bc

Aku dan Apa Yang Akan Terjadi

book_age16+
2
FOLLOW
1K
READ
like
intro-logo
Blurb

Saat itu. Saat dimana aku berumur 5 tahun.

Saat itu aku sudah sekolah dasar. Tidak seperti teman-teman ku pada umumnya mereka mengawali pendidikan mereka dari taman kanak-kanak. Aku tidak suka hal yang bersangkutan dengan melipat kertas dan bernyanyi. Aku lebih suka dengan penjumlahan dan aritmatika lainnya. Aku lebih tertarik dengan membaca rangkaian huruf yang akan menjadi kata hingga menjadi sebuah cerita. Ya aku aneh, aku lebih sering menghabiskan waktu ku untuk belajar di dalam rumah dengan kakak-kakak ku dari pada dengan teman-teman ku. Aku berlatih bela diri dengan kakak laki-laki ku, aku berlatih soal matematika dengan kakak perempuan ku.

Di angkatan ku aku adalah murid termuda dan paling berprestasi selama bersekolah dasar. Aku sering mengikuti perlombaan-perlombaan dan memenangkannya. Dari tinggkat kecamatan, daerah atau nasional aku terbilang anak yang cepat tanggap dengan soal-soal akademik. Hingga suatu ketika aku ingin bermain seperti teman-teman ku lainya berlari, teriak, tertawa hingga saling merasa paling hebat saat bermain. Tapi aku saat itu memang ditakdirkan untuk tetap belajar. Aku jatuh dari lantai 2 sekolahan ku dan saat itu kepalaku lebih dulu menyentuh daratan hingga mengakibatkan aku kritis di Rumah Sakit hingga 3 bulan lamanya.

Setelah aku sadar yang aku ingat hanya nama-nama keluargaku dan semua pelajaran selama diriku sekolah saja. Anehnya aku tak ingat nama teman-teman ku hingga nama guruku.

Dan yang paling aneh lagi aku bisa melihat mereka yang berkata bahwa mereka teman baru ku. Tapi ketika aku bilang kepada keluarga ku mereka berkata " Kami tidak melihat apapun"

Itu membuatku syok dan takut yang berkepanjangan hingga aku menjadi lebih pendiam dari dulunya.

chap-preview
Free preview
Bagun dari tidur lama ku
Mataku terbuka di tengah malam yang sunyi. Asing pikirku kala aku melihat seluruh ruangan ini. "Putih" kata yang terucap di dalam hatiku. Karna tenggorokanku kering, sakit dan tidak bisa untuk mengucapkan kata-kata. Aku berusaha untuk terus mengeluarkan suara ku. Tapi anehnya tidak ada yang keluar. Kala itu aku masih lemas, tanganku tak dapat ku gerakan. Tapi entah kenapa ada 4 anak seumuran ku menatap ku penuh rasa kwartir dan mata yang memancarkan cahaya harapan. Aku tau Meraka ingin menolong ku. Tapi Meraka seakan tak dapat bergerak. Hingga tiba-tiba pintu ruangan aneh ini terbuka lebar menampilkan seorang wanita paru baya yang berpenampilan kusut tapi tetap terlihat cantik dengan baju yang lumayan berantakan serta dengan pancaran mata terkejut dan gerakan tubuh membeku di tempat. Ya dia Ibuku, dia mulai mendekat dengan tangisan meraung berucap syukur serta terus berteriak nama papaku dan seluruh keluarga ku. " Kau bangun nak?" tanyanya dengan lembut dan penuh rasa rindu yang terama terasa hingga tubuhku. "Ya Ibu disini sayang, kau mau minum, mau makan atau mau apa sayang?" tanyanya tak terjeda sama sekali. dan aku hanya mengangguk kepalaku bertanda aku mau apapun yang di bilangnya. Hingga sebuah tangan menyodorkan gelas berisi air minum ke mulutku yang telah di buka dari alat yang sangat tak ku mengerti dari tadi. Rasanya sepeti kau meminum air pengunungan yang segar di pagi hari. Lega segar dan amat aku rindukan rasanya. Entah kenapa aku merasa aku telah terlalu lama tertidur. "Suci kau ingat Abang?" dengan raut muka kwartir dan waspada dia bertanya pertanyaan aneh menurutku. aku kembali menjawabnya dengan anggukan kepala. Tak lama dari pertanyaan Abang ku, seorang pria tampan tapi telah berumur memakai pakaian berwarna putih mulai mendekatiku dengan raut muka lega dan terharu. Dia dokter keluarga ku kalau tak salah. "Suci, kau sudah bisa bicara?" tanya dokter itu sambil terus mengamati ku. " Ya." kata ku singkat tapi dapat kulihat semua mata mengatakan kata lega setelah mendengarkan ucapanku. " Apa ada yang ingin kau katakan pada kami, atau apakah kau ingin bertanya apa saja kepada kami?" tanya dokter itu lagi. "Aku.... apakah aku tertidur lama?" pertanyaan ku dengan susah payah ku keluar kan dari pikiran ku. Ibu tak tahan lagi, Beliau berjalan cepat dan langsung memeluk ku hangat dan berkali-kali berkata "kau sadar sayang" "kau kembali" terus seperti itu hingga aku kembali melihat 4 anak itu berusaha ingin mendekat kepadaku. "Ibu apa mereka teman ku"? aku menunjuk tempat 4 anak itu tepat di samping pintu ruangan ku. semua orang lantas refleks menoleh pada pintu Dan betapa binggung nya mereka karna disana tak ada apapun. " Sayang lihat Ibu, mereka siapa yang kau maksud?" ucapan Ibuku setelah aku melihat wajah ibuku. " Mereka Bu, Mereka ingin kesini tapi tak bisa, tolong bantu mereka, kasihan mereka teman ku. " aku terus berkata seperti itu hingga beberapa kali. " Baik lah " itu kata suster yang sejak tadi diam saja. " Kalian mendekatlah, jangan sakiti dia apa lagi mengganggu nya, INGAT." kata suster itu lagi. hingga aku melihat mereka mendekat dengan raut wajah bahagia. Hingga tak di sangka ada salah satu dari mereka yang memiliki muka jahat ingin melukai hingga aku pingsan kembali. suara Ibu ku yang histeris yang terakhir ku dengar dan terasa ada yang terjatuh diatas badanku hingga aku tak bisa bernafas dan tak sadarkan diri.

editor-pick
Dreame-Editor's pick

bc

The Abandoned Luna's Return

read
1K
bc

Inferno Demon Riders MC: My Five Obsessed Bullies

read
479.7K
bc

Alpha's Instant Connection

read
624.2K
bc

Desired By The Hockey Captain Alpha

read
6.2K
bc

The Luna He Rejected (Extended version)

read
611.3K
bc

His Unavailable Wife: Sir, You've Lost Me

read
10.2K
bc

Secretly Rejected My Alpha Mate

read
35.5K

Scan code to download app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook