Soraya memperhatikan tingkah Dewi dengan bergidik ngeri. Tanpa berlama-lama lagi, ia mengangkat bobot tubuhnya dari sofa. "Tante mau pulang?" tanya Dewi setengah menebak. "Buat apa aku berlama-lama di sini? Terpenting tujuanku tersampaikan." "Tidak diminum dulu siropnya?" Dewi menawarkan "Tidak, terima kasih." "Tante takut saya menambahkan minuman itu dengan racun? Tenang, Tante, kematian terlalu cepat jika saya memberi kalian racun. Saya tidak puas menikmati balas dendam kalau seperti itu caranya." "Ucapanmu penuh ancaman, Dewi. Tapi aku tidak takut." "Itu karena Tante salah memasuki rumah. Coba Tante tidak mendatangi rumah saya, maka bukan sambutan seperti ini yang Tante dapatkan." Soraya geram, hingga sudah tidak dapat menahan diri untuk berada di sana lebih lama. Ia beranjak p

