7

1295 Words
CHAPTER 7   “Hallo om” Kayla menyalimi tangan Ethan yang kini berada di depan gerbang SD menunggu jam pulang sekolah. “Hay kay, kamu masuk aja dulu” Kayla mengangguk lalu masuk kedalam mobil Ethan.   Ethan memang selalu menjemput Kayla dan Nisa dikarenakan Rayhan yang meminta tolong. Juga Nisa dan Kayla yang berada satu sekolah berbeda tingkatan kelas   “Papa” teriak Nisa pada Ethan, Ethan tersenyum dan menuntun Nisa untuk masuk kedalam mobil. Kayla menghela nafasnya, ia iri pada Nisa yang bisa seperti itu dengan ayahnya. Hari ini Rayhan kembali tak bisa menjemput Kayla, alasannya kepada Kayla masih sama. Sibuk.   “Go home” teriak Ethan saat sudah didalam mobil. Kayla hanya tersenyum singkat, Ethan adalah sosok yang dekat dengannya kini setelah Rayhan.  Sementara Ryan, entah mengapa menjadi tidak terlalu dekat dengan Kayla setelah Kayla beranjak remaja   “Mau makan dulu neng?” Tanya Ethan pada kedua gadis kecil itu namun hanya Nisa yang menyauti Ethan. Ethan melirik kearah samping kirinya, tampak Kayla yang diam dan seperti berpikir.   “Kamu kenapa Kay?” Tanya Ethan   “Aku gak apa apa kok om. Cuman pengen cepat pulang aja” jawab Kayla   “Gak mau makan siang dulu?” Tanya Ethan dan digelengi Kayla. Ethan memberi pengertian pada Nisa karena mereka akan langsung pulang dan tidak jadi makan siang di luar   “Kak Ila? Minggu depan udah UN kan?” Tanya Nisa yang duduk di belakang kursi kemudi. Kayla tersenyum dan mengangguk, Nisa  menoel pipi Ethan yang sedang fokus menyetir.   “Kenapa sayang?” Tanya Ethan karena pipinya tak henti hentinya menoel pipi Ethan   “Kak Kayla kok jutek sih?” Tanya Nisa berbisik pada Ethan yang terdengar oleh Kayla   “Jutek kenapa?” Tanya Kayla dan membuat Nisa nyengir kuda dan kembali duduk dengan benar. “Kayla itu ga jutek, tapi emang gitu sifatnya nurun dari bapaknya hahha” ujar Ethan tertawa sambil mengacak rambut Kayla.   Kadang Kayla berfikir supaya ayahnya seperti ini, tertawa lepas, bercanda bersamanya. Tapi, yasudahlah ayahnya itu memang typical dingin dan tidak banyak omong   “Kamu mau lanjut kemana Kay?” Tanya Ethan tanpa menoleh. Kayla memperbaiki posisi duduknya lalu menghela nafasnya. “Belum tau om, Ila belum diskusiin sama ayah” ujar Kayla.   “Belum diskusiin? Bentar lagi udah daftar loh” ujar Ethan mengernyitkan dahi. Ethan terdiam sebentar, ia benar benar tak habis fikir dengan Rayhan, mana janjinya dulu yang akan mencoba untuk dekat dengan Kayla, mana semua janji dia yang akan menyayangi Kayla dan bertanggung jawab penuh atas Kayla.   “Tapi usahakan Negeri” ujar Ethan mencoba memberi masukan pada Kayla   “Iya om” Lalu semuanyapun terdiam cukup lama dan mobil berjalan perlahan karena macet. “Om? Om udah berapa lama sih temenan sama ayah?” Tanya Kayla tiba tiba membuat Ethan menoleh pada Kayla.   “Kok tiba tiba kamu nanya itu?” Bukannya menjawab Ethan malah kembali bertanya   “Gak apa apa sih om,Kayla cuman mau tanya tanya aja tentang bunda, Ayah” Kayla tersenyum saat mengatakannya.   “Om kenal sama ayah kamu itu pas masuk SMA dulu. Sifatnya sama kayak kamu dingin, ga terlalu banyak ngomong. Bunda kamu, itu orang baiik banget, Solehah, pintar, cantik lagi. Mirip banget sama kamu mukanya” ucap Ethan mendeskripsikan kedua orang tua Kayla.   Kayla menunduk, ia jadi ingin bertemu dengan bundanya. Seperti apa sosok bundanya itu? Selama ini ia hanya melihat Azzura melalui foto   “Pokoknya Kayla harus ingat satu hal dari om. Gimanapun sikap ayah Kayla, ayah Ila itu sayang banget sama Ila” ucap Ethan mengusap kepala Kayla. Kayla tersenyum pada Ethan   Ethan merasa aneh karena tidak mendengar suara Nisa sejak tadi, Ethanpun menoleh dan melihat Nisa yang ternyata sedang tertidur. Ethan melajukan perlahan mobilnya membelah kemacetan Jakarta mengantar Kayla pulang ke rumahnya.   ***   Pukul 21.45 , ini sudah lewat dari jam tidur Kayla sebenarnya. Tapi ada hal penting yang harus ia katakan pada Rayhan. Kayla menunggu Rayhan pulang di ruang tamu sendiri sambil membaca buku pelajarannya, bagaimanapun ia ingin lulus dengan hasil yang memuaskan.   Tak lama kemudian pintu terbuka, menampakan Rayhan yang sedikit kuyup karena hujan. Rayhan yang baru saja masuk sedikit kaget karena Kayla masih ada di ruang tamu   “Kok belum tidur?” Tanya Rayhan tanpa ekspresi   “Ada yang mau Ila bahas sama ayah” jawab Kayla, lalu Rayhan berjalan ke arahnya dan menuntun Kayla menuju ruang kerjanya. Kayla mengambilkan Rayhan handuk dan Rayhanpun mengambilnya dan tersenyum pada Kayla. Setelah itu, Rayhan membersihkan dirinya barulah ia duduk di samping Kayla.   “Mau bahas apa?” Tanya Rayhan sambil meminum kopi hangatnya   “Masalah sekolah Ila, minggu depan Ila udah UN yah. Berarti ga lama lagi, Ila udah harus daftar SMP” ujar Kayla duduk menghadap Rayhan “Iya, ayah tau. Terus?”   “Ayah tau? Ila pikir ayah ga tau makanya Ila mau bahas ini sama ayah” ucap Kayla sambil menggembungkan pipinya ke kanan dan ke kiri. “Ayah tau la, kamu lagi suka sama cowok aja ayah tau” Kayla membelalakan matanya  dan mengerecutkan bibirnya dengan pipi yang sudah semerah tomat.   “Ih ayah sotau” kilah Kayla   “Ayah tau kali” Kayla semakin malu dibuatnya, Rayhan terkekeh dan mengacak rambut anaknya itu gemas. “Udah kamu tidur sana,besok sekolah ayah antar. Ayah juga udah mau tidur” ujar Rayhan pada Kayla. “Ila mau tidur sama ayah sekaliiiii aja, boleh ya yah” pinta Kayla memohon pada Rayhan. Rayhan menatap Kayla sebelum mengangguk dan mengajak Kayla kedalam kamarnya.   Setelah itu, Kayla dan Rayhanpun tidur dengan Rayhan yang memeluk Kayla.   Rayhan melihat Kayla yang sudah tertidur. Lalu ia menghela nafasnya, tadi sepulang kerja ia di omeli habis habisan oleh Ethan   Flashback on   “Kayla udah gua anter selamat sentosa sampai rumah” ucap Ethan saat memasuki ruangan Rayhan   “Thanks” ujar Rayhan menatap laptop tanpa menoleh ke arah Ethan   “Han?” Panggil Ethan   “Hm?”   “Ada yang pengen gua sampaiin sama lu, cuman gua udah mikir dari tadi tapi. Tapi. Tapi lu tau ga sih? Gua ga dapetin kalimat yang pas buat ungkapinya sama lu” ujar Ethan dengan tangan yang bergerak gerak di depan wajah Rayhan saking frustasinya ia   Rayhan menatap Ethan dengan mengernyitkan dahi   “Apaan sih?” Tanya Rayhan   “Lu berdiri deh” Rayhan mengikuti perkataan Ethan Setelah berdiri, Rayhan menatap Ethan yang menatapnya dengan tatapan yang tidak pernah dilihat Rayhan sebelumnya   Bugh   Ethan menonjok Rayhan sampai tersungkur kebelakang karena tidak siap menerima serangan Ethan. “Setan, ngapa lu jadi nonjok gua?” Tanya Rayhan mengusap ujung bibirnya yang sedikit berdarah.   “Gua udah bilang, ga ada kalimat yang tepat untuk ngasih tau ke elu seberapa kesalnya gua sama lu sekarang” ujar Ethan penuh Emosi   Rayhan menatap Ethan yang mengatur nafasnya karena emosi   “Lu -AAARRRGGHH frustasi sendiri gua anjir mikirin kalimat buat ngasih taunya sama lu” Rayhan bangkit dari duduknya di lantai   “Lu tau? Ini lebih susah daripada pas gua ngelamar Ratna”   “Tentang apa?” Tanya Rayhan, ia tak akan membalas Ethan. Ia tau Ethan punya alasan sangat kuat untuk berani menonjoknya. “Kayla” ucap Ethan pelan.  Rayhan menghela nafasnya, ia sudah menduga ini pasti karena Kayla.   Ethanpun menceritakan semuanya, dari Kayla yang tak bersemangat. Kayla yang menanyakan Azzura dan lain sebagainya. Rayhan terdiam, sejak ia mengucapkan janji akan mencoba dekat dengan Kayla ia memang melakukannya, namun yang di lihat orang orang adalah Rayhan yang hanya merawat Kayla jika ia dibutuhkan, jika tidak ia akan menyerahkannya pada bu Astrid, Kinta dan juga Laras.   Flashback off   Rayhan mengusap kepala Kayla, anaknya itu sudah tumbuh menjadi gadis remaja yang cantik. Ra? Sebentar lagi saya udah ga bisa tidur bareng Kayla. Dia cepet banget gedenya.   Rayhan menatap lamat lamat Kayla. “Ayah sayang Ila” setelah itu Rayhan mencium puncak kepala Kayla dan mulai memejamkan matanya ***  
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD