Mengerjai Dimas

2336 Words

Mungkin kalian menyebutnya lebay, tapi aku merasakan hal teramat dalam di hati ini ketika bisa memijakkan kaki di Jakarta. Oke, terlepas dari bising, padat, macet, dan lain sebagainya, ada sesuatu yang membuatku rindu. Rumah. Ya, rumah dan keluarga adalah alasan mengapa seseorang harus kembali. Pagi-pagi sekali aku langsung on the way studio. Pasti Dimas nggak menyangka kalau aku bisa bangun pagi dan masuk kerja lebih awal. Ngomong-ngomong soal pekerjaan. Bagaimana nasib pemotretan Dito di Jepang kemarin, ya? Apa dia akan membayar studio Dimas? Ya, memang kami batal foto prewed untuk seterusnya, tapi kan waktu itu sempat foto-foto juga. Dimas sudah habis banyak untuk menggarap proyek ini. Aku mengembuskan napas. Kuputar lagu dari pemutar musik di dalam mobil. Cukup enak didengar, jadi n

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD