16. Memata-mataiku

1010 Words

Tamparan keras mendarat di wajah tampan Gaishan. Sumpah demi apa pun, ia tidak menyangka akan mendapat perlakuan seburuk ini. Niat baiknya dibalas dengan tamparan yang terasa sangat panas. Sebenarnya rasa sakit tidak seberapa, tetapi sakit hati yang ditimbulkan cukup dalam. "Ada apa denganmu, Zora?" tanya Gaishan bingung. Harusnya, Izora merasa senang karena diberi kartu tanpa limit. Bahkan wanita di dunia ini akan langsung memeluk Gaishan jika diberi kartu itu. Namun, jangan lupa kalau wanita yang diberi kartu adalah Izora. Wanita cantik dengan kesederhanaannya itu jelas berbeda dengan wanita di luaran sana. "Kau yang ada apa?! Kau pikir aku w************n, huh?!" Meski kesal, tetapi Izora berusaha menekan suaranya. Ia tahu di mana ia berdiri sekarang. "Sumpah demi Tuhan, aku tidak pe

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD