DIMASETYO PANJAITAN

547 Words

“Mbak Ga tadi pesan ayam kremes, Pak. Minumannya air mineral sebotol. Terus ada apel dan juga vitamin C. Tadi saya yang beli.” Dimas mengangguk. Menggeser kursinya sedikit, ia kini memangku kedua tangan di atas meja. Lalu, memandang fokus pada Mas Anang, salah satu OB yang ia tahu sering sekali berinteraksi dengan Gangika, itu kenapa Dimas senang meminta informasi. Atau, paling tidak, Dimas suka kopi buatannya Mas Anang. Atau lagi, Mas Anang sangat bisa dipercaya untuk membeli keperluannya jika ia sedang tak ingin menganggu sekretarinya. “Bapak ada yang mau disampaikan untuk Mbak Ga?” “Dia sudah selesai makannya, Mas?” “Belum, Pak. Baru pulang dari mushalla.” Entah kenapa, mendengar itu Dimas tiba-tiba tertawa. “Ke mushalla itu wajib ya, Pak? Kalau nggak dilakukan berdosa?” Yang Dima

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD