16

1430 Words

CHAPTER 16 Kayla terbangun dari tidurnya yang sangat tidak nyaman, keadaannya jauh dari kata baik baik saja. Mata bengkak, hidung merah, rambut kusut Kayla meregangkan tubuhnya lalu turun dari kasur menuju kamar mandi, ia kembali memperhatikan wajahnya yang sungguh kacau “Ila butuh bunda” lirihnya, lagi lagi airmatanya mengalir. Ia sungguh lelah menangis semalaman, tapi ia sendiri juga tidak bisa mengendalikan diri Kayal membasuh wajahnya dan mengelapnya dengan handuk. Setelah itu ia mengambil ponselnya yang semalaman ia matikan Banyak sekali notifikasi terutama dari ayahnya, Leo, Nisa dan Lila teman sebangkunya Leo agustin pramadana “Kay? Kamu dimana? Ayah kamu nyariin” “Kay? Tolong balas” “Kay, jangan bikin khawatir please. Diluar hujan deres” “Kay, tolong balas. Aku ga bisa ti

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD