"Shan!" Izora berteriak berusaha mencegah. Sayangnya, gerakan tangan suaminya lebih cepat dan membuat sudut bibir Akara berdarah, "Astaga! Kalian ini apa-apaan, sih? Sebenarnya ada apa?" lanjutnya heran. "Aku hanya lapar dan minta dibuatkan makanan, tapi Shan malah memukulku," sahut Akara dengan raut sedih. "Benar begitu, Shan?" tanya Izora memastikan. Alasan Izora bertanya pada suaminya karena tahu Akara tidak mudah. Bahkan baru bertemu saja sudah berani menyuruhnya bercerai dan beralih menikah dengannya. Pasti sebelum Shan memukul, Akara sudah mengatakan sesuatu yang membuat emosi sang suami naik. "Tidak. Dia sengaja mengganggu pelatihan kita hanya ingin membuatku marah," sanggah Shan berbohong. Tidak mungkin bukan kalau ia mengatakan apa yang telah adiknya ucapkan? "Pelatihan? Pela

