Dari pertama masuk ke mobil hingga setengah perjalanan,Arjun hanya terdiam. Rasa kesal, sakit hati dan tak suka melihatkebersamaan Dewi dengan Arnold terus menyelimuti hatinya. Dewi juga tidak berani menjelaskan alasan kenapa dirinyabisa pergi bersama dengan Arnold. Ia hanya menunduk, pasrah dengan apa yang akandilakukan Arjun kepadanya. Rencana ingin menyelesaikan masalah malah ditambah dengantumpukan masalah yang lain. Bagaimana ia bisa menjelaskan semua rencana jikaArjun sendiri dalam keadaan tertekan batin. Tiba-tiba ia membanting stir ke kiri, hingga membuat mobilitu berhenti secara mendadak. Dewi yang sangat terkejut menjadi syok dengantindakan Arjun. “Sial! b******k!” Arjun memukul stir beberapa guna meluapkan emosinya. Dewi menjadisemakin ketakutan sampai-sampai duduknya mera

