Nayla terkejuta saat melihat samudra duduk di bawah tepi ranjangnya. Keadaan kamar pria itu sangat berantakan, banyak pecahan kaca dan barang-barang branded kesayangannya yang tergeletak dimana-mana. antensi nayla langsung tertuju pada pria yang saat ini sedang duduk menunduk sambil menangis.
"Sam, kamu kenapa?" tanya nayla saat sudah berada didepan pria itu.
Bukannya menjawab, pria itu justru memeluknya sangat erat , ingin sekali nayla melepas pelukan itu namun niatnya ia urungkan saat merasakan tangan samudra yang semakin erat memeluknya, jangan lupakan fakta jika pria itu sedang menangis sekarang dalam pelukannya.
Nayka hanya diam, dia tidak membalas pelukan itu karena jujur dia bingung harus bagaimana , dia hanya membiarkan pria itu memeluknya.
"Tahanlah mungkin ini akan sedikit sakit,"
Setelah adegan pelukan tadi, kini nayla sedang mengobati luka di tangan samudra, nayka baru menyadari tangan pria itu terluka saat melihat darah yang menetes di lantai.
Nayla mulai membersihkan luka itu tentu saja itu akan terasa sedikit perih namun samudra hanya diam sama sekali tak bereaksi sedikitpun. pandangannya kosong hal itu membuat nayla bertanya tanya apa yang terjadi.
"Sudah selesai. Hmm kamu tunggu disini aku akan membersihkan kamarmu dulu agar kamu lebih nyaman tidurnya," ucap nayla beranjak dari ruang tamu menuju kamar pria itu.
"Sebenarnya apa yang terjadi ? Kenapa dia sekacau ini ? Apa ini semua ada kaitannya dengan perkataanku tempo hari ?" gumam nayla sambil membereskan barang-barang pria itu.
Saat sedang sibuk tiba-tiba dia menemukan sebuah foto , itu adalah foto samudra berama claudia namun foto itu sudah sobek menjadi 2 bagian.
Selesai membersihkan kamar , nayla kembali ke ruang tamu untuk menyuruh samudra tidur di kamar nya namun saat sampai di ruang tamu dia melihat samudra yang sudah tertidur pulas di atas sofa. Dengan langkah pelan gadis itu menghampirinya , dia berjongkok di depan sofa itu melihat wajah samudra yang sangat teduh saat tertidur. Namun ia bisa merasakan jika tidur pria itu sama sekali tidak nyenyak, terlihat dari kerutan dikeningnya.
Tangan nayla terulur untuk membelai rambut nya pelan. "sebenarnya apa yang terjadi ? Kenapa kamu seperti ini ? Maaf jika ini semua karena perkataanku waktu itu. Aku hanya sedang terbawa emosi, aku...
"Claudia... Jangan tinggalkan aku. Aku mohon kembalilah padaku," samudra mengigau.
"Claudia ? jadi semua ini karena claudia ? Ada apa dengan mereka ?" batin nayla namun entah kenapa hatinya terasa sakit mendengar ngigauan pria itu.
,,,,
"Enghhh" Nayla mulai terbangun dari tidurnya, ia merasakan sesuatu yang berat di lengannya. Saat sudah membuka matanya dia melihat samudra yang masih tertidur sambil memeluk lengannya. Ternyata semalam ia tertidur dengan keadaan duduk di lantai.
Dengan pelan nayla melepas tangan samudra dari lengannya, saat sudah terlepas dia segera beranjak berdiri merenggangkan otot-otot tubuhnya yang terasa sangat pegal.
Mencium aroma yang menusuk hidungnya membuat samudra terbangun dari tidurnya. Dia kaget saat mengetahui dirinya tertidur di sofa dengan selimut yang menempel sempurna di tubuhnya.
"Kenapa aku disini ? bau apa ini ? Ah kenapa sakit sekali," gumamnya saat merasakan kepalanya yang terasa sangat pusing.
Dengan jalan gontai samudra berjalan menuju dapur dimana dia mencium aroma yang membuatnya terbangun. Dia diam saat melihat seseorang yang kini tengah membelakanginya , dia terlihat sedang sibuk memasak sesuatu.
"Kamu sudah bangun ?" tanya nayla saat sudah menyadari keberadaan pria itu.
Samudra hanya diam namun pandangannya tak lepas darinya.
"Maaf aku tidak bermaksut lancang menggunakan dapurmu. Aku hanya ingin membuatkanmu sarapan,"
"Aku mau mandi dulu," setelah mengucapkan itu samudra langsung pergi ke kamarnya.
Tadi setelah bangun nayla langsung bergegas ke apartment nya , untung disana masih ada beberapa pakaiannya jadi dia bisa mandi dan berganti pakaian setelah itu dia kembali ke apartment samudra untuk memasak.
Suasana sangat canggung , tak ada yang bersuara satupun kecuali bunyi sendok dan piring yang mereka gunakan untuk makan. keduanya sekarang sedang sarapan, entah apa yang membuat samudra mau sarapan dengan nayla karena selama ini pria itu tidak ingin makan bersamanya.
"Astaga aku lupa," seru nayla tiba-tiba membuat samudra langsung menghentikan makannya dan menatapnya.
"Aku lupa harus mengurus toko. Hmm aku akan pulang sekarang dan maaf tidak sempat mencuci piring semua ini. Aku pergi dulu," lanjut nya tergesa gesa beranjak berdiri dari tempat makan, dia mengambil tas yang ada di sofa lalu keluar dari apartment samudra. S
,,,,
"Selamat Pagi mbak," sapa nayla pada pegawai ibunya yang sedang berdiri di depan toko kue nya.
"Mbak nayla ? Dari mana saja kenapa baru datang ? Aku pikir hari ini toko tutup,"
"Maaf mbak aku lupa. Ibu sedang keluar kota dan toko tetap buka. Ah aku akan membuka nya dulu," jawab nya sambil membuka pintu toko nya itu
"Maaf mbak menunggu lama,"
"Gapapa, jadi apa yang akan kita buat hari ini?"
Nayla mengambil note yang ia ambil dari apartmentnya semalam "ini mbak. Cupcake istimewa, ini adalah cupcake yang biasa ibu buat beberapa bulan sekali. Biasanya para artis yang memesannya," nayla memberikan note itu ke mbak siti, nama pegawai ibunya .
"Jadi hari ini ada pesanan dari kalangan artis ?"
Nayla mengangguk.
,,,,
"Astaga sam, kamu dari mana saja ? Kamu tidak tahu kita semua bingung mencarimu kemana-mana !!" omel june saat melihat samudra baru saja datang ke gedung agensi. hari ini adalah jadwal latihan mereka.
Samudra tidak menghiraukan omelan june, dia berjalan menghampiri brian yang terlihat sibuk dengan ponselnya.
"Aku ingin bicara denganmu,"
Brian yang baru menyadari kedatangannya langsung memeluknya. "kamu dari mana saja? Kita semua mencarimu,"
Samudra melepas kasar pelukan itu membuat brian keheranan.
"Apa kamu tahu sesuatu tentang claudia? Sesuatu yang membuatnya tiba-tiba menghilang?"
"Apa maksutmu ?"
"Apa kamu mengenal rocky?"
"Rocky ?"
"apa kaku tahu ada hubungan apa antara mereka ?"
"Kamu ngomong apa sih sam ?"
"Apa kamu juga tahu kalau mereka berselingkuh di belakangku?"
Pertanyaan samudra seketika membuat brian langsung menegang "se-selingkuh ? Apa maksud mu, sam?"
"JANGAN PURA PURA TIDAK TAHU KAK !! AKU TAHU KAMU PASTI MENGETAHUI HUBUNGAN CLAUDIA DAN ROCKY YANG MENJALIN HUBUNGAN DIBELAKANGKU!"
Member the seven dream langsung terkejut mendengar teriakan samudra.
"Sam, kamu bicara apa," tanya jimmy.
"Jawab kak! Kenapa diam?" lanjut samudra, matanya sudah berkaca kaca.
"Sorry sam, aku...
Samudra tersenyum sinis "Kenapa ? KENAPA KAKAK TEGA NUTUPIN SEMUA INI ? KENAPA ?!!!"
"kak tenanglah. Bicarakan ini baik baik," ucap juna berusaha menenangkannya.
"Kenapa kakak tega lakuin ini ? Kakak sudah aku anggap sebagai kakakku sendiri tapi kenapa kakak tega hiks apa salahku kak apa ?"
"Sorry sam, Aku tidak bermaksut menutupi semua ini,"
"aku kecewa padamu kak," sahut samudra lalu pergi begitu saja menghiraukan teriakan teman-temannya.
"Apa ini ? Apa yang sebenarnya terjadi ? Jadi benar semua yang samudra ucapkan tadi ?" tanya rama, jin hanya mengangguk.
"aku ga nyangka kamu bakal setega ini kak," lanjut jimmy lalu pergi diikuti Juna dan rama.
"Hiks aku tidak bermaksut menutupi semua ini," lirih brian.
"Sebenarnya ada apa ?" tanya bagus yang sejak tadi hanya diam.
Brian mulai menceritakan semuanya, tentang claudia yang memohon padanya agar merahasiakan hubungannya dengan rocky. Claudia memang sepupu terdekat brian , orang tua claudia sibuk dengan pekerhaanya, itu lah sebabnya sejak kecil dia di besarkan oleh keluarga brian. maka dari itu brian sangat menyayangi sepupunya itu. Brian tidak bisa tidak menuruti apapun keinginan claudia.
,,,,
"Gedung ini lagi, kenapa sih aku selalu berakhir disini "
Saat ini nayla sedang berada di gedung star entertainment untuk mengantarkan pesanan kue dari manager the seven dream. Nayla berjalan hati- hati sangat hati-hati , dia tidak ingin jika ada yang melihatnya gara-gara insiden saat di ruang staff beberapa waktu lalu.
"Kenapa kamu lakuin ini kak ? Harusnya kamu jujur padanya. Walau bagaimana pun samudra teman kita," ucap june.
"Aku tahu aku salah tapi aku bingung harus bagaimana. Claudia memohon padaku untuk merahasiakan hubungannya dengan rocky dari samudra,"
"Tapi...
Tiba-tiba terdengar suara sesuatu terjatuh, june, brian dan bagus langsung menoleh ke arah sumber suara. Nayla, dia baru saja menjatuhkan box kue nya karena kaget mendengar apa yang mereka bertiga bicarakan.
"Kamu ? Ngapain kamu disitu ?" tanya bagus dingin.
Nayla menunduk takut , bodoh nya dia tidak mengetuk pintu dulu sebelum masuk "ma-maaf kak. Bukannya aku lancang, aku aku mau mengantarkan kue pesanan manager kalian," jawab nayla setelah mengambil box kue yang jatuh tadi. Untung nya kue nya tidak rusak sedikitpun.
Jue berjalan menghampirinya mengambil box kue itu "sudah dibayarkan ?"
Nayla mengangguk
"Kamu boleh pergi sekarang. Oiya jangan bocorkan hal ini ke siapapun,"
"Apa?"
"Aku tahu kamu mendengar semuanya. Aku juga tahu kamu orang yang bisa di percaya,"
"Baiklah aku akan merahasiakan semuanya. Sekali lagi maaf atas kelancanganku," balas nayla lalu segera melangkahkan kakinya pergi.
"Hufff untung saja mereka tidak marah padaku. Aish bodohnya kamu nay !. Eh tunggu, hubungan claudia dan rocky ? Siapa rocky ?" gumam nayla sambil terus berjalan.
"Apa dia selingkuhan kak claudia ?! Emmbb" nayla langsung menutup mulutnya karena keceplosan, untung disana sepi tidak ada orang.
