5

1166 Words
CHAPTER 5 “Han, ini babysitter  yang kemaren kamu minta tolong sama mama cariin” ucap bu Astrid sambil menggendong Kayla saat Rayhan baru saja terbangun dari tidur siangnya “Ayah yah” ujar Kayla melihat Rayhan. Rayhan menatap perempuan yang umurnya mungkin sepantaran dengan dia. Kemudian ia merasa seperti dejavu. “Rayhan” Rayhan menjabat tangan perempuan itu “Kinta” “Kenapa ya mas?” Tanya Kinta sedikit risih karena Rayhan yang menatapnya intens “Oh maaf, saya kayak pernah ketemu aja gitu” Rayhan tersenyum kikuk “Oh hehe iya mas, saya yang waktu itu ngasih minyak angin dipesawat dari Bali” jawab Kinta tersenyum. “Oh iya iya iya saya ingat” ucap Rayhan lalu tersenyum “Kamu bisa mulai kerja hari ini ya” perintah Rayhan dan matanya beralih pada Kayla “Iya mas” ujar Kinta lalu bu Astrid memberikan Kayla pada Rayhan “Kamu kenalin Kinta sama Kayla. Biar Kaylanya nyaman nanti” ujar bu Astrid yang di angguki oleh Rayhan dengan Ragu.   “Hai Kayla” sapa Kinta pada Kayla yang berada dipelukan Rayhan. Kayla yang tidak mengenal Kinta menatapnya sekilas lalu Kayla menyembunyikan wajahnya di d**a Rayhan   “Kayla?” Panggil Rayhan pada Kayla. Kayla yang mendengar namanya di panggilpun mengangkat kepalanya dan menoleh pada Rayhan “Ila antuk yah” Kayla menguap dan Rayhan menutup mulut kayla dengan jari telunjuk yang di bentangkan “Kamu ngantuk?” Tanya Rayhan kaku, karena baru kali ini ia berinteraksi dengan Kayla yang mana saling berdialog seperti ini. Kayla mengangguk lalu iapun menyandarkan Kepalanya di bahu Rayhan. Rayhan menatap Kayla yang berada di bahu kanannya, Kayla tidak tertidur melainkan memasukan tangannya kedalam mulut sambil mamanyunkan bibirnya.     Rayhan merasa, Kayla tidak ingin ada orang lain selain keluarga yang merawatnya. Persis seperti Rayhan sekali. Rayhan tersenyum tipis dan mempersilahkan Kinta duduk di sofa dan di ikuti olehnya.   “Kayla emang kurang bisa nerima orang baru. Keras kepala” ucap Rayhan memberitahu sifat Kayla, mungkin lebih tepatnya memberitahukan sifatnya yang menurun pada Kayla   “Oh gitu ya mas” Kinta hanya mengangguk   “Saya pakai jasa babysitter karena ga ingin terlalu ngerepotin kakak ipar saya. Soalnya kan bundanya Kayla udah ga ada” Rayhan menghela nafasnya, ini untuk pertama kalinya ia menceritakan kepergian Azzura pada orang lain. Kinta dapat merasakan perubahan nada suara Rayhan saat menceritakannya.   “Unda?” Tanya Kayla karena mendengar kalimat bunda   “Hai Kayla, main sama Tante Kinta yuk” ajak Kinta pada Kayla, Kayla kembali tak menjawab Kinta dan kembali menelusupkan kepalanya di leher Rayhan   “Itu dipanggil sama tante tuh” Kayla masih dengan keras kepalanya yang tidak mau menatap Kinta dan memilih menepuk nepuk punggung Rayhan   “Ya udah mas, gak apa apa. Nanti saya coba untuk dekat dengan Kayla” Rayhan mengangguk dan tersenyum   Setelah itu, Rayhan dan Kinta hanya bercerita tentang Kayla. Kinta juga tidak pernah menyinggung masalah Azzura *** “Jadi, itu babysitter Kayla?” Tanya Ethan yang berkunjung ke rumah Rayhan dengan membawakan berbagai macam makanan untuk Kayla yang sebenarnya bukanlah makanan bayi . Tapi tentu saja Rayhan selalu mengambilnya dan tak memberikannya pada Kayla   Meskipun selama setahun umur Kayla ia jarang sekali berinteraksi dengan Kayla. Tapi, ia juga bertangung jawab terhadap Kayla   “Lain kali lu kalau mau bawain makanan tuh yang makanan bayi. Biskuit promina kek, bubur beras merah kek. Ini apaan? Sukro” ujar Rayhan geleng geleng kepala saat membuka plastik yang di berikan Ethan   “Ini lagi apaan nih? Kacang garuda rosta, Astaga.  