CHAPTER 6
Kayla pulang dengan cemberut dan langsung masuk kedalam kamarnya. Bu Astrid yang melihat itupun bertanya pada Kinta yang sudah menjadi babysitter Kayla selama 5 Tahun lebih.
“Kayla kenapa Kin?” Tanya bu Astrid yang sedang membaca majalah
“Saya juga ga tau bu, daripulang sekolah tadi Kayla kayak gitu. Kinta tanya kenapa dia malah makin kesel. Makanya tadi saya izin sama ibu buat ajak Kayla jalan jalan” jawab Kinta. Bu Astrid melihat ke arah kamar Kayla yang ditutup dengan tidak santai.
“Kinta permisi pulang ya bu. Assalamualaikum” ujar Kinta pada bu Astrid
“Waalaikumsalam. Oh iya kin, makasih banyak ya. Ini uang ongkos kamu ibu ganti” ucap bu Astrid mengambil dompetnya
“Ga usah bu, tadi Kinta bareng sama mas Rizky kok bu. Jadi, ga usah bu” balas Kinta menolak uang bu Astrid. Setelah itu iapun pamit pada bu Astrid untuk pulang.
“Udah?” Tanya Rizky yang sedari tadi menunggu Kinta yang mengantar Kayla
“Udah kok mas” jawab Kinta
“Kamu masih betah aja jadi babysitternya Kayla” ujar Rizky sambil menyetir dengan satu tangan memegang tangan Kinta. “Aku rawat Kayla udah dari dia kecil. Kita ketemu juga karena dia kan? “ Ucap Kinta mengenang pertemuannya dengan Rizky.
Flashback on
Kinta sedang mengajak Kayla jalan jalan ke taman dekat rumahnya. Sesampainya disana, Kinta mempersilahkan Kayla untuk bermain dengan Kinta yang memperhatikan
Karena Kinta merasa aman, Kintapun duduk dan membuka novelnya yang ia bawa. Lalu Kinta membaca novel sambil sesekali memperhatikan Kayla, namun di halaman ke tiga yang di baliknya Kinta melihat Kayla yang sedang berbicara dengan seorang pria tak dikenal
Kinta yang panik langsung saja berdiri dan melempar novel tabalnya yang tepat mengenai kepala pria tadi. Kinta langsung berlari menggendong Kayla dan berdiri dihadapan pria tersebut.
“Duh novel siapa nih?” Ucap pria tersebut sambil mengusap kepalanya lalu mengambil novel yang tadi mengenai kepalanya
“Novel gue!! Siniin” ujar Kinta berusaha mengambil novelnya dari pria yang lebih tinggi darinya
“Oh jadi elu yang nimpuk gue? Ga akan gue balikin nih novel. Ini, bakal gue jadiin barang bukti di polisi kalau sempet gue geger otak” Kinta menggendong Kayla di pinggang kanannya.
“Heh masnya, gue baru beli tuh novel tiga hari yang lalu. Dan itu limited edition. Cuman ada 50 di seluruh Indonesia . Lu ga tau kan gimana perjuangan gue biar bisa dapetin tuh novel, jadi mending lu balikin sekarang atau gue teriakin lu maling”
Nih, orang lucu juga- batin Rizky
“Peduli amat gue sama perjuangan lu. Lagian ngapain lu nimpuk gue? Lu kata ga sakit apa?” Tanya Rizky sambil mengusap belakang kepalanya yang terkena timpukan
“Ya gue kan antisipasi, mas gelagatnya kayak sindikat penculikan bayi. Kan gue takut Kayla di culik” ujar Kinta dan memperbaiki posisi gendongan Kayla
Kayla yang melihat perdebatan Kinta dan Rizky hanya tertawa dan bergumam tidak jelas. “Ini anak lu?” Tanya Rizky sedikit terkejut.
“Bukan, gue babysitter nya”
“Pokoknya nih novel gue sita! Enak aja bilang gue sindikat penculikan. Nih, anak asuh lu makan pasir, gue lari kesini terus nyuruh dia muntahin dan kasih dia minum” Kinta merasa bersalah juga kesal karena novelnya di sita.
“Ya sory deh, tapi please balikin novel gue” ucap Kinta memohon
“Nta nta mam es klim” tiba tiba Kayla meminta Es krim pada Kinta
“Kalau mau ambil sendiri bye” Rizky pergi dari hadapan Kinta dan Kinta langsung mengejar Rizky dan berdiri dihadapannya.
“Lu gak kenapa napakan?” Tanya Kinta sedikit khawatir
“Menurut lu? Ditimpuk pakai novel setebel kamus gimana rasanya?”
“Gue mau jemput tuh buku dimana kalau lu ga ngasih alamat lu?” Tanya Kinta sambil menghindari tangan Kayla yang menjambak rambut Kinta
“Wah kan parah gue udah semi amnesia nih” ujar Rizky mendramatisir
“Apaan sih ga jelas banget!” Ucap Kinta. setelah itu Rizky memberikan kartu namanya
“Sorry sekali lagi” ujar Kinta, Rizky hanya bergumam lalu berjalan meninggalkan Kinta dan Kayla.
“Nta es klim nta” ucap Kayla yang mulai merajuk karena belum juga mendapati apa yang di inginkannya.
“Iya Kayla bawel” ujar Kinta lalu menciumi pipi Kayla. Singkat cerita, Kinta dan Rizky jadi sering bertemu karena Rizky yang selalu saja ada alasan untuk menunda memberikan Novel milik Kinta menyebabkan mereka saling nyaman dan pada akhirnya merekapun menikah di tahun ke 2 mereka bersama tanpa ikatan.
Flashback off
“Lagian kan kita udah bahas mas, kalau aku hamil aku janji berhenti” Rizky menatap Kinta sambil tersenyum menggoda
“Abis ini aku hamilin kamu!” Ucap Rizky yang dibalas gelak tawa oleh mereka berdua.Dilain tempat, Kayla kini sedang merebahkan dirinya dengan cemberut.
“Kayla, nenek masuk ya” ujar bu Astrid
“Hmm” gumam Kayla
Bu Astridpun masuk kedalam kamar Kayla dan melihat Kayla yang telungkup menutup wajahnya dengan bantal dan baju seragam yang belum di lepas. “Kamu kenapa sayang?” Tanya bu Astrid duduk diatas ranjang dan mengelus kepala Kayla.
Kayla menggeleng, lalu duduk dan menatap bu Astrid sambil mencebikan bibirnya. Bu Astrid menepuk pahanya menyuruh Kayla duduk dipangkuannya.
Kaylapun merangkak menuju neneknya itu dan duduk di paha bu Astrid. Bu Astrid mengambil sisir yang berada diatas nakas lalu membuka ikatan rambut Kayla dan mulai menyisirnya.
“Nek ambilin i-pad ila dong” bu Astrid mengambilkannya lalu Kaylapun memainkan games
“Gimana hari pertama sekolahnya?” Tanya bu Astrid sambil menyisir rambut panjang Kayla. “Ga asik” ucap Kayla singkat dengan bibir yang dikerucutkan dan mata yang tak lepas dari i-pad.
“Loh kenapa? Temennya jahat?” Kayla menggeleng lalu mengusap matanya, setelah itu ia menatap bu Astrid “Nek, ila mau ke kuburan bunda” pinta Kayla, bu Astrid tersenyum sambil memakaikan. Kayla bandana berwarna biru.
“Kamu minta sama ayah, pasti ayah mau” jawab Bu Astrid, Kayla menggeleng lalu menopang dagunya dengan kedua tangan yang ia letakan di atas lutut
“Ayah jahat” bu Astrid mengernyit bingung mendengar penuturan Kayla. Rayhan yang baru saja sampai dirumah sudah menguping sejak Kayla meminta ke kuburan Azzura.
“Ayah jahat kenapa?” Tanya Bu Astrid lembut
“Ayah enggak antar Kayla ke sekolah tadi. Malah mba Kinta sama om iky yang antar. Teman teman Kayla semuanya di antar sama ayahnya, sama bundanya” jawab Kinta masih cemberut.
“Ayah Kayla itu lagi sibuk kerja buat beliin Kayla baju, mainan, makanan, jalan jalan, sekolahnya Kayla” ucap bu Astrid memberi pengertian
“Tapi nek, ayah temen temennya Kayla juga kerja kok” kali ini bu Astrid kehilangan kata kata. Kayla terlalu pintar untuk anak seumuran dia
“Jadi Kayla ngambek karena ga di antar sama ayah? Kalau gitu besok nenek paksa ayahnya buat antar Kayla sampai dalam kelas” Kayla kembali menggeleng
“Terus kenapa Kaylanya ngambek?” Kayla menggeleng lagi, bu Astrid hanya bisa tersenyum dan mengelus kepala Kayla. Ia tidak akan memaksa Kayla bercerita
Rayhan menghela nafas kasarnya dan berjalan menuju ruang kerjanya. Ia duduk di atas sofa, kalimat demi kalimat yang diucapkan Kayla menjadi pikirannya saat ini
Tok tok tok
“Ayah?!!” Panggil Kayla sambil mengetuk pintu ruangan Rayhan, Rayhan menatap pintu
“Ayah? ila ada pr, kata bu gurunya harus diisi sama orang tua” Kayla kembali mengetuk pintu, Rayhan menghela nafas dan berdiri lalu membuka pintu mendapati putri kecilnya yang datang dengan bibir manyun.