"Kamu benar"
Nayla kaget saat mendengar suara seseorang di belakangnya.
"Ikut aku!!"
"Eh mau kemana!!" teriak nya saat orang itu menarik tangannya.
,,,,
Tidak ada yang bersuara satupun , sudah lebih dari 15 menit mereka hanya diam di atap gedung star ent. Samudra , dialah orang yang membawa nayla tadi kesini.
"M-maaf" ucap nayla membuka suara.
Samudra hanya diam, pandangannya lurus kedepan melihat pemandangan kota jakarta disore hari.
"Aku tidak bermaksud bicara seperti tadi. Aku keceplosan,"
"Dari mana kamu tahu ?" tanya samudra menatap nayla yang duduk disampingnya.
"Tadi aku tidak sengaja mendengar obrolan kak brian , kak juna dan kak bagus," balas nayla sedikit menyesal.
"Bukankah dia terlalu tega denganku ?" tanya pria itu membuat nayla kebingungan.
"Menyembunyikan hubungan gelap sepupunya dari sahabatnya sendiri. Hah aku sangat membenci dirinya,"lanjurnya kembali merasakan sakit mengingat apa yang kakaknya nya lakukan padanya.
"Aku rasa ini hanya salah paham. Kak brian pasti punya alasan dibalik semua ini," balas nayla yang langsung mendapat tatapan tajam.
"Salah paham ? Apanya yang salah paham ? Sudah jelas dia menyembunyikan hubungan gelap w************n itu dengan si b******k. Kamu bilang salah paham ? Dimana letak kesalah pahaman itu ?! Jawab ?!"
Nayla hanya diam , dia menunduk takut. Sampai akhirnya samudra pergi begitu saja meninggalkannya.
"Kenapa dia selalu membentakku. Memangnya apa salahku , aku hanya bilang yang sebenarnya. Dasar pria sombong m***m menyebalkan hiks,"
"Kenapa aku membentakknya. Dia bahkan tidak salah apa apa" batin samudra yang sebenarnya masih berada disana , dia mendengar semua gumman nayla.
,,,,
"Sina!"
"Nayla!. Kamu dari mana saja. Aku udah nungguin kamu 1 jam tau. Ponselmu juga kenapa tidak aktif ?!!" omel sina.
"maaf sin aku habis jalan jalan sebentar hehe dan ponselku mati..kamu ngapain kesini malam malam ?"
"Ibumu menelfonku katanya dia di bandung 1 minggu jadi aku disuruh menginap disini," ucap sina membuat nayla langsung memeluknya sangat erat saking senangnya.
"Eh maaf sin aku kesenengan hehe ayo masuk ke dalam. Tapi tunggu kamu siapa ?" tanya nayla baru menyadari keberadaan perempuan yang berdiri disamping sina sejak tadi
"Dia teman baruku nay. Kenalin namanya Jeje,"
"Hi! Aku Jeje,"
"Hai Jeje, aku nayla. Kamu bisa memanggilku...
"Kelinci," sahut sina.
"Panggil saja kelinci," lanjut sina.
"Jangan didengarkan omongannya. Kamu bisa memanggilku siapa saja terserah" sahut nayla pada Jeje.
"Oiya nay, Jeje boleh nginep disini juga gak?"
"Boleh dong !! Justru aku senang jadi tidak kesepian,"
"Cihh makanya cari pasangan," sindir sina.
"Sina! Sini kau biar ku bunuh sekarang juga !!!" teriak nayla kesal saat sina sudah berlari masuk kedalam rumah nya.
Mereka bertiga sudah berada di kamar nayla. Nayla barusaja menceritakan jika dia pernah menjadi asisten samudra selama 3 minggu.
"Jadi selama ini kamu jadi asisten samudra ? Langit samudra member the seven dream?" tanya sina antusias.
"Kenapa kamu tidak cerita padaku?" lanjutnya kemudian dengan nada marahnya, namun nayla hanya menyengir.
