Malam semakin larut, dan di dalam kamar mandi yang remang, drama pribadi Lopita mencapai puncaknya. Mata Lopita terpejam rapat, tubuhnya terbuai dalam kehangatan air yang membuai. Telinganya mengenakan headset, mengisolasi dirinya dari dunia, sementara bibirnya bergumam kecil, melafalkan lirik lagu favoritnya yang mengalun lembut. Ia berendam di dalam bathtub yang dipenuhi busa melimpah, aroma maskulin yang menenangkan menguar dari air, merasuk hingga ke pori-pori, seolah menghapus setiap penat dan meregangkan semua saraf yang kaku. Ini adalah surganya, momen pribadi di mana dunia luar seolah lenyap, sebuah oase ketenangan di tengah hiruk-pikuk hidup. Namun, kedamaian itu hanya sesaat. Matanya terbelalak, hampir terperanjak kaget, ketika air bathtub tiba-tiba bergelombang hebat, mengusik

