Sampailah aku di rumahku. Ya, rumah yang kecil. Bertingkat 1 dengan perabotan yang bisa dikatakan jauh dari lengkap, dan juga jauh dari keramaian orang. Satu hal saja yang hilang dariku, kasih sayang orang tua dan pertemanan bersaudara. Enam tahun yang lalu. Saat pulang sekolah, aku dan ayahku menaiki kendaraan yang terkena kecelakaan tabrak lari oleh sebuah mobil. Ayahku mati dikejadian sementara nyawaku masih tertolong. Setelah kejadian itu, aku, Alif dan Ibu hidup bertiga. Adikku, Ahmad Alif, mati tiga tahun kemudian, saat Alif berusia 6 tahun, karena keracunan obat. Karena beratnya beban yang dipikul, aku berusaha untuk membahagiakan ibu dengan semua yang ku bisa. Semenjak itulah, aku bersungguh-sungguh belajar tanpa henti. Sedihnya, ibuku harus menyusul mereka setahun kemudian karen

