24
Di tengah-tengah kota terengah terjadi keributan buang cukup besar, di mana kabar dedas desus tentang resep peringatan 1 telah ditemukan.
Resep masakan yang bisa meningkatkan kekuatan dan mampu memulihkan seluruh setamina, serta memberikan buff pada penggunanya.
Dan setelah kabar itu menyebar, maka keberadaan dari stand itu langsung di serbu oleh banyak pemburu.
Persaingan mulai terjadi. Tapi tidak dengan anak gadis berkerudung hijau yang terlihat biasa saja di sana.
Anak yang terlihat menikmati keramaian ini, bahkan dia melihat kerumunan itu dengan senyum terbit di wajahnya.
"Yah, berkumpul lah dan berikan aku lebih banyak uang."
Dia tersenyum dengan wajah yang terlihat angkuh di sana, itu seperti seorang yang tengah menikmati suasana ini.
Saus apel adalah resep Memasak Peringkat 1 dengan harganya bisa setinggi itu? Tidak ada heran dia bisa terlihat bahagia, karena bagaimanapun juga dia adalah satu-satunya pemilik resep itu.
°==°
Lisa
Keramaian terus terjadi. Bahkan stok mulai berkurang, yah itu adalah usaha yang sudah aku kerjakan sejak lama, entah berapa banyak percobaan yang sudah aku lakukan hanya untuk menciptakan resep ini. Jadi aku pikir ini adalah waktu yang tepat untukku meraup keuntungan dari hasil jerih payahku selama ini.
Aku menoleh untuk melihat pedagang materi di Frost Mound. Botol kosong adalah satu tembaga, dan bisa ditumpuk. Aku membeli dua ratus, mereka mengambil dua slot.
Aku membuka forum dan menemukan koordinat Hutan Buah. Lalu, Aku membuka peta besar. Hutan Buah berada di selatan Kota Es Terapung, sekitar setengah jam perjalanan dari lokasi Aku. Itu adalah sepetak pohon apel yang tumbuh liar, tapi monster itu semuanya berlevel tinggi. Orang jarang berani mengumpulkan apel di sana. Ini juga yang menjadi alasan tingginya harga saus apel. Tentu saja, kemungkinan besar karena pedagang yang tidak bermoral. Kalau tidak, bagaimana mungkin sesuatu yang hanya berharga beberapa tembaga bisa dijual seharga 4 perak!
Permainan dalam melakukan jual beli harus di lakukan, jika tidak maka aku tidak akan mendapatkan keuntungan apapun. Jadi. Yah ini adalah hal yang wajar untukku.
Baiklah, seperinya aku harus mengumpulkan lebih banyak apel untuk menyuplai ramuan dan menghasilkan banyak uang darinya.
Tapi, siapa yang akan aku sewa kali ini. Tempat di mana aku bisa mendapatkan banyak apel bukalah tempat yang bisa di masuki oleh sembarang orang. Jadi aku harus mencari pemburu bayaran yang bisa aku ses dan menemaniku ke tempat ini.
"Hey, apakah kau membutuhkan seorang penjaga?"
Aku yang terkejut seketika menoleh dan menatap dianorang yang berdiri di hadapanku, satu seorang anak kecil dengan wajah ceria dan murah senyum. Satu lagi adalah pria bintang betubuh besar dengan senjata di punggungnya.
Mereka terlihat asing, dan aku baru melihat mereka di tempat ini.
"Siapa kalian?"
"Oh, maaf, aku belum memperkenalkan diriku." Dia maju, di anak kecil yang tidak kenal takut itu mengulurkan tangannya. "Kenalkan, aku Abigail, dan ini adalah pamanku, dia Osman."
Aku mengangguk sembari memperhatikan mereka. "Jadi apa keperluan kalian?"
"Aku lihat kamu membutuhkan seorang pengawal untuk menghantarkan mu ke suatu tempat, apa aku salah?"
"Tunggu...."
Apakah dia mengetahui tujuanku? Itu terasa cukup aneh.
"Dari mana kamu tahu?"
"Wah, jadi tebakan ku benar? Syukurlah. Jika begitu apakah kami boleh mengajukan diri dan menawarkan Jawa untuk menjadi pengawal mu? Jujur saja kamu membutuhkan pekerjaan sekarang."
Aku tidak menjawab secara langsung, melihat bagaimana peringai dari anak ini, jelas aku bisa merasakan jika anak ini bukanlah anak yang sembarangan, aku bisa melihat bagaimana kecerdasan yang dua miliki.
"Lalu, apa jaminan yang bisa kamu berikan jika aku menyewa kalian?"
"Tentu saja keamanan, kami memberikan jaminan itu. Dan lagi. Osman ku adalah orang yang kuat dan bisa diandalkan, jadi kamu tidak perlu khawatir, aku bisa menjamin perjalanmu akan baik-baik saja."
Apa yang dia katakan ada benarnya, karena ketika melihat apa yang mereka bawa, dan melihat bagaimana tubuh dari paman di belakang, aku bisa menjamin mereka bisa diandalkan.
"Baiklah, jika begitu aku akan menggunakan jasa kalian, hanya saja harga yang bisa aku berikan seperti harga pada umumnya."
"Rida masalah."
"Baiklah, mari bersiap, kita akan bertemu lagi di tempat ini pada sore hari, jadi jika kalian terlambat sedikit saja, maka aku akan meninggalkan kalian."
"Ay ay kapten!"
Aku mengambil lalu berbalik dan kembali ke rumah untuk melakukan persiapan..
Setelah semua siap aku kembali ke lokasi yang sudah dijanjikan.
Membawa Weeping Fire Blade yang menyala, dan mengenakan Cyanfire Cloak, aku menyembunyikan wajahku. Dengan cara ini, Aku bisa menyembunyikan identitas ku.
Begitu aku sampai, dua orang tadi sudah berdiri di sana seperti tadi, seperinya mereka tidak melakukan persiapan untuk perjalanan ini. Terserahlah, mungkin itu adalah persiapan yang mereka butuhkan.
"Jadi apa kalian sudah siap?" Aku berjalan mendekati mereka dan membuka topeng yang aku kenakan.
"Tentu saja, kamu sudah menunggumu sejak tadi."
"Baiklah, mari berangkat." Aku memasang kembali topeng ku dan berjalan mendahului mereka.
Aku melewati jalan setapak hutan yang sunyi, perjalanan ini cukup memakan waktu hingga kami mencapai Hutan Buah dalam waktu yang cukup lama.
Tidak ada halangan yang terlalu sulit. Hanya ada beberapa hewan buas yang menyadangz tapi paman bertubuh besar itu mengatasinya dengan mudah.
Yah seperti yang sudah aku perkirakan sebelumnya, mereka benar-benar bisa diandalkan.
Setelah sampai aku langsung mendeka ke bawah pohon apel besar dan mengulurkan tangan untuk memetik sebuah apel. Melihatnya tumbuh subur dan ada begitu banyak yang bisa aku panen di tempat ini.
Hanya saja, saat aku masih sibuk memerik buah, aku merasakan kehadiran orang lain di tempat ini, dan benar saja, ada sebuah suara datang dari belakangku—
“hey, siapa yang mengizinkan kalian berkumpul di sini?”
Aku sedikit terkejut. Aku menoleh untuk melihat, dan melihat seorang prajurit membawa pedang hijau menatapku. Dia berteriak dingin, “Hutan Buah dimiliki oleh fraksi Bayangan. Apa kalian bodoh hingga berani datang dan mencuri buah di tempat ini.”
Aku tidak bisa menjawab, hanya saja Osman langsung berdiri di depanku dengan wajah yang cukup galak.
"Pergilah, aku tidak ingin melihat wajah pencuri seperti kalian ada di tempat ini."
"Ah pencuri?" Anak laki-laki tadi langsung menjawab dan beristri di samping tubuh paman, sepertinya dia tidak memiliki rasa takut, terlepas dari semua yang terjadi di tempat ini.
"Yah, itu adalah sebutan yang pantas untuk kalian. Jadi pergilah!"
"Hey paman, apakah kalian lupa jika hutan ini adalah milik umum. Jadi siapapun bisa memetik buah yang ada di tempat ini!"
Yah, itu benar, apa yang dia katakan memang benar, setahu ku ini adalah tempat umum. Dan siapapun bisa memetik buah di tempat ini. Hanya saja memang ancaman bahaya cukup besar untuk itu sangat jarang orang datang di tempat ini.
"Berhentilah membual dan pergi dari sini." Dia menarik pedang panjang dari sarungnya, lalu mengacungkan tepat di hadapan kami. "Atau kami akan mengusir kalian dengan paksa!"
Anak laki-laki itu melirik dan tertawa pelan. “Apakah kamu bercanda? Hutan Buah adalah area publik, bukan fraksimu. Selain itu, ada begitu banyak pohon buah-buahan, kenapa kalian hanya mengeklaim tempat ini sebagai milik kalian?”
“Itu bukan urusanmu!” Shadow Maple mencibir. “Pergi dalam tiga menit atau aku akan mengirimmu kembali ke kota!”
Tatapanku menjadi dingin. Aku tidak menyangka buah apel akan membuat sebuah keributan yang cukup besar di sini. Dunia sudah gila. Apakah orang begitu sulit untuk mendapatkan kepuasan? Apakah mereka harus menginjak orang lain untuk menunjukkan kesuksesan dan kekuatan mereka?
Entahlah, aku sendiri tidak yakin. Tapi persaingan bisnis adalah sesuatu yang sangat sulit untuk dihadapi.
Lalu tak lama setelahnya, dua orang lainnya muncul tepat di belakang tubuh pria itu..
Shadow Volcano LV-22 Wanderer
Shadow Deep Sea LV-24 Archer
Orang-orang ini jelas bersama, dan menindas orang-orang yang datang seperti ku menggunakan kekuatan mereka.
Shadow Deep Sea menatapku dengan acuh tak acuh dan berkata sambil tersenyum, “oria besar di sana, seperinya aku mengenal siapa kalian? Ck ck, sepertinya kamu sudah membuat banyak keributan kemarin. Jadi, apa yang akan kalian lakukan sekarang? Pilihan pertama adalah bergabung dengan klan kami, yang kedua adalah kematian. Silahkan tentukan pilihan kalian! ”
Aku tidak mengerti apa yang dikatakan oleh tiga orang di sana, mereka seperti sudah mengenal paman pria besar, dan ada sebuah perdebatan seperinya.
"Hey gadis kecil. Sebaiknya kamu mundur sekarang. Dan jaga dirimu, ini akan menjadi sulit sebentar lagi." Paman besar menyuruhku untuk mundur dan menjaga jarak, aku hanya mengangguk dan mengikuti ucapannya.
Lalu tak lama setelahnya Abigail tertawa. “Kalau begitu aku memilih yang kedua. Dengan sedikit perubahan … yang sekarat adalah kalian!”
“Kurang ajar!”
Shadow Volcano, si pengembara, dengan marah mengayunkan pedang panjang yang berkedip-kedip dengan cahaya dan menyerbu. Aku pikir pisau ini adalah peralatan kelas Besi karena cahayanya sangat mirip dengan Pedang Hijau Hutan yang pernah aku lihat sebelumnya.
Ini adalah kondisi yang cukup berbahaya, jadi aku memutuskan untuk menjaga jarak dan melihat pertarungan mereka.
Walau ini tidak seperti yang aku inginkan, tapi sepertinya pertarungan tidak bisa dihindarkan lagi.
Sha …
Dengan hembusan angin, rerumputan dan dedaunan beterbangan ke udara, sosok di belakang mereka menghilang dari pandangan musuh. Secepat kilat, Aku melihat anak laki-laki tadi melesat ke Shadow Volcano dalam sekejap. The Weeping Fire Blade menggali ke dalam d**a orang lain seperti ular berbisa. Abigail mendorong dengan keras, bilahnya menembus punggungnya, ujung pedangnya meledak dalam bola cahaya hijau.
“Slayer s***h!”
Dengan retakan, pedang panjang itu tentu berada di tingkat Perunggu bahkan jumlah kerusakan yang dihasilkan sangat luar biasa, aku tidak menyangka jika Abigail memiliki kekuatan yang luar viasa besar, tidak hanya itu saja.
Bahkan Osman juga memiliki keterampilan yang bisa dikatakan kiat, pertahanan dan juga kekuatannya mampu mengimbangi dua orang yang menerjang kearahnya.
Hebat!
Aku baru melihat ada orang sekuat ini dengan kemampuan yang bisa dikatakan luar viasam bahkan aku tidak pernah melihat sosok sekian mereka sebelum ini.
Lalu, entah apa yang terjadi. Ketika aku mengedipkan mata, satu hal yang terjadi adalah volcano tergeletsk gak berdaya di sana. Itu terjadi sangat cepat dan aku tidak bisa melihat pergerakannya.
“?!” Saat Shadow Volcano jatuh, ekspresinya terlihat tidak percaya. Dia tidak bisa membayangkan kalau dia, seorang pengembara level tinggi, akan langsung dijatuhkan oleh orang lain!
“b******n, bocah itu berani membunuh Volcano!” Shadow Deep Sea berteriak, tiba-tiba mengangkat kepalanya. Tembakan Presisi menembus udara, langsung menuju ke arah Abigail.
Ketika shadow deep menerjangku paman Osman tidak membiarkannya, dia langsung menghalau pria itu dan menghentikan pergerakannya.
"Menyingkir sialan!"
"Lawabmu adalah aku!"
"Aku tidak memiliki waktu untuk mu sialan!"
Osman hanya tersenyum di sana, tatapannya terlihat merendahkan dengan wajah yang terlihat mengejek.
Kau!
Begitu aku kembali melihat Abigail. Dia mengangkat dadanya dan menepis anak panah, yang menghasilkan cukup kerusakan. Pemanah itu jelas tidak lemah. Dia harus ditangani dulu. Jika tidak, konsekuensinya akan fatal.
Aku hanya bisa mengawasi dari kejauhan, sedangkan mereka mulai fokus dengan pertarungan. Sekarang hanya tinggal satu lawan satu, terlihat imbang walah nyatanya tim Abigail lebih unggul.
Tak lama setelahnya, Osman menerjang, bahkan serangan ganasnya mampu membelah udara! Kekuatan yang dahsyat itu berhasil mengenai dan membuat lawannya terhempas mundur
Bugh!
Pemanah dikejutkan oleh jumlah kerusakan yang kuat. Sebelum dia bisa bereaksi, Osman sudah memposisikan dirimya tepat di samping pemanah dan memberikan serangan lagi!
Pemanah tidak memiliki cukup daya tahan untuk menghalau serangan itu. Aku cukup terkejut bahwa dia tidak mati dalam serangan dengan kerusakan seperti itu, ak pikir serangan itu sangat vatal, tapi nyatanya dia masih bisa bertahan di sana. Dengan sapuan pedang Osman lagi, dia menghabiskan sisa ketahannya dan dari sanalah dia sadar dan melihat satu set pelindung pergelangan tangan kulit yang berkedip-kedip jatuh.
BOOOMM!
Ledakan terjadi dengan daya yang sangat kuat, membuat tubuh Osman terpental. Itu adalah serangan yang cukup kuat, dan aku tidak yakin apakah paman Osman akan bertahan di sana.
Di sisi lain, aku bisa melihat Abigail tengah sibuk melawan shadow mapel, dia memberikan perlawanan yang cukup kuat dan terlihat tak sebanding.
Saat ini shadow mapel terlihat kehabisan napas, dan tak bisa mempertahankan tubuhnya sendiri.
Setelah beberapa saat, aku melihat Abigail Berger dengan sangat cepat, kru seperti gerakan kilat yang tiba-tiba saja dia berada di belakang lawannya dan memukulnya dari belakang. Aku bisa merasakan jika serangan itu pasti memiliki dampak yang sangat kuat.
"Menyerah saja dan berikan semuanya pada kami, dan lagi ini adalah tempat umum, jadi kamu tidak berhak untuk mendapatkan apapun di tempat ini."
“Sial! Mati saja!”
Abigail berbalik saat dia berusaha untuk mengambil pelindung pergelangan tangan Shadow Deep Sea sepertinya dia tahu jika Pelindung di pergelangan tangan itu adalah bahan peledak yang sangat kuat, jadi dia berpikir untuk menggunakannya.
Swoosh!
Abigail dengan kejam pergi ke arah Shadow Maple, pedang Abigail mengayun di udara dengan Slayer s***h lainnya. Rona hijau pedangnya menerangi wajah Shadow Maple, menonjolkan ekspresi terkejut, keengganan, dan amarahnya yang terdistorsi.
Bam!
