Helena menatap Jack dengan tatapan bingung sekaligus tak habis pikir. Ia melihat wajah tampan yang dingin itu mulai menyunggingkan seulas senyuman di bibirnya. Jack melihat wajah wanita cantik yang ada di hadapannya tengah ketakutan, malah tersenyum puas.
“Kau tidak perlu bertanya padaku. Aku yakin kau pasti sudah bisa menebak apa isi dari buku catatan sipil ini,” ungkap Jack seraya mengangkat dagu Helena, dan menatapnya dengan tatapan penuh arti.
“Apa yang kau lakukan? Apa kau sudah gila?! Cepat lepaskan Aku!” bentak Helena dengan lelehan bening yang terus mengalir dari pelupuk matanya.
“Pak, saya adalah karyawan bapak, tapi kenapa bapak melakukan ini? Apa salah saya? Apa anda tidak takut. Jadi, saya mohon tolong lepaskan saya. Saya mempunyai adik yang sangat membutuhkan saya, pak,” sambungnya lagi dengan memohon, berharap Jack mau melepaskannya. Akan tetapi, hal itu justru membuat Jack terkekeh.
“Apa kau tidak mengerti juga?” tanya Jack tanpa mengalihkan pandangannya dari Helena sambil tersenyum devil. Wanita itu mengernyitkan dahinya tanda tak mengerti dengan maksud pria yag ada di hadapannya tersebut.
“Apa maksud anda?” tanya Helena dengan penuh selidik.
“Sekarang kau bukan lagi karyawan ku. Aku sudah menjadi suamimu, Helena. Jadi, cepat tanda tangani ini atau akan ada yang terjadi pada adikmu di rumah sakit itu,” ancam Jack dengan santai dan menatap lekat ke arah Helena.
Helena terkejut hingga membulatkan matanya dengan sempurna seraya menganga tak percaya denga apa yang ia dengar saat ini. Bagaimana mungkin, pria asing yang menjadi bosnya ini justru jadi suami dalam sekejap mata. Ia memang mengharapkan sebuah pernikahan, tapi bukan seperti ini yang ia maksud. Lagipula ia sudah memiliki seseorang yang ia cintai.
Bagaimana ia bisa menerima suami yang tidak pernah ia kenal?
“Tidak! Tolong jangan lakukan itu! Tolong jangan sentuh adik saya. Saya juga tidak bisa menikah dengan bapak. Saya sudah memiliki orang lain. Saya mohon, lepaskan saya," ucap Helena dengan bergetar.
“Apa itu kekasih mu? Ehm lebih tepatnya adalah mantan mu? aku rasa dia tidak akan menyadari hal ini. Adikmu akan terjamin jika kau mau mendatangani ini,” celetuk Jack santai, kemudian terkekeh seolah itu adalah lelucon yang sangat menghibur.
“Kenapa kau melakukan ini semua padaku? Kenapa! Apa salahku? Padahal aku baru saja mau memulai hidupku. Kenapa?!” bentak Helena seraya memukul asal ke arah Jack secara membabi buta.
“Kau ingin tahu alasannya?” tanya Jack setelah mengunci pergerakan tangan wanita tersebut. Helena hanya mengangguk dengan cepat.
“Karena aku sangat menginginkan mu, kucing liar ku,” jawab Jack sambil mendesis tepat di telinga wanita yang sudah meneteskan air matanya untuk kesekian kalinya.
“Apa? Apa hanya karena itu kau menculik ku? Apa kau sudah gila! Lepaskan aku, karena aku sudah jadi bekas orang lain!” bentak Helena yang sudah tak habis pikir dengan sosok pria gila yang ada di hadapannya tersebut.
Bagaimana mungkin seseorang bisa merusak kehidupan hanya karena sebuah keinginan semata. Namun, saat ini Helena benar-benar hampir gila karena sebuah alasan yang dilontarkan oleh Jack pada dirinya.
“Tidak masalah. Aku sudah gila sejak aku bertemu dengan mu. Tapi apa kau tau siapa pria yang menyentuh setiap inci tubuhmu itu?” tanya Jack dengan santai sambil tersenyum lembut, tapi hal itu justru membuat Helena semakin takut saat melihatnya.
“Apa yang kau maksud? Apa ini ada hubungannya denganmu? Argghh!” teriak Helena saat Jack menggendongnya keluar dari ruangan yang cahayanya remang-remang tersebut.
“Aku mau dibawa kemana? Jawab dulu pertanyaanku!” Helena berteriak sambil terus memberontak dalam gendongan Jack.
"Apa kau begitu penasaran? Aku akan menjawabnya jika kau sudah patuh padaku. Diam lah, kita akan tempat yang jauh lebih baik daripada di sini," bisik Jack, senyumnya kini menyeramkan.
Helena merasakan hawa dingin yang menusuk tulang punggungnya. Jack mempercepat langkahnya, melewati lorong gelap yang panjang dan berliku. Di ujung lorong, Helena melihat sebuah pintu besi besar, kokoh dan berkarat. Jack membuka pintu itu dengan kunci yang tergantung di pinggangnya.
"Baron, jalankan mobilnya!" Titah Jack setelah masuk ke dalam mobil mewah tersebut. Helena tak menyangka, jika Baron pun ikut andil dalam hal ini.
"Pak, saya mohon lepaskan saya. B-baron... Tolong hentikan ini. Aku Helena! Kau bilang bisa membantuku kan? Tolong hentikan ini... "