POV Melvin Karena pusing dengan semua laporan-laporan yang tidak ada habisnya aku memutuskan untuk mengajak wanita yang selalu berada dalam pikiran ku beberapa hari ini untuk bertemu dan mengenal nya lebih dekat. Aku mengambil hape yang ku letakkan diatas meja disamping laptop ku. Aku buka aplikasi gagang hijau dan kucari nomor hapenya. Aku sudah menerima laporan tentang wanita itu, siapa dia, dimana dia tinggal, bahkan tentang perceraian nya dengan suaminya dulu. Yang ternyata mempunyai seorang anak yang telah ku kenal secara tidak sengaja saat bertemu dengan mereka di mall. Berkali-kali aku mencoba mengetikan pesan dan berkali-kali pula aku menghapusnya. Karena aku bingung untuk memulai pembicaraan. Ku lihat waktu di jam tangan yang melingkar di tangan sudah mau jam makan siang. (Se

