15

1141 Words

CHAPTER 15 Kayla mengusap wajahnya kasar dan kembali memegangi pipinya yang beberapa saat lalu baru saja ditampar Rayhan untuk pertama kalinya “Ila benci sama ayah” desisnya lagi. Kayla merapatkan cardigannya. Malam ini angin berhembus kencang dan terasa menusuk kulitnya Ia tidak tau harus kemana sekarang, tiba tiba terlintas dipikirannya adalah rumah Ryan. Papanya Rumah Ryan yang memang tidak terlalu jauhpun menjadi tujuan satu-satunya Kayla saat ini, dingin malam ini ternyata mendatangkan hujan. Kayla dan beberapa orang yang ikut berlalu lalang berlari menyelamatkan diri dari guyuran hujan Dilain tempat Rayhan sedang mengendarai mobilnya tanpa tujuan, ia benar benar buntu dimana Kayla saat ini. Sudah semua rumah temannya ia kunjungi tapi tetap tidak ada yang mengetahui dimana Kayla.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD