Hanya Untukmu

789 Words
    "Kau adalah ratuku, sayang. Aku sangat sangat mencintaimu" Mike kembali menanam kan ciuman kali ini di bibir manis Carol yang kini berwarna merah menyala, yang terkesan sexy untuk Mike dan sebagian pria di luar sana.     "Aku sungguh sangat bahagia sekarang ini, sayang. Kau selalu bisa membuatku merasa di hargai" Carol berucap saat terlepas dari pangutan bibi Mike, dan mereka berdua pun tersenyum senang saat mata mereka saling menatap.     "Apa kau ingin kita seperti ini terus, dan tak ingin memulai makan malam kita" Memiring kang kepalanya dan menatap Carol dengan senyum geli, menggoda istrinya yang masih betah belama lama dalam pelukannya tersebut.     "Ahh~ Mike, kau tak bisa lebih romantis lagi kan dari pada ini" mendorong d**a suaminya dengan perlahan, dan menunjuk ke arah meja yang tertata makanan serta foto foto mereka berdua yang di hias begitu indah. Dia pun mencebikkan bibir nya dan berjalan lebih dekat ke meja.     Tak lupa Mike menarik kursi untuk istrinya duduk "Silahkan duduk nyonya Carol Ferdinand`z" tersenyum manis dan dia pun berjalan ke arah seberang istrinya menarik kursi nya dan duduk.     Mike menjentik jari ke atas, dan tak lama beberapa orang pelayan pun membawakan mereka makanan. Mereka di layani dengan sangat istimewa, makanan yang di pesan pun terkesan mewah dan di hias dengan begitu indah nya. Mike meminta salah seorang pelayan untuk mengabadikan momen makan malam mereka, dan pelayan tersebut mengambil beberapa gambar yang menurutnya pasti akan membuat sepasang suami istri ini merasa senang.      Setelah selesai mengambil foto, mereka pun memulai makan malam romantis. Senyum masih setia menemani mereka, yang mana pada malam ini genap lima tahun menjalani hubungan rumah tangga.      Kebahagiaan masih melingkupi hubungan keduanya, meskipun tak jarang ada badai yang senantiasa menerpa mereka. Namun akan mereka hadapi bersama dengan kekuatan cinta yang mereka miliki berdua, seperti itulah hubungan mereka sekarang.      Sejenak melupakan segala masalah dalam hidup mereka dan hanya memikirkan kebahagiaan mereka saat ini, tak ingin memikirkan hal lain yang akan membuat rumah tangga mereka menjadi berat untuk di jalani.     "Makanan nya enak?" Tanya Mike di sela kegiatan makan malam mereka     "Iya, enak sekali" Jawab Carol di ikuti senyum sumringah nya     "Baguslah jika kau suka, sayang" Mike juga memberi senyum kepada Carol     "Apa makanan ini kau yang memilih nya juga?"      "Ya, tentu saja. Aku ingin memilih makanan yang kau sukai, sayang"     "Kau tahu sekali ya makanan yang ku sukai!"      "Tentu saja sayang, aku bahkan tahu gaya apa yang kau sukai" Menyelipkan candaan dan senyum smirknya mengenai hubungan di ranjang kepada sang istri adalah hal yang sangan di sukai Mike, karena dia tahu istrinya sangat tidak ingin membahasnya di tempat umum seperti ini. Sontak istrinya punlangsung menoleh ke kiri dan kanan, takut ada yang mendengar pembicaraan mereka berdua. Tingkah sang istri pun berhasil membuat Mike tertawa lepas.     "Kau sungguh jahil Mike, huhh.. Awas saja kau nanti ya!" Carol memberi ancaman kepada Mike yang masih tersenyum jahil padanya. Mata Carol seakan ingin mengiris dan mencabik cabik Mike sekarang ini.     "Baiklah aku tidak akan tertawa lagi, jangan marah sayang,," Berusaha merayu Carol yang masih cemberut, dan tak mau memandang ke arah nya. Akhirnya dia pun berinisiatif untuk menghampiri Carol dan menggenggam tangan Carol dan mengarahkannya untuk menghadap ke arah Mike. Dia pun berlutut dengan satu kaki dan kaki lainnya menyanggah tubuh.     Mike masih berlutut dan menggenggam jemari Carol, dengan tatapan yang lebih serius sekarang ini di arahkan ke dalam mata Carol. Carol juga menatap mata Mike begitu dalam, tanpa di sadari Carol, Mike sudah mengeluarkan sebuah kotak pesegi berwarna merah senada warna gaun Carol. Dengan perlahan Mike membuka nya dan mengangkat sedikit keatas tepat di depan wajah nya, agar dapat di lihat oleh Carol.     Kembali Carol merasa terkejut dengan apa yang di lihat, Sebuah kalung berlian yang begitu indah dengan kilauannya. Jari Carol yang bebas mencoba untuk menyentuh kalung berlian tersebut, seakan tak percaya dengan apa yang di lihat nya itu.      "Apa ini untuk ku?" Carol bertanya tanpa melepaskan tatapan nya pada kalun berlian tersebut     "Iya, hanya untukmu. My wife" Menegaskan bahwa kalung inin benar untuk istrinya Carol "Kau suka?" tanya Mike kemudian     "Ehhemm,, Aku suka, ini sangat indah sayang. Bisa kau pakaikan ini padaku?" Terkagum dengan keindahan berlian yang memang terbilang limited edition itu. Dan kemudian bertanya yang terkesan permintaan untuk di pakaikan kalung tersebut oleh kepada Mike.     "Tentu.." Beranjak dari jongkok dan berjalan ke belakang kursi Carol, memasangkan kalung di leher istrinya yang tampak indah dengan rambut yang di sanggul ke atas dan tampak beberapa untai rambut yang sengaja di urai mempermanis tampilan Carol malam ini.     "Kau tahu sayang, kau lebih indah dari kalung ini" Dengan kedua tangan memegang bahu Carol rang terbuka dan berbisik mesra ke telinga Carol di akhiri dengan kecupan di pipi istrinya, perlakuan Mike berhasil membuat tubuh Carol meremang tak beraturan. Namun ia masih menampakkan senyuman nya kepada sang suami.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD