"Kau bercanda 'kan, Shan?" tanya Izora dengan raut memucat. "Aku serius. Lagi pula, tidak masalah jika suami istri mandi bersama," sahut Shan santai. Kini, pria itu membawa istrinya ke kamar mandi. Mendudukkannya di wastafel dan menatap wajahnya lekat. Shan tahu apa yang Izora takutkan. Itulah alasan mengapa ia ingin mencoba. Jika terus-menerus menghindar, maka traumanya akan sulit diobati. "Tapi, Shan ... aku takut." Izora meremas jemari suaminya. "Pelan-pelan. Aku tidak akan memaksa dan tidak terlalu terburu-buru. Pokoknya fokusku sekarang adalah menyembuhkan trauma yang aku buat. Mengerti?" balas Shan menjelaskan. "Mmm." Meski terlihat ragu, tetapi Izora tetap mengangguk. Shan kembali mengangkat tubuh Izora dan menurunkannya di bawah shower. Lalu, menyalakan air membiarkan tubuh m

