"Apa yang kau lakukan, Izora?!" teriak Shan murka. Baru saja hendak memejamkan mata, Shan mendengar Izora berteriak. Tidak hanya satu kali, tetapi dua kali dan menyebutkan namanya. Hal itu membuatnya kesal, apalagi waktu sudah menunjukkan pukul sebelas malam. Beruntung rumah tempat mereka tinggal merupakan kawasan elit yang jarak setiap rumah lumayan jauh. "Ada orang yang ingin masuk ke kamarku. Kau lihat itu?" Izora menunjuk ke arah jendela dan tidak mendapati siapa pun di sana, "A-apa?! Barusan dia ada di sini berusaha membuka paksa jendela," imbuhnya menjelaskan dengan raut panik. Kemarin mungkin Izora ceroboh dengan melupakan mengunci jendela. Namun, tidak dengan kali ini dan membuat Gaishan kesulitan. "Mana ada? Di depan ada satpam dan kawasan rumahku tidak bisa dimasuki sembarang