Rayhan mengernyitkan dahi, lalu menyuruh Kayla masuk. Setelah itu, Kayla duduk di atas sofa disusul Rayhan yang duduk di sebelah kirinya
“Pr apa?” Tanya Rayhan pada Kayla yang cemberut
Kayla memberikan selembar kertas yang sudah ia isi beberapa dan Rayhan menatapnya sekilas.
“Disuruh isi biodata?” Tanya Rayhan dan Kaylapun mengangguk
“Tapi Ila ga tau nama bunda” ucap Kayla lirih,airmata Kayla menggenang, Rayhan yang melihat itu mengusap kepala Kayla dan menggendong Kayla ke pangkuannya
Kaya duduk lalu memeluk Rayhan. Rayhan mengusap usap punggung Kayla yang sudah bergetar.
“Ila tadi ga tau nama bunda yah, tadi Ila disekolah disuruh tulis ini sama bu gurunya” Rayhan terus mengusap punggung putri semata wayangnya itu
“Terus? Ada yang jahatin kamu jadinya?” Tanya Rayhan yang menciumi puncak kepala Kayla. Rayhan berpikir bahwa anaknya di buly karena tidak tau nama ibunya.
Kayla menggeleng menjawab pertanyaan Rayhan dan itu membuat Rayhan lega
“Enggak ada yah. Ila cuman sedih, Ila ga punya bunda” ucap Kayla sukses membuat Rayhan menunduk dan meneteskan airmata yang langsung dihapusnya
“Kayla punya bunda, semua orang punya bunda. Tapi, bunda Kayla udah ke surga duluan” jawab Rayhan menahan tangisnya
Kayla masih memeluk Rayhan, padahal anak itu baru saja mengatakan Rayhan jahat
“Terus ini biodatanya dikumpulin besok?” Tanya Rayhan mengalihkan pembicaraan. Kayla mengangguk lalu melepas pelukannya. Rayhan menghapus airmata Kayla dan mencium pipi Kayla.
“Ya udah, kita kerjain sekarang ya” Kayla mengangguk dan Rayhanpun mulai mendiktekan Kayla.
“Satu, nama panjang ila” ujar Rayhan lalu Kayla menulis nama panjangnya dengan tulisan cakar ayam.
“Mikayla pangestu malik” ucap Kayla
“Dua, tempat tanggal lahir” Rayhan terus memperhatikan Kayla yang menulis. “Jakarta,17 februari 2018” Rayhan menghapus bulan kelahiran Kayla.
“Januari La” ralat Rayhan, Kaylapun menulisnya kembali. “Tiga, nama ayah” Kayla kembali menulis di kertas tersebut. “Rehan pangestu” Rayhan kembali menghapus nama 'Rehan'
“R. A. Y. H. A. N” Rayhan mengeja namanya sendiri. “Nama ibu” Rayhan menatap Kayla yang menunggunya menyebutkan nama Azzura.
“Azzura malik” ucap Rayhan pada Kayla lalu iapun menulis dengan kepala yang miring kekiri kadang ke kanan
“Jadi nama bunda Azzura yah?” Rayhan tersenyum tipis dan mengangguk
“Bunda cantik ga yah?” Tanya Kayla antusias
“Cantik, kayak kamu” Kayla tersenyum lalu mengetukan pensil ke dagunya. Rayhan yang melihat itu menjadi gemas sendiri. “Kamu selesaiin dulu biodatanya, nanti kamu tanya apapun tentang bunda, ayah jawab” ujar Rayhan karena tau Kayla akan bertanya kembali, Kayla mengangguk senang.
Rayhan tersenyum melihat tulisan Kayla yang cakar ayam tapi itu bisa dibiliang lebih baik daripada teman temannya yang kebanyakan belum bisa membaca dan menulis secara lancar.
Matanya beralih pada ponsel di genggamannya yang berwallpaper sama seperti 7 tahun belakang ini. Foto candid Azzura di Bali
“Anak kita pintar ra”
***