Gara-Gara Dito

1096 Words

"E e e, tumben anak gadis Mama udah bangun jam segini?" Suara itu membuat mata Rea melirik malas, lalu beralih ke jam di dinding ruang makan. Pukul lima lewat tiga puluh menit. Rea berjingkat, dia sendiri kaget bisa bangun sepagi ini di hari Minggu. 'Amazing!' batin Rea. "Mama seharusnya seneng dong karena Rea bisa bangun pagi," kata Rea kemudian. Dia duduk di salah satu kursi di meja makan. "Mama seneng, kok. Cuma tumben aja bangun pagi. Biasanya molor sampe siang." Ibu Rossa Chandraningsih kembali ke dapur sambil membawa piring kosong. Lalu, kembali lagi dengan telur dadar di piring yang kosong tadi. Rea menikmati aroma telur dadar itu penuh penghayatan. "Bu Rossa yang cantiknya paripurna masak apa pagi ini?" tanya Rea ingin tahu. "Sayur asem, kesukaan papamu." Mama Rossa tak me

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD