21
Osman datang menyambut, dan seketika itu juga dia langsung membuka jas yang aku kenakan dan meletakkannya di tempat yang disediakan.
"Bagaimana perjalanan mu tuan?"
Aku tersenyum dan mengangguk, "tidak buruk, dan aku mendapatkan apa yang aku cari."
"Apakah itu kekuatan yang baru?"
Dia terlihat sangat antusias, dan aku hanya bisa mengangguk untuk itu. "Bahkan lebih dari apa yang kamu bayangkan."
"Sungguh?"
Aku mengangguk lagi. Lalu setelahnya aku berjalan masuk. Memasuki penginapan yang memang sudah kami sewa untuk beberapa hari ke depan.
Yah setidaknya sampai Frey dayang dan memberikan kunci kepadaku.
"Apa tuan ingin makan dulu, atau mau mandi?"
Sungguh. Ini sangat berbeda dengan apa yang aku pikirkan, setidaknya, siapa yang bisa membayangkan jika seorang pria botak dengan tubuh kekar dan sudah sangat mirip seperti seorang jagal malah melayani ku seperti seorang pelayan. Beruntung dia tidak menggunakan celemek berwarna pink yang malah membuat suasana terlihat buruk.
"Aku ingin mandi, lalu setelah itu barulah aku makan."
Sejenak dia mengangguk, lalu setelahnya dia berlalu dan mungkin saja akan menyiapkan keperluan untukku mandi.
Menghela napas pelan, aku menggeleng pelan dan tidak menyangka jika aku akan mendapat seorang yang akan melayani ku seperti gadis.
Cih. Kenapa tidak Sonya saja yang datang dan melayani ku dan kenapa bukan Osman yang pergi menjalani misi.
Aku berjalan dengan lelah, lalu duduk di sofa dengan tubuh lunglai. Padahal jika dipikir aku baru saja mendapat kekuatan yang setara dan cukup langka, tapi entah kenapa aku malah merasa lelah untuk itu.
Tak lama aku memejamkan mata, Osman sudah datang dan membawa handuk di tangannya.
"Tuan air sudah siap."
Aku mengerjap mata sejenak, lalu menatapnya dalam diam. Dan tak lama setelah itu. Aku beranjak untuk membersihkan diri.
Lebih dari pada itu. Berendam di dalam air hangat sepertinya akan terasa lebih nikmat, terlebih di momen ini aku bisa mengumpulkan banyak energi dan memurnikan kekuatan dari stone yang aku dapatkan.
Yah, aku harap aku bisa merasakan itu walau hanya sejenak.
Tapi siapa yang menyangka itu akan menjadi satu-satunya kesempatan untukku bisa menikmati nyamannya berendam.
==
Di sisi lain, kesatria berjubah putih terlihat masih nyaman di tempatnya, hal itu malah mempersulit Undead Swordmaster dan James untuk bangkit, karena jika mereka lengah maka mereka hanya akan menyetor nyawa mereka, dan itu sama saja dengan bunuh diri. Hal itulah membuat Undead Swordmaster tidak bisa berkutik. Jika mereka salah melangkah maka di pastikan. Dengan terbunuhnya mereka setelah bangkit, itu akan membuat kematian datang kepadanya.
Dalam diam diam Undead Swordmaster master mengambil peranan untuk kepentingan dan keselamatan mereka.
Setidaknya mereka harus berani mengambil kesempatan untuk selamat, atau mereka akan terjebak di tempat itu sampai kesatria berjubah putih benar-benar pergi.
====
“3!”
Aku mengangkat tiga jari. Tegasnya, tiga tulang jari dengan daging dan darah di sekitarnya berdiri dan memberikan tanda agar mereka bisa membaca apa yang aku berikan. Aku sudah memberikannya sejak awal. Dan harusnya itu bisa memberikan
James menatap musuh besar di depan. Setelah dihidupkan kembali, tubuhnya tentu akan langsung berdiri. Kesatria berjubah putih berdiri dengan acuh tak acuh sepuluh meterjauhnya seolah-olah dia sedang menunggu kami untuk hidup kembali. Dia sepertinya tidak peduli jika kami berdua bekerja sama dengan makhluk Malam.
Dan bukan hanya itu saja, sepertinya dia juga ingin menyingkirkan kami saat ini juga.
Entah apa motif yang membuat mereka melakukan semua ini. Namun jika alasan mereka melakukan itu untuk mengambil baru suci, maka itu adalah alasan yang masuk akal.
“2!”
Aku tetap tenang dan bersiap untuk kembali ke tubuhku. Itu akan memakan waktu tapi setidaknya aku akan mengambil resiko yang ada.
“1!”
“Menghidupkan kembali!”
Sekejap, kami mulai menguap dan masuk ke dalam tubuh, aku akan berpura-pura untuk tetap mati. Agar aku bisa mengambil kesempatan untuk memulihkan diriku sendiri.
Di sisi lain. Aku tidak akan membiarkan kesempatan itu hilang begitu saja.
James adalah orang yang baik hati untuk hidup bersamaku. Kami berdua meminum health potion dan menunggu untuk beberapa waktu agar kami segera pulih, lalu setelah kesempatan itu datang, kami segera bangkit, dan hampir bersamaan kami berlalu menyerbu dari arah yang berbeda menuju kesatria berjubah putih!
“Ha…?”
Sayangnya apa yang kami lakukan sepertinya tidak berguna. Bahkan itu membuat kesatria putih tertawa. Bahkan secara tiba-tiba, dia menyerang dalam garis lurus, jubah putihnya berkibar di udara, pedangnya bergeser dengan cahaya yang mengintimidasi. Matanya yang tajam langsung melirik ke arah James, seperti yang aku perkirakan, Dia mengincar James dan berpikir untuk menyerang James pertama kali, karena dari apa yang dia lihat. James berada di hadapannya dan berada di garis serangan.
“Hmph, sepertinya kalian meremehkan ku, apakah kalian ingin melawan ku? Ayo — haah!”
James adalah orang yang bangga dengan kekuatannya dan serangan seperti apapun dia tidak tidak mundur dari kondisi terdesak itu.
Kesatria berjubah putih dengan berani, menggunakan tipuan pedang untuk menyambut serangan James. Kemudian dia berbalik ke samping, meluncur di sepanjang ujung tombak lawannya, pedang tajamnya menyapu leher James dalam sekejap. Gerakannya mudah dan mengalir seperti jurus seorang master. Bahkan tanpa James sadari. Dia sudah berada di dalam kondisi kritis.
Krak!
Pedang yang berkedip dengan cahaya perak memotong leher James dengan gerakan yang tak terlihat!
Itu adalah serangan yang cukup fatal!
Bam!
Tak menunggu waktu. Kebanggaan James goyah dan hancur hanya dalam gerakan cepat. Tubuhnya berlutut di tanah dengan ekspresi bingung. Dia mati.
Hal itu membuatku cukup terkejut, apa yang James pikirkan hingga dia kecolongan dan berhasil di kalahkan dengan sangat mudah, itu bukanlah gaya James, dan aku sangat paham apa yang ada di dalam pikirannya.
Pada saat yang sama, sebelum ksatria putih bisa berbalik, Slayer s***h yang dipenuhi dengan niat membunuh dariku menguar dan membuat kesatria berjubah sadar akan keberadaan ku.
Terlambat!
Aku berlari seperti seekor cheetah, menerkam mangsaku.
Dalam kondisi ini. Kemarahan menguasai diriku James, dia adalah rekan yang sangat baik, dan dia harus mati hanya karena kecerobohan ki.
Sial, itu membuat emosiku memuncak, dan aku tidak bisa menahan diri. Aku dengan berjalan menyerang dan menerjang kesatria berjubah putih.
Apa yang aku lakukan terlalu brutal dan tak terbaca, bahkan gerakan mu mampu membuatnya kewalahan dan hanya bisa berusaha untuk mengindari dan terkadang dia bahkan menjadi samsak untuk dipukul. Slayer s***h memukulnya tepat di bahu.
Puchi!
Itu tetep sasaran. Serangkan yang sudah aku siapkan berhasil mengenai tepat sasaran.
Darah mengalir, dan m*****i jubah perang putih menjadi merah. Sebelum dia pulih, Aku segera mengambil kesepakatan dan datang kepadanya lagi. Aku mengambil kesempatan yang ada. Pedang panjangku menebas, ujungnya menembus dan jauh ke dalam d**a kesatria berjubah, seperti ular berbisa!
Aku mencabut pedangku dan setelahnya melakukan serangan kedua, itu adalah kesempatan yang ada dan tak bisa di halau olehnya.
Dua serangan berturut-turut yang menggunakan gerakan fluidaku dan kecepatan serangan secara maksimal berhasil mendapatkan posisi dan dampak kerusakan yang cukup fatal.
"Itu untuk sahabatku!"
Aku menarik pedangku, menggunakan kaki untuk menjejak dadanya dan membuatnya tersungkur.
"Ini untuk semua kesombonganmu!"
Aku memberinya serangan kembali tepat di bagian dadanya.
Kondisi itu membuat segalanya berubah, serangan terakhir membuat tubuh kesatria putih tersungkur dan kehilangan nyawanya.
Aku terengah. Pertarungan ini tidak bisa aku kendalikan, dan kondisi ini membuat ku tak bisa berkata-kata.
Aku duduk dan tersungkur. Napas ku hampir terputus dengan kelelahan yang tak bertepi.
Batu suci, aku masih memiliki satu tujuan untuk menyelamatkan batu suci, terlepas dari semua yang terjadi
===
Aku menghela napas untuk sesaat, setelah semua yang terjadi, dan setelah aku memiliki harapan untuk bisa menikmati waktu luang ku. Aku harus di tarik dan berada di tempat yang sama sekali tidak aku tahu.
Aku mendengkus lalu menatap pelaku utama yang sudah merusak hariku.
"Kenapa...." Aku bertanya dengan nada malas dan mendengkus pada akhir. Ini sama sekali tidak pernah terpikir di benakku. Setelah melalui hari yang melelahkan, dan sekarang aku harus terjebak di tengah hutan. Dan bukan hanya itu saja. Apa yang ada di hadapanku benar-benar tidak kondusif.
Sonya tidak menjawab, dia hanya menatap sosok uang saat ini tengah berdiri di depan dia mayat yang tergeletak di hadapannya, tak lama setelah itu tubuhnya ambruk dengan napas tersengal.
"Apakah dia yang menjadi peran utama?"
Sonya mengangguk dengan tangan yang bersidekap di depan d**a. Dia terlihat begitu antusias untuk memperhatikan apa yang terjadi di sana. Sedangkan aku hanya bingung dan melihat ke arah sosok tengkorak yang teronggok di sana.
"Undead?"
"Ya, tapi bukan seperti yang kita hadapi tempo hari."
Setengah mati aku penasaran, tapi aku tidak ingin langsung bertanya, aku mengangkat sebelah alis hanya untuk memperhatikan, lalu aku melihat keanehan lainnya di sana. Sesuatu yang tak pernah aku lihat sebelumnya.
"Kamu penasaran?"
Aku menoleh cepat ke arah Sonya, dia sepertinya mengerti dengan jalan pikiran ku.
"Jika kamu penasaran kenapa mereka bisa hidup kembali. Aku hanya bisa menjelaskan jika apa yang kamu lihat adalah kejadian yang wajar, apalagi untuk mereka ras nonhuman, di mana mereka yang biasa di sebut dengan makhluk iblis adalah sosok yang bisa hidup kembali walau mereka mati. Dengan imbalan kehidupan abadi mereka akan terpotong beberapa tahun ke depan. Dengan itu maka mereka tidak akan bisa hidup lama."
"Hidup abadi, lalu jika mereka bisa hidup abadi, kenapa mereka harus mengorbankan nyawa mereka hanya untuk hidup kembali."
Itu wajar bukan. Kenapa aku penasaran, karena aku merasa ada sesuatu yang janggal di sini. Jika mereka bisa hidup abadi, lalu kenapa mereka bisa mati dan harus mengorbankan nyawa hanya untuk hidup kembali.
"Anggap saja, mereka harus mengorbankan masa depan mereka hanya agar mereka bisa hidup kembali. Dan jangan salah. Bagi ras iblis, mereka yang tidak bisa hidup abadi, maka mereka tidak akan pernah bisa menyentuh titik di mana mereka bisa sejahtera."
"Hah?"
Itu semakin tidak bisa aku mengerti. Jujur saja, selama aku menjadi raja sebelumnya, aku tidak pernah mendengar hal semacam ini. Itu bahkan tidak pernah ada. Dan sekarang. Entah kenapa aku mengetahui fakta yang seperti ini. Dan rasanya sangatlah aneh.
"Anggap saja, untuk mencapai surga maka mereka harus hidup panjang, dan jika mereka membayar hidup mereka kembali dengan mengorbankan masa depan, maka mereka tidak akan pernah menyentuh surga."
Baiklah sepertinya aku mengerti sekarang. Walau itu masih berada di luar nalar pikiran ku sendiri.
"Dan.... Apa yang kamu cari, salah satunya ada di sana."
Mendengar ucapan Sonya aku langsung terkejut dan menatap ke arahnya. Lamat-lamat aku bisa merasakan kekuatan yang menguar dari jasad yang ada di sana.
Dan sepertinya itu tidak asing bagiku, tapi apa.
Aku masih berusaha untuk mengenalinya, sampai beberapa Setelahnya aku merasakan aura yang sangat aneh dan terasa tak asing bagiku.
"Tunggu, ini...."
Jika itu sama dengan apa yang aku pikirkan, maka apa yang aku cari untuk melengkapi kekuatan ku berada tepat di hadapan ku. Namun yang menjadi masalah untuk sekarang adalah. Apakah aku bisa mendapatkannya dengan mudah atau aku harus menyingkirkan mereka semua dari hadapanku.
"Jika kamu bisa merasakannya, maka itu sama seperti yang kamu pikirkan."
Sialan. Apakah ini sebuah pertanda? Jika ya, maka semua tujuanku akan segera terlaksana, tapi sebelum itu. Aku ingin mengawasi semua pergerakan yang ada di hadapanku.
Aku ingin melihat, diantara ketika orang orang yang ada di sana, siapa yang memiliki Kekuatan dari stone itu.
===
“Hmph, b******n … kematian yang menyakitkan bagiku!”
James bangkit kembali. Dia berjalan ke depan dan menendang mayat Wind Fantasy dengan keras. Dia berkata, masih ingin melanjutkan, “hey tulang, ayo kita tinggal di sini untuk beberapa saat. Orang ini menempati urutan pertama di Kota Es Terapung, dan masih menjadi yang pertama setelah turun level. Sepertinya kita tidak memiliki kesempatan untuk mengalahkannya kali ini."
"Apa kamu berpikir untuk menyerah?" Aku menatapnya, menatap James yang memiliki tubuh besar tapi tidak memiliki mental untuk menghadapi masalah sekecil ini.
"Jika kamu ingin menyerah maka berhentilah, aku akan menanganinya sendiri."
Walau aku tahu aku tidak memiliki peluang untuk mengalahkannya, tapi aku tidak akan menyerah dan mati begitu saja di tangannya.
Cih, dia pikir siapa dirinya yang ingin membunuhku begitu saja.
Aku berdiri mengangkat pedangku dengan kedua tanganku, walau tubuhku bergetar tapi aku masih bisa berdiri. Hanya saja belum sempat aku melawan. Pria berjubah putih sudah menerjang ke arahku dengan kecepatan yang tidak bisa terlihat oleh mataku, kecepatannya sangatlah luar biasa.
Dan beberapa detik setelahnya, sosok itu sudah berdiri di belakang tubuhku, dengan senyum yang tak bisa diucapkan dengan kata-kata.
Aku tak bisa bergerak di buatnya, dan berpikir jika ini adalah kematian kesekian kalinya untukku.
Yah, aku tidak bisa menahannya, kekuatan yang dia miliki jelas jauh berbeda dari kekuatan ku.
Aku hanya bisa berdiri dengan pasrah dan menyambut kematian ku tanpa sebuah perlawanan.
===
"Sepertinya sudah selesai."
Aku tersenyum sedikit dan berbalik, ini adalah sebuah permainan, dan seperti yang terlihat, pria berjubah putih itu jelas memiliki keunggulan dalam segi kekuatan dan pengalaman.
Lalu apakah dia akan berhasil mengalahkan pria kurus di sana.
"Apa kamu akan ikut campur?"
Aku tidak mengatakan apapun lalu berbalik dan menyiapkan pasukan shadow Undead untuk ikut campur dalam pertarungan ini.
Tentu saja. Aku tidak akan membiarkan siapapun mengambil apa yang seharunya menjadi milikku.
Tak membuang waktu lagi. Aku segera menambahkan atribut sihir di setiap shadow Undead dan memerintahkan mereka untuk segera melakukan serangan.
Kali ini tidak banyak. Aku hanya mengeluarkan 5 Shadow unded untuk turun ke lapangan.
Lalu aku memilih untuk berjalan pelan ke arah lapangan dan memelihat bagaimana pasukan ku bertarung.
Segera setelah mereka sampai, shadow Undead langsung melancarksn serangan mereka. Serangan yang tidak pernah di duga sebelumnya. Dan itu membuat pria berjubah putih terkejut.
tapi, sepertinya dia bukanlah musuh yang bisa dikalahkan begitu saja, bahkan dilihat dari refleks yang dia miliki, pergerakannya sangatlah bagus dan mampu mendeteksi bahaya yang ada di sekitarnya.
Melihat pergerakan itu aku tersenyum, sepertinya ini akan menjadi sangat menyenangkan. Yah, siapa yang menyangka jika aku bisa mencoba kekuatan baruku di tempat ini dan mendapatkan lawan yang sesuai untuk semua keterampilan yang aku dapat.
Yah itu bagus. Sekeras apapun Shadow unded bertarung di sana, serangannya mampu di patahkan dengan mudah, bahkan dengan gerakan cepat seperti itu. Dia bisa mengantisipasi serangan pasukan ku dan menjatuhkannya dengan mudah.
Satu shadow Undead mampu di jatuhkan, tapi jangan senang dulu, pertarungan baru saja dimulai.
Aku tersenyum sembari menjentikkan jari di udara, lalu tak lama setelahnya shadow Undead kembali bangkit dan mengambil posisi untuk melakukan serangan.
"Baiklah, mari kita lihat, sejauh mana stamina yang kamu miliki." Aku terus berjalan mendekati area petarungan.
Dan semakin aku mendekat, maka tekanan yang ada semakin terasa menggila, ini terlihat sama seperti sebuah pertarungan antara orang-orang kuat yang memiliki aura yang mengeringkan.
Jadi, seberapa kuat pria berjubah itu.
Karena ingin menutupi rasa penasaran ku, maka aku memanggil satu shadow Undead lagi untuk membantu mereka.
Namun, tindakan yang aku lakukan sepertinya salah. Karena ketika aku menggunakan sihir pemanggil, maka aura yang terkumpul di sekitar ku terasa begitu kuat, dan hal itulah yang membuat pria berjubah itu menyadari keberadaan ku, tak lama setelahnya aku bisa merasakan hawa keberadaan yang datang dengan cepat dan melesat ke arahku.
Sayangnya kecepatan itu bukanlah sebuah masalah untukku, karena secepat apapun dia berlari, aku bisa melihatnya dengan jelas.
Aku menghentikan sihir pemanggilan, lalu menunggu dengan tenang saat pria berjubah itu datang.
Tepat saat dia sampai di belakang tubuhku, dia langsung menghunuskan pedangnya tepat di leherku.
Aku tersenyum melihatnya, karena sebelum dia berhasil menyentuh leherku, Osman segera datang dengan kecepatan yang hampir sama dengannya, bahkan bisa dikatakan lebih cepat lagi. Dia dengan pedang besarnya menghentikan tebasan dari pria berjubah itu.
"Jauhkan tangan kotorku dari tuanku!" Lalu Osman menghempaskan pedangnya dengan kekuatan yang gila hingga membuat tubuh kecil itu terhempas cukup jauh. Tapi dengan kekuatan yang lumayan, dia bisa selamat dan berdiri dengan tenang di sana.
"Hey Paman." Aku berbalik dan menatap wajah Osman dengan tatapan tidak suka. "Apakah aku memerintahkan paman untuk ikut campur?"
"Tapi tuan...."
"Biarkan aku bersenang-senang paman, aku hanya ingin menguji sejauh mana kekuatannya."
Ketika aku berkata seperti itu. Artinya aku tidak ingin diganggu, dan sepertinya Osman mengetahui hal itu dan memilih untuk mundur.
Aku berjalan ke depan dan menatap pria berjubah itu.
"Maaf atas ketidak nyamanan ini. Rasanya tidak adil jika pertarungan ini harus di campuri oleh pria bodoh sepertinya." Aku melirik ke arah Osman yang terlihat salah tingkah di sana.
"Baiklah sampai mana kita tadi?"
"Tidak perlu sungkan, lakukan apapun yang ingin kamu lakukan." Pria berjubah tersenyum di sana, dan itu artinya aku bisa bersenang-senang sekarang, tanpa menunggu lagi aku langsung menjentikkan jari dan segera setelahnya, lima shadow Undead datang dengan kecepatan yang tinggi dan melancarkan serangan secara bertahap dan juga kombinasi yang sempurna, bahkan setiap gerakannya mampu membuat lawan kuwalahan dan membuat pria berjubah itu terpojok.
Yah, inilah yang terjadi jika dia berusaha untuk melawan pasukan shadow Undead milikku, bukan aku sombong tapi mereka bukanlah mahkluk sihir yang bisa di kalahkan begitu saja.
"Jadi bagaimana? Apakah kamu ingin melanjutkan pertarungan ini?"
Dia menatapku dengan tatapan yang tajam, sikap arogannya bahkan tidak terlihat lagi. Tergantikan dengan tatapan tak suka di wajahnya.
"Oh ayolah, jangan tatap aku dengan tatapan seperti itu. Kamu tahu. Tatapan itu membuat ku sedikit merinding."
Tentu saja aku bercanda, itu adalah tatapan yang tidak akan berpengaruh untukku, aku hanya akan bersenang-senang dengannya. Jadi ayo lakukan.
Aku memerintahkan Undead untuk melakukan serangan secara bertahap dan kompleks, hal itu membuat pria berjubah kembali terpojok dan tak bisa berkutik, bahkan serangan yang dia lancarkan sama sekali tidak berpengaruh untuk para shadow Undead, dia benar-benar tak berdaya saat ini.
Bahkan saat dia terpojok sekalipun, aku hanya bisa tertawa saat melihatnya.
Sudah aku katakan sebelumnya, lebih baik menyerah saja. Aku akan mengakhiri ini dengan cepat.
Aku mengangkat tanganku, lalu tiba-tiba saja, tanpa sepengetahuan ku, sosok dengan jubah hitam datang, dia datang dari bayangan dan segera mengambil tubuh pria berjubah putih itu dan membawanya ke dalam bayangan.
Gerakannya sangat cepat. Bahkan saat aku memerintahkan shadow Undead mereka tidak ada yang bisa mengimbangi kecepatan sosok itu.
Cih! Satu mangsa kabur!
"Sialan!"
Aku benar-benar kecolongan kali ini. Dan siapa pelosok itu, lalu apa-apaan dengan kekuatan yang dia miliki. Bahkan aura keberadaannya saja aku tidak bisa mengetahuinya!
Jika saja bukan karena sosok itu. Aku yakin saat ini aku mungkin saja sudah berhasil membunuhnya.
Yah sudah lah, lupakan saja.