Lu mau ajak Kayla begadang nonton bola?” Tanya Rayhan sedikit terkekeh   “Ya gua becanda kali han” ucap Ethan membuka bungkus sukro   “Becanda tapi tiap hari” ujar Rayhan lalu membuka bungkus lainnya. Ethan hanya terkekeh, sebenarnya ia hanya ingin menghibur Rayhan   “Cantik han” ucap Ethan sambil memakan sukronya   “Hah?” Tanya Rayhan dan mengambil minum dari dispenser yang berada di ruangannya. “Babysitternya cantik. Bolehlah buat jadi mamanya Kayla” Ethan menaik turunkan alisnya saat Rayhan menatap tajam kearahnya.   Karena Rayhan yang tak juga merubah tatapannya, Ethan melemparkan sebutir sukro ke wajah Rayhan. Rayhan menutup matanya meredam emosi, kadang Rayhan berpikir kenapa ia bisa bersahabat dengan orang yang lebih banyak ketidaksamaannya dengan dirinya ketimbang kesamaannya.   “Jangan bikin mood gua jelek ya Than” ucap Rayhan yang sebenarnya sudah tidak mood lagi pada Ethan   “Han, gua gak pernah sedikitpun nyuruh lu lupain Azzura. Lagian gua yakin lu ga akan bisa” ucap Ethan penuh penekanan tiap katanya. Rayhan menatap Ethan, ia berharap kali ini Ethan sedang berbicara serius   “Kayla butuh ibu han” Rayhan tersenyum dan membuat Ethan tersenyum “Lu nyuruh gua untuk ga lupain Azzura tapi lu suruh gua nikah lagi gitu?. Terus gimana dengan perasaan cewek yang jadi istri gua itu?”   Ethan terdiam, ia tidak memikirkannya matang matang sebelum bicara pada Rayhan. Mereka berdua terdiam cukup lama sampai akhirnya Rayhan kembali bersuara.   “Gua sadar selama ini gua salah Than sama Kayla” airmata Rayhan sudah menggenang   “Sekarang masa depan gua Kayla. Meskipun masih susah buat gua untuk terlalu dekat dengan Kayla. Tapi gua udah janji sama diri gua sendiri untuk coba” ucap Rayhan, Ethanpun berdiri dan berjalan menuju Rayhan   “Uuuu tayang” ucap Ethan lalu membuka tangan seakan akan memeluk Rayhan. Rayhan langsung menepis tangan Ethan   “Apaan sih than? Jijik gua” ujar Rayhan bergidik geli   “Hahaha gua tau lu gengsi nangis. Makanya gua bikin lu ga jadi nangis” ucap Ethan sambil memakan sukro. “Hahaha” Rayhan dan Ethan tertawa.   “Syukurlah kalau lu udah nerima Kayla” ucap Ethan masih dengan memakan sukronya   “Gua ga pernah bilang gua ga nerima Kayla. Gua cuman belum bisa dekat sama Kayla. Kayla selalu ngingetin gua sama Azzura Than” Rayhan mengusap kepalanya kebelakang dengan kedua tangannya. Lalu iapun bersandar   “Ngigetin gua saat terakhir kali Azzura senyum sama gua” Rayhan menghela nafasnya   “Ya, gimana ya han. Live must go on” ujar Ethan   “Allah itu adil han, dan menurut gua lu termasuk orang yang beruntung. Disaat lu kehilangan lu langsung dapatin gantinya. Mikayla” Ethan menengadah keatas saat mengatakan itu   “Allah itu mempertemukan orang ga ada yang secara kebetulan. Semuanya ada alasan, entah itu untuk ngebantu kita, ngajarin kita, dan untuk mencintai kita. Dan Azzura, ngasih semuanya sama lu, tugasnya udah selesai dan dia ninggalin lu tanggung jawab sebagai kenang kenangan” ucap Ethan lalu mengusap ujung matanya   “Gua bakal bantu lu buat jaga Kayla” Ethan tersenyum pada Rayhan   “Thanks than, meskipun dari dulu otak lu gesrek, kadang bikin kesel, bikin malu. Tapi lu selalu bisa ngasih wejangan buat gua.”   “Lu ngejek atau muji sih?” Tanya Ethan   “Setelah ngejek gua muji” ucap Rayhan menjawab pertanyaan Ethan   Setelah itu merekapun hanya bercengkrama ringan, Rayhan merasa sudah lama sekali ia tidak seperti ini dengan Ethan.   Ethan benar, bahwa setiap orang yang datang kedalam kehidupan itu punya alasan masing masing. Ga ada yang namanya kebetulan.   ***
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD