4

1501 Words
CHAPTER 4 11.53 Pm Rayhan masih belum bisa menutup matanya, di pikirannya hanya ada Kayla dan Azzura. Ia masih berpikir bagaimana memulai semuanya kembali bersama Kayla. Tapi, lagi-lagi bayangan Azzura yang jadi penghalang dirinya mendekati Kayla.   Rayhan merasa dirinya pengecut karena hanya kuat menatap Kayla saat Kayla tertidur. Rayhan duduk dan mengambil air minum lalu meminumnya dan sesudah itu, terdengar bunyi Alarm yang memang sudah di stelnya.   “Happy birthday Kayla” Ucapnya, lalu kembali meletakan gelasnya tadi dan berjalan menuju laci mejanya. Disana ia mendapati sebuah paper bag yang berisi kotak sebuah gelang kaki bayi.   Rayhan mengambilnya dan tak lupa sticky note yang pernah ditulisnya “Saya ngeliat kamu suka sama gelang ini, makanya saya beli. Meskipun saya belum tau anak kita cewek apa cowok hehe”  26 08 2017   Rayhan tersenyum miris, padahal dalam bayangannya ia akan memberikannya pada Azzura dan mereka akan memakaikannya pada anak mereka kelak. Namun saat ini, apakah Rayhan sanggup untuk memberikannya pada Kayla?   Rayhan berpikir cukup lama sampai akhirnya ia menutup mata dan menghela nafas. Rayhan memantapkan hati, lalu berjalan memasuki pintu penghubung kamar dengan ruang kerjanya dan mulai membukanya perlahan. Setelah itu iapun masuk dan melihat Kayla sedang tertidur pulas di dalam box bayi, Rayhan tersenyum lalu mengangkat Kayla dan di gendongnya lah.   Setelah itu, Rayhanpun menidurkan Kayla di atas kasur yang telah lama tidak ia gunakan dan ikut merebahkan diri di samping Kayla. Kayla merasa terusik dan terbangun sambil mengusap matanya lalu menguap, langsung saja Rayhan menghentikan aksi Kayla yang menggosok matanya itu dan meletakan jari telunjuk yang di bentangkan di mulut Kayla untuk menutupi mulutnya.   “Papaya” ucap Kayla setengah sadar lalu memonyongkan bibirnya dan kembali tertidur. Rayhan tertawa melihat tingkah lucu anaknya.   “Kay?” Panggil Rayhan lalu menciumi Kayla namun Kayla tidak terbangun. Rayhan mengambil gelang kaki yang digenggamnya sejak tadi dan memakaikannya pada kaki kiri Kayla.   “Selamat ulang tahun sayang” Rayhan menciumi Kayla lalu ia berniat untuk tidur di samping Kayla dengan tangan kanan sebagai bantal bagi Kayla, mungkin sampai subuh setelah itu ia akan kembali ke ruangannya.   Tak lama Rayhan terbangun karena perutnya terasa sakit juga berat. “Pa pa pa ya” ujar Kayla yang  kini duduk diatas perut Rayhan, Kayla juga menghentakkan tubuhnya diatas perut Rayhan. Rayhan yang masih mengantuk hanya menatap Kayla sekilas lalu kembali tertidur. Kayla memasukan tangannya kedalam mulut lalu menguap, tiba tiba ia merebahkan tubuhnya diatas d**a Rayhan.   Rayhan kembali terbangun dan melihat Kayla yang mengusap hidungnya, Rayhanpun mencium puncak kepala Kayla dan mengusap punggung Kayla setelah itu merekapun melanjutkan tidur. *** Kayla berjalan dan sesekali terjatuh, lalu kembali bangkit dan mencoba berlari menuju Ryan yang sudah menantinya. Setelah dari Ryan ia menuju Laras begitu seterusnya. Tampak ia sangat bahagia dan terus meloncat, sebenarnya Kayla hanya ingin memamerkan gelang kakinya namun sepertinya belum ada yang menyadari.   Suasana ulang tahun Kayla cukup meriah meskipun hanya di hadiri keluarga inti dan teman teman Azzura kecuali Ratna dan Ethan. Kayla memgambil sepotong cake ulang tahunnya dan memakannya sambil sesekali berlari dan meloncat loncat. Tak sengaja cake nya terjatuh dan membuat Kayla mencebikan bibirnya kesal. Lalu berjalan menuju meja kecil yang ada di depan TV lalu mengambil kuenya kembali, lalu berlari menuju Ryan dan memakannya di pangkuan Ryan. Rayhan yang baru saja selesai mengerjakan pekerjaan kantornyapun keluar dari ruangannya. Ia mengambil nafas dan mulai turun ke tempat dimana semua orang berkumpul.   “Aaayyaah”  Kayla langsung berdiri dan berlari menuju anak tangga menanti Rayhan turun dengan masih meloncat loncat. Rayhan tersenyum tipis lalu memegang kepala Kayla dan menuntun ke ruang tengah.   Meskipun Rayhan terkesan dingin namun semua orang juga sedikit bernafas lega karena Rayhan  sudah mulai mau berinteraksi dengan Kayla. Rayhan meletakan sebuah kado di meja.   “Kayla sini kay, ayah ngasih kado nih” ucap Laras memanggil Kayla   “Bukan, itu dari Ethan” ujar Rayhan. Laras tersenyum pada Rayhan dan membawa Kayla ke pangkuanya. “Dari om Ethan” ucap Laras lagi lalu Kaylapun membuka kado dari Ethan dengan semangat.   Rayhan terus menatap Kayla yang tak henti hentinya menggoyangkan kakinya dan tersenyum senang saat mendapatkan kado dari Ethan yang ternyata adalah sepasang sepatu berwarna biru.   “Wih cantik ya sepatunya ya” ucap Tyass yang ikut duduk disamping Kayla   “antik” jawab Kayla lalu meletakkan sepatunya sembarang dan berdiri dari pangkuan Laras. Setelah itu ia mengambil kembali kue dan berjalan menuju Rayhan yang duduk di sofa. Kayla mengunjukan kuenya kepada Rayhan.   “Yah mam ue?” Rayhan tampak ragu mengambil kue di hadapannya itu. Tapi ia ingat bahwa ia akan mencoba dekat dengan Kayla   Rayhan memakan kue tersebut dari tangan Kayla, lalu Kayla meminta gendong pada Rayhan dan Rayhanpun menggendong Kayla lalu meletakan Kayla di pangkuannya.Tapi tetap, wajah yang datar dan tidak ada ekspresi yang di tunjukan Rayhan. Kayla terus memakan kuenya sampai habis.   “Assalamualaikum. Om ganteng disini” teriak seseorang dari arah pintu dengan gendongan kain di depannya   “Waalaikumsalam” jawab beberapa orang yang berada disana   “Kok lu ke sini?” Tanya Rayhan pada Ethan   “Lah, kan Kayla ulang tahun ya kali gua ga datang” jawab Ethan tanpa merasa bersalah   “Terus ngapain lu nitip kado sama gua?” Tanya Rayhan yang membenarkan posisi duduknya karena keram dipahanya. “Itu namanya antisipasi han, gua kemaren belum pasti bakal pergi atau enggak. Soalnya Ratna ga enak badan, eh? Taunya dia mau kesini. Ya udah” jawab Ethan yang tak sepenuhnya benar.   Sebenarnya, Ethan hanya ingin Rayhan ada interaksi bersama Kayla dengan memberikan kado darinya. Ethan duduk di sebelah Rayhan yang tengah memangku Kayla sedangkan Ratna mengambil alih gendongan Ethan dan langsung bergabung dengan teman temannya yang sedang mengobrol bersama Laras.   “Wah ayah ila ngasih gelang kaki ya. Cantik ya” ucap Ethan lalu menggendong Kayla dari pangkuan Rayhan.   “Antik lang ki ila antik” Kayla meloncat di pangkuan Ethan   “Eh iya Kayla pakai gelang kaki. Kok gua ga sadar ya?” Ujar Virla yang dari tadi memainkan ponselnya.   “Daritadi lu main hp ya iyalah ga sadar” ucap Tyass yang sedang menoel noel pipi Nisa. “Kamu yang kasih han?” Tanya Ryan dan Rayhanpun hanya mengangguk sekilas. “Ini gelang kaki yang waktu itu lu beli pas cari cincin tunangan gua bukan sih?” Tanya Ethan penasaran. “Iya” jawab Rayhan singkat   “Om om om. ki ila ( kaki ila) ” Kayla menepuk nepuk wajah Ethan dan Ethan memundurkan kepalanya   “Iya kaki Kayla cantik” ucap Ethan masih menghindari tangan Kayla   “Anak lu brutal han” ucap Ethan mendapat tatapan tajam Rayhan. “Kayla udah bilang makasih sama ayah?” Tanya bu Astrid pada Kayla yang sudah tidak menepuk wajah Ethan.   “Nek ki ila nek” ujar Kayla tak menjawab perkataan neneknya itu melainkan memamerkan gelang kaki yang diberikan Rayhan. “Iya sayang, gelang kaki ila cantik banget” ucap bu Astrid sambil mengusap kepala Kayla.   “Minta makasih dulu sama ayahnya” suruh Bu Astrid, Ethan meletakan Kayla di pangkuan Rayhan.Kayla langsung saja meloncat kegirangan. “Aci ayah. Bilang makasih nak” ujar bu Astrid menyuruh Kayla berterimakasih.   “Aci ayah” ucap Kayla lalu Ethan mengarahkan Kayla untuk mencium Rayhan. Setelah itu, Ethan kembali meletakan Kayla di pangkuannya. “Ini yang pilih bunda Kayla loh” ucap Ethan lalu mencium pipi Kayla sekilas.   “Unda” Ucap Kayla , bukan karena perkataan Ethan. Kayla langsung menoleh ke arah belakangnya. “Iya bunda” ulang Ethan lalu, Tiba tiba Kayla berteriak dan turun dari pangkuan Ethan. “undaaa” teriak Kayla lalu berlari kearah pintu.   Rayhan terkejut karena Kayla memanggil bunda, begitupula dengan yang lain. Tampak Kayla sesekali terjatuh lalu bangkit dan memanggil bunda lagi. Rayhan yang melihat Kayla terjatuh langsung  bangkit dari tempat duduknya dan berjalan cepat menuju Kayla yang berlari sambil menggapai angin. Rayhan langsung menggendong Kayla sebelum anak itu keluar dari rumah.   Kayla yang diangkatpun berusaha untuk turun dari gendongan Rayhan. Rayhan berbalik badan dan mendapatkan semua orang yang menatapanya dengan berbagai tatapan “Yah unda yah” tangis Kayla pecah karena tidak diperbolehkan turun dari gendongan Rayhan. Rayhan memegang kepala Kayla dan menuntunya bersandar di bahu Rayhan   Ini yang tidak ingin Rayhan rasakan, melihat anaknya menangis karena sadar tidak mempunyai ibu.Rayhan berjalan menuju sofa dengan Kayla yang mengalungkan tangan di lehernya. Rayhan duduk di sofa “Hiks hiks undaa ila” Kayla terus terisak dipelukan Rayhan. Rayhan sendiri sebenarnya sudah tidak tahan lagi menahan tangisannya.   Rayhan melepaskan Kayla dari pelukannya dan mendudukan Kayal di pangkuannya,  lalu menghapus airmata Kayla. Lagi lagi yang ia lihat bukanlah sosok Kayla melainkan Azzura.   Kayla menggosok matanya sambil memanyunkan bibirnya. Ia sudah tidak terisak lagi   “Saya  butuh kamu ra” -batin Rayhan. Rayhan tak mengatakan apapun pada Kayla, lebih tepatnya tidak bisa. Iapun memberikan Kayla pada Laras.   “Mba tolong sebentar” Rayhan beranjak dari tempat duduknya dan mengambil kunci mobil yang ada di atas meja.   “Lah? Han mobil gua!” Teriak Ethan namun tak di dengarkan oleh Rayhan. Rayhanpun pergi untuk menenangkan pikirannya meninggalkan semua orang yang sedang membujuk Kayla. ***                                
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD