"Ready?" Moko menoleh pada Risa begitu menghentikan mobil di halaman depan rumah sang mertua. "Siap doong, aku udah gak sabar ngeliat ekspresi kaget mama kalau tau ternyata mimpinya beberapa bulan lalu sekarang akan terwujud." ujar Risa antusias saat melepas sabuk pengamannya. Moko tersenyum lebar lantas keluar dari pintu di sebelah kanannya. Berjalan memutar guna membukakan pintu untuk sang istri. "Assalamualaikum," sapa Risa dan Moko hampir bersamaan saat masuk dari pintu pintu utama. Tak sampai lima belas detik berselang, pintu besar tersebut dibuka dari dalam. “Wa’alaikumsalam. Eeh, Non Ica sama mas Koko.” sapa seorang perempuan yang tak lain adalah mbak Ana, asisten rumah tangga di kediaman kedua orang tua Risa. “Mbak Ana, apa kabar?” sapa Risa membalas senyum asisten tersebut.

