Siang itu, Bersama Dito

1281 Words

"Mentang-mentang udah mau celebek aja nggak cerita ke gue," kata Dimas ketika aku menatapnya penuh keheranan. "Lo tau dari mana?" tanyaku kemudian. Dimas menunjuk dengan dagunya. Arah yang ditunjuknya itu berada di belakangku. Segera aku menoleh. Dito? Dia sudah berdiri di belakangku dengan gagahnya. Dia sedang apa di sini? Tentu saja aku kaget bukan main. Tiba-tiba saja orang yang kami bicarakan muncul, tanpa sepengetahuanku lagi. Apa jangan-jangan dia mendengar semuanya? Termasuk ejekanku tadi? Matilah aku. Ih, Dimas kenapa nggak ngomong kalau ada Dito? Memang ya, anak itu minta dipites. "Boleh gabung? Kayaknya asyik banget." Mendadak, suasana menjadi kaku. He ol! Orang sesibuk Dito, ngapain ada di sini di jam istirahat yang hampir selesai? Aku sama Dimas saja sudah mau kembali k

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD