ridwan dan Nayla pergi ke mall untuk mengambil cincin pesanan mereka.
"Mas kata mbak Nanda aku bakalan di pingit" kata Nayla.
"Ya gak apa-apa. Aku sih gak masalah. Kita kan masih bisa komunikasi lewat gadget"
"Kata mbak Nanda juga gak boleh hubungin mas Ridwan lewat gadget" Ridwan menoleh kearah Nayla sambil mendengus pelan.
"Ya mau gimana lagi. Meskipun berat tapi gak apa-apa. Toh kita bakalan ketemu terus setelah 3 hari lagi" kata Ridwan tersenyum jahil.
Tiga hari dilewati pasangan calon pengantin ini dengan penuh kesabaran. Hari ini adalah hari yang ditunggu-tunggu pasangan pengantin ini. Setelah acara akad yang sakral pada pagi harinya, malam harinya diadakan acara resepsi. Nayla dan Ridwan sepakat untuk mengadakan akad dan resepsi pada hari yang sama agar tidak repot. Para sanak saudara dan keluarga besar mereka yang dari luar kota semuanya hadir.
Nayla yang terlihat sangat cantik dengan dress pengantin muslim berwarna putih mengulas senyum sepanjang acara. Para Bridesmaid dan Grossman juga terlihat bahagia untuk mereka berdua. Setelah acara resepsi selesai para sahabat, kerabat, dan keluarga pulang ke rumah masing-masing. Tinggal Nayla dan Ridwan yang masih tersisa di hotel ini-tepatnya di kamar hotel.
Karena acara digabung menjadi satu hari bisa dibayangkan betapa lelahnya mereka berdua. Nayla yang tengah duduk di meja rias sambil menghapus make up dan membuka jilbab seketika menoleh melihat sang suami yang masuk ke kamar mereka.
"Mas mau mandi duluan?" Tanya Nayla canggung. Tentu saja Nayla canggung, pasalnya ini kali pertama Nayla berada di satu ruangan dengan seorang laki-laki yang sekarang menyandang status suaminya.
Sambil berjalan mendekat, Ridwan mengamati istrinya yang sekarang sudah bebas make up dan lepas jilbab. Tampaklah rambut hitam sepunggung dan leher putih bersihnya. Ridwan mengamati dengan kagum sosok istrinya itu. Ia membalik badan Nayla agar berhadapan dengannya.
"Kamu cantik banget Nay, Aku beruntung mendapatkan kamu" Nayla tersipu malu atas ucapan Ridwan. Ridwan yang sedari tadi menahan diri untuk tidak berdekatan dengan sang istri memutuskan sudah tidak bisa lagi menahan hasratnya untuk memeluk sang istri. Ia segera merapatkan tubuhnya untuk memeluk Nayla kemudian meniup ubun-ubun sang istri dan mengucapkan doa setelah itu mencium pelipis Nayla.
Ya Allah terima kasih atas segala karuniaMu. Engkau memberikan seorang perempuan Sholeha untukku. Aku berjanji akan menjaga, membahagiakan dan menyayanginya. Berkahi keluarga kami. Berikanlah kami putra dan putri untuk melengkapi kebahagiaan kami. Aamiin
Ridwan mengucapkan doa dalam batin
"Kamu duluan aja yang mandi Nay, setelah itu kita sholat Sunnah ya" ucap Ridwan yang di angguki Nayla. Setelah Nayla selesai mandi sambil menunggu sang suami dia membuka aplikasi miliknya yang dibanjiri ucapan selamat. Bahkan ada tagar #haripatahhatinasional mengingat Nayla cukup terkenal di media sosial karena kecantikannya. Karena sang suami tidak kunjung keluar dari kamar mandi dan kondisi badan Nayla yang lelah akhirnya ia sudah tidak sanggup menahan kantuknya. Ia pun tertidur pulas.
Ridwan yang baru saja keluar hanya bisa tersenyum melihat sang istri yang sudah tertidur. Ia tak sampai hati membangunkan Nayla karena memang hari ini sangat melelahkan. Ridwan bisa memakluminya. Ia segera menunaikan sholat Sunnah dan setelah itu berbaring didekat Nayla--sang istri tercinta. Ia merapatkan tubuhnya ke tubuh Nayla. Mengecupi kening, pipi dan bibirnya sambil mengucap syukur akhirnya penantian panjangnya berbuah manis.
Nayla bangun terlebih dahulu,ia terkejut karena ada sebuah tangan yang memeluk erat dirinya. Untungnya ia ingat kalau sekarang ia sudah menjadi istri. Dilihatnya sang suami yang tengah tertidur pulas karena kelelahan. akhirnya Nayla memutuskan sholat subuh terlebih dahulu baru membangunkan sang suami.
"Mas, bangun, sholat subuh dulu" Nayla mengoncang bahu sang suami.
"Mas" akhirnya Ridwan menggeliat dan membuka mata. Ia kemudian duduk, Nayla segera sigap memberikan segelas air putih untuk sang suami. Ridwan segera meneguk segelas air putih yang disiapkan Nayla.
"Udah sholat duluan Nay?"
"Iya mas,aku gak tega bangunin mas Ridwan, soalnya kelihatan lelah banget. Maaf semalam ketiduran duluan" ucap Nayla tak enak hati. Ridwan kemudian mengecup kening Nayla dan bangkit dari tempat tidur dan segera menunaikan sholat subuh. Nayla masih bergelung ditempat tidur karena hari masih gelap, pun mereka di hotel jadi Nayla tidak perlu menyiapkan sarapan.
Nayla masih membalas ucapan selamat dari teman-temannya di media sosial. Sampai ada satu postingan yang membuatnya kaget. Postingan dari masa lalunya-Rayhan. ia menuliskan kata-kata yang ditujukan untuk Nayla dan sebuah postingan foto saat mereka SMA. Karena Nayla melihatnya dengan serius sampai sang suami yang sudah disampingnya pun ia tak tahu.
"Lihat apa sih nay" kata Ridwan penasaran.
"Ini mas" Nayla segera memberikan ponselnya kepada Ridwan. Ridwan segera menerima ponsel milik Nayla dan menatap postingan tersebut dengan serius.
"Mantan kamu kenapa posting gituan. Nyesel udah ninggalin kamu itu" ucap Ridwan sedikit sarkas.
"Bukan mantan mas, aku kan gak pernah pacaran" Nayla melihat sang suami yang cemburu karena perihal postingan tersebut hanya tersenyum.
"Kamu cemburu mas?" Tanya Nayla.
Ridwan hanya menghela nafas pelan. Nayla tau kalau sang suami dalam mode merajuk.
"Dia itu bukan siapa-siapa aku, mungkin dia memang masa laluku tapi dia hanya sahabatku, sekarang kamu suamiku, masa depanku, Gak usah cemburu gitu mas hatiku udah buat kamu. Kamu lucu kalau cemburu gitu" goda Nayla menyubit pipi Ridwan gemas. Ridwan yang sedari tadi diam akhirnya bertindak dengan menindih Nayla dan mencium bibirnya. Nayla tersentak kaget tapi kemudian mampu mengimbangi perlakuan Ridwan.
"Boleh ya Nay?" Tanya Ridwan. Nayla hanya tersenyum malu. Nayla tau maksud Ridwan.
"Aku udah nunggu dari semalam. Udah gak kuat lagi lihat istriku yang cantik ini" karena Nayla tentu paham apa yang diinginkan Ridwan. Ia hanya mengangguk. Akhirnya mereka melakukannya pada subuh pertama mereka. Penantian panjang yang berbuah manis dan indah.