“Jadi beneran ya kamu udah nggak sayang sama aku?” rengek Risa malam hari ketika semua rangkaian acara tujuh bulanannya selesai. Keduanya memutuskan untuk menginap di rumah orang tua Risa, dan baru besok siang akan kembali ke apartment mereka. “Astaga, Mi. Kok gitu ngomongnya sih? Mana mungkin aku nggak sayang sama kamu.” Moko kembali memeluk Risa yang sedang membersihkan lipstick serta blush on yang menghiasi wajah cantiknya di depan meja rias. Suasana hati ibu hamil itu kembali naik turun sejak bertemu dengan Rahman siang tadi, hingga tak ayal membuat sang suami kelabakan sendiri. Setengah berdecak, Risa kembali membuang muka. Menjauhi wajah Moko yang bergerak mendekat hendak mencium pipi bulatnya. Risa sudah sangat hapal dengan kebiasaan sang suami yang sangat gemas dengan pipi tembam

