“Pi, ini mama barusan tanya, syukuran besok lusa mau ngundang siapa aja?” pekik Risa pada sang suami dengan ponsel masih menempel di telinga kanannya. Moko yang sedang memainkan keyboard di salah satu kamar apartment langsung menghentikan kegiatannya. Pria itu memutar kursi ergonomisnya untuk mendekati arah suara Risa. “Hmmm … siapa aja ya?” Pria itu menggaruk dagunya yang tak gatal untuk sekedar berpikir. “Anak-anak studio mungkin?” Risa mencoba memberikan saran. “Boleh, anak-anak yang di studio aja.” “Berapa totalnya kalau sama studio yang di Cipete?” tanya Risa memastikan lagi. “Ada sekitar, satu, dua, tiga, empat, hmmm … kalau full team ada sembilan orang sih dari dua studio.” “Oke, catet.” gumam Risa lantas mengetikkan sesuatu di ponselnya untuk ia kirimkan pada sang mama. Dua