"Bagaimana rasanya menjadi asisten artis? Apa dia sangat tampan jika terlihat dari dekat ? Kamu bersamanya hampir setiap hari apakah dia sangat romantis ? Apa kamu juga pernah bertemu member b lainnya ? Bagaimana ayo ceritakan nay" sahut Jeje yang sudah menggebu gebu.
"Tidak tahu, aku mengantuk. aku mau tidur" ucap nayla sambil merebahkan tubuhnya di ranjang membuat sina dan jeje teriak kesal dan memukulnya dengan bantal agar mau bangun dan menceritakan semuanya.
"Ayolah cerita nay !! Kita penasaran !!"
"Aku lelah aku mau tidur. Lain kali saja ya,"
"Sekarang !! Ayolah nay kalau kamu tidak mau, kita akan pulang sekarang dan kamu sendirian di rumah !!" ancam sina.
"Yasudah ayo sinkita pulang,"
"Tunggu !! Kalian jangan pergi dong,"
"Iya aku ceritakan semuanya" lanjutnya pasrah.
Nayla pun menceritakan semuanya secara detail kecuali tentang masalah samudra dan claudia.
"Woah keren. Kamu pernah bertemu kak bagus dan kak aditya?"
"Ah nay bagaimana dengan kak bagus? Apa dia terlihat dingin sama seperti image nya selama ini ?" tanya jeje penasaran.
Nayla mengangguk "sangat sangat dingin. Tapi dia orang nya baik,"
"Aku iri padamu nay. Kamu bahkan pernah di antar pulang sama kak aditya" lirih sina merasa isi.
"Oh tunggu bukankah kamu bilang kak aditya memberimu sapu tangan ? mana ?"
"Buat apa? Ada di tas ku,"
Sina langsung berlari ke meja rias nayla, mengambil tas yang biasa nayla bawa kemana mana "mana? Oh ini!"
"Mau kamu apakan itu?"
"Ini buat aku ya nay? Please,"
"Nggak. Aku harus mengembalikannya ke kak adit, sin. Jadi kembalikan ke dalam tas lagi,"
"Yah ga seru ah. Ayolah nay buat aku ya ? Masa kamu mau liat sahabatmu yang cantik nan imut ini sedih. Ya ya ?"
Nayla dan jeje langsung memutar bola matanya malas "terserah kamu lah sin,"
"Yey makasih nay!Kamu memang yang terbaik!!"
,,,,
"Hoammm engghh" nayla menguap sambil merenggangkan tubuhnya , dia baru saja bangun dari tidurnya namun dia tak menemukan jeje. hanya ada sina yang masih terlelap
Tak lama kemudian dia mendengar suara ponselnya. Samudra mengiriminya pesan dan bilang jika dirinya sudah didepan rumah nayla.
Seketika nayla membulatkan matanya setelah membaca isi pesan itu , dia berjalan menuju jendela melihat apa samudra benar ada di depan rumah nya. Dan benar saja dia melihat sebuah mobil yang terparkir di depan rumahnya. Dengan cepat nayla beranjak ke kamar mandi untuk bersiap-siap.
Setelah selesai mandi dia memoles wajahnya dengan make up yang sangat tipis , tak lupa juga dia mengoleskan lipstik di bibirnya agar tidak terlihat pucat.
"Loh nay kamu mau kemana?" tanya jeje berjalan dari arah dapur.
"Ah aku harus pergi sekarang je, Ada urusan penting. oiya tolong kasih kunci ini ke sina ya? Bilang suruh kasihin kunci itu ke mbak siti. Aku pergi dulu!" ucap nayla lalu berlari keluar rumah.
"yah padahal aku sudah membuatkannya sarapan," gumam Jeje menatap piring berisi nasi goreng buatannya
"Telat 5 menit" ucap samudra saat nayla sudah berada di dalam mobil nya.
"Bagaimana bisa kamu hanya memberiku waktu 5 menit ? Aku harus mandi dan bersiap itu tidak cukup hanya dengan waktu 5 menit" protes nayla yang sama sekali tidak ditanggapi.