Di bagian lain rumah sakit, tepatnya di tempat parkir bawah tanah, suara kesakitan terdengar menggema di udara. “K-Kak Belinda! Maafkan saya! Saya tidak akan melakukannya lagi!” ujar asisten wanita bermuka pucat yang baru saja menjadi sasaran tendangan bertubi-tubi oleh Belinda. Dia bergelung di lantai dengan kedua tangan memegangi perutnya, air liur menetes keluar dari salah satu bibirnya. Terlihat sangat kesakitan. “Dasar kamu tidak becus! Kalau saja kamu tidak lamban menyelidiki kegiatan Aidan selama beberapa bulan belakangan ini, maka dia tidak akan begitu perhatian kepada wanita sialan itu!” gerung Belinda marah dengan wajah memerah seperti nenek sihir. Bagaimana Belinda sampai tahu Aidan bersama Ruby? Itu karena dia mengerahkan asisten pribadinya, Winda. Sayangnya, dia baru menyad