Shadow Maple berlutut di tanah. Mati. Dalam sekejap, fraksi yang memandang Hutan Buah sebagai milik mereka ini dimusnahkan.
Abigail mendengus kasar. “Sudah kubilang jangan memprovokasi ku. Aku hanya ingin pekerjaan selesai dan tidak ada lagi tindakan seperti ini.”
……
Setelah pertarungan itu, aku mendapat beberapa buah apel yang lumayan banyak, dari satu pohon saja aku bisa mendapatkan satu karung.
"Baiklah, kita akan melanjutkan dan mencari beberapa buah apel lagi di dalam hutan."
"Apa itu masih belum cukup?"
"Em, kamu pikir berapa banyak buah apel yang dibutuhkan?"
"Baiklah-baiklah, Ayo lanjutkan."
Kami berjalan kembali ke dalam hutan dan mencari beberapa yang bisa dipanen. Yah lumayan untuk beberapa buah yang bisa diambil dari lokasi ini.
Kami menghabiskan hampir satu jam untuk mengosongkan hutan. Aku hanya bisa menunggu musim berikutnya untuk memanennya. Kini aku mendapat banyak karung berisi Apel, ditumpuk menjadi dua puluh bundel. Aku memiliki 21 bundel seperti itu. Yah itu cukup untuk bisnis ku kedepannya.
"Hem, seperinya ini sudah cukup, sebaiknya kita kembali sekarang."
"Ah, itu. Aku tidak akan ikut denganmu kali ini."
Aku mengerutkan kening ketika Abigail tidak akan ikut denganku.
"Lalu aku akan kembali dengan siapa?"
Dia tersenyum saat aku bertanya.
"Jangan khawatir, Osman akan membantu. Dia yang akan menemani mu kembali."
"Oh. Lalu bagaimana dengan mu?"
"Aku masih ada sedikit urusan di tempat ini."
"Kamu yakin?"
"Tentu saja, aku akan baik-baik saja, kalau begitu mari berpisah di tempat ini."
Aku menghela napas pelan, aku tidak tahu apa yang direncanakannya, tapi aku membiarkannya pergi dan memilih kembali dengan paman Osman yang membantuku membawakan karung yang berukuran besar.
"Apa tidak apa-apa membiarkannya pergi seorang diri?" Aku bertanya pada Osman osman yang terlihat biasa saja di sana.
"Tenang saja, dia akan baik-baik saja."
Baiklah, seperinya memang tidak apa-apa, jadi abaikan Abigail dan lekas kembali.
Perjalanan pulang tidak terlalu lama dan tidak memakan banyak waktu karena perjalanan pulang tidak ada hambatan apapun, lalu setelahnya paman Osman memilih pamit dan membawa uang yang aku janjikan sebelum.
Setelah kepergiannya, aku segera mengeluarkan botol-botol yang aku miliki. Aku mengaktifkan keterampilan Memasak ku, antarmuka sintesis muncul di depan ku. Aku memasukkan 5 Apel dan 1 Botol, lalu melanjutkan dengan sintesis!
Ding ~!
Sebotol saus apel muncul di tas Aku. Statistiknya adalah Satiety +1, MP +100. Ini adalah konsumsi umum untuk pemain di tahap awal.
Aku melanjutkan prosesnya, menghabiskan sepuluh menit untuk membuat 80 botol saus apel. Aku segera merasakan pencapaian yang luar biasa.
……
Abigail
Yah itu adalah pekerjaan yang tidak terlalu buruk. Lihat sisi positifnya, aku bisa mendapatkan sempel dan sumber informasi untuk mengakses apapun informasi yang ada di dalam kota.
Jadi aku tidak akan risau lagi untuk mendapatkan info-info sekecil apapun.
Dan sekarang, aku harap Osman akan segera datang dan membawa apa yang aku butuhkan.
Sembari menunggu, aku mulai memeriksa dan melihat-lihat are sekitar, ini adalah tempat berikutnya yang akan aku kunjungi untuk memeriksa apakah ada stone lainnya. Di dalam hutan ini aku yakin terkunci satu stone yang memiki kekuatan besar.
Tapi untuk mencapainya tentu membutuhkan waktu dan kondisi tertentu.
Dan saat ini aku harus menunggu paman sampai dia datang.
===