Minggu pagi menjadi hari yang paling dinanti oleh Jelita. Sejak membuka mata, senyum bahagia sudah terukir di wajahnya. Martha pun dapat merasakan etmosfer kebahagian yang dikeluarkan oleh Jelita. “Nona hari ini tampak lain. Saya belum pernah lihat Nona tersenyum lebar seperti sekarang,” ujar Martha mengutarakan apa yang ada di benaknya. Jelita tersenyyum menanggapi perkataan pelayannya itu. “Masa sih?” “Iya Non. Saya malah jadi pangling banget. Eh, iya. Kata Tuan Rayhan, Non Lita ditunggu di Taman bungan Selatan.” Sontak Jelita menghentikan peregangan paginya. Ia menoleh kepada si pelayan yang baru saja menginformasikna permintaan ayahnya. “Sekarang?” Jelita mencoba memastikan. Martha terlihat gelagapan ketika mendengar pertanyaan itu. “Eh. Saya nggak yakin, N

