31. Peraduan Peluh

1004 Words

Baru saja bibir mereka menyatu, Izora langsung mendorong tubuh Shan kuat-kuat. Dengan napas memburu dan manik mata melebar, wanita itu menyandarkan tubuhnya pada dinding. "Ada apa, Zora?" tanya Shan panik. "A-aku baik-baik saja," sahut Izora terbata. Ia berusaha menetralkan debaran di d**a yang serasa ingin meledak. "Apa kau teringat malam itu?" tanya Shan khawatir. Shan ingat betul apa yang dilakukan malam itu. Sebelum melakukan hal lain, ia merenggut bibir Izora secara paksa. Mungkin saat ini Izora teringat kejadian itu. "Ya," sahut Izora mengangguk. "Maafkan aku, Zora." Shan langsung memeluk istrinya dan lagi-lagi dipenuhi penyesalan. Menjauhkan tubuhnya dan menangkup wajah Izora. "Tidak apa-apa, pelan-pelan saja sambil mengingat kalau malam itu adalah aku, suamimu." "Iya. Gaisha

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